Lestarikan Bahasa Bali, Desa Adat Sangeh Selenggarakan Lomba Bulan Bahasa dan Aksara Bali

3 min read
Spread the love

Jbm.co.id, Mangupura – Sebagai upaya untuk turut berkontribusi melestarikan budaya Bali, Khususnya dalam bidang bahasa dan budaya, Plt.Bendesa Adat Sangeh, Gusti Agung Bagus Adi Wiputra bersama staf Desa Sangeh Hari Minggu, 21 Pebruari 2021 mengadakan lomba Bulan Bahasa Dan Aksara Bali.

Adapun jenis yang dilombakan antara lain: Lomba Nyurat Aksara Bali tingkat anak-anak,Lomba Membaca Lontar Aksara Bali tingkat remaja dan Lomba Masatua ( Bercerita) Bali melibatkan ibu-ibu PKK se Desa Adat Sangeh.

Kegiatan tersebut sebelumnya diawali dengan pemberian pembinaan singkat oleh pakar-pakar yang berkompeten mengenai bidangnya masing-masing di Balai Wantilan sekaligus untuk memberikan penjelasan mengenai mekanisme ataupun ketentuan- ketentuan lomba sehingga lomba bisa berlangsung lancar dan transparan.Lomba yang di mulai pukul 10.00 Wita diawali dengan sambutan Ketua Panitia, I Gusti Agung Bagus Adi Wiputra.

Dalam sambutan singkatnya ia berterima kasih kepada semua peserta yang begitu anthusias mengikuti lomba.Adi Wiputra yang sekaligus Plt.Bendesa Ada Sangeh, Pengganti Bagus Made Sunartha (almarhum) sempat mewawancarai beberapa peserta.

Baca Juga :  Wagub Cok Ace: “Pameran Lukisan Mobil Klasik Perkaya Kazanah Seni Bali”

Jawabannya sangat kompak, Yaitu mereka merasa senang dan ingin agar rutin diadakan agar Bahasa dan Aksara Bali tetap ajeg.Juga menurut Adi Wiputra yang ditemui di sela-sela acara mengungkapkan rasa bangga dan terharu menyaksikan semangat para perserta.

“Saya sungguh- sungguh merasa terharu dengan begitu bersemangat para peserta dan berusaha tampil maksimal.

Mudah- mudahan ini menjadi titik tonggak dari generasi muda kita untuk kembali mencintai Bahasa dan Sastra Bali.

Hal ini kami akan terus diupayakan tiap tahun ada peningkatan kualitas dan kuantitas bidang yang dilombakan sehingga minat dan kemampuan generasi muda untuk berbahasa Bali mencintai budayanya semakin meningkat. Ini sudah menjadi tanggung jawab semua,” tegasnya.

Sementara Wayan Nasib, Mantan guru Bahasa Bali yang juga sebagai pembina mengharapkan agar tidak berakhir sampai dilomba ini, Tapi terus diadakan pembinaan yang berkesinambungan sehingga Bahasa Bali kita tidak surut.

Baca Juga :  Vernita Syabilla Cari Pasangan Duo Untuk Hits Single Ke 2 Ciptaan Heru BosBro

Menurut Ida Bagus Alit Adnyana, Prajuru Desa Adat Sangeh amat mendukung kegiatan ini karena menurutnya penggunaan Bahasa Bali dilingkungan keluarga sudah mulai berkurang.

Dia berharap dengan adanya upaya pelestarian ini masyarakat tidak gengsi berbahasa Bali.

Hal ini dibenarkan oleh Ketut Wijana,SH.selaku penyarikan Desa Adat Sangeh.Wijana yang masih aktif mengabdi di Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung ini menjelaskan bahwa ini memang komitmen Gubernur Bali dalam upaya melestarikan adat budaya Bali, Khususnya Bahasa dan Sastra Bali.

Perlombaan tersebut berakhir pukul 13.00 Wita dan yang berhasil menjadi pemenang dan mendapat piagam dan dana pembinaan yaitu lomba Nyurat Aksara Bali juara1 diraih oleh Ni Made Dwi Adnya Swari, Juara 2 Ni Luh Putu Damayanti dan juara 3 Ni Luh Putu Citra Kaori.

Untuk lomba Membaca Lontar juara 1 Dewa Ayu Ratni Putri,juara 2 I Putu Andita Pratama dan juara 3 Ida Ayu Putu Sulistya Dewi.Sementara untuk lomba Mesatua ( bercerita) Bali juara 1 digaet oleh Ni Putu Eka Suadnyani wakil Banjar Brahmana, Juara 2 Ni Nyoman Seriati dan juara 3 I Gusti Ayu Srinadi.

Baca Juga :  Pantaskah Kita di Indonesia Ikut Merayakan Hari Valentine ?

Usai acara sempat mewawancarai I Ketut Widia,S.Pd.selaku dewan juri mengatakan bahwa ini merupakan program dari Gubernur Bali.

“Ya,ini memang turunan dari program Nangun Sat Kertih Loka Bali khususnya dalam Bahasa dan Sastra Bali.

Program ini wajib dilaksanakan tiap tahun demi menjaga dan melestarikan Bahasa, Sastra dan Aksara Bali yang adiluhung sekaligus sebagai motivator generasi muda Bali agar semakin mencintai Bahasa Bali.

Dalam Bulan Bahasa Bali ini mengangkat tema:Sabdaning Taru Mahatama yang bermakna upaya pelestarian lingkungan dan menjaga kesehatan,” ungkap penyuluh dan pembina Bahasa Bali Provinsi Bali ini. (Red/Jbm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.