Komplotan Spesialis Pencuri Mesin Pompa Air Terancam Penjara 7 Tahun

3 min read
Spread the love

Jbm.co.id, Singaraja – Komplotan spesialis pencurian alat-alat bengkel dan mesin pompa air dibekuk Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Sawan. Aksi meresahkan itu, melibatkan 4 (empat) pelaku. Mereka diantaranya, Kadek Dwi Bayu Saputra (24), Gede Sukrayasa alias Bletok (31), dan Dika Ristanto (31) serta seorang remaja masih dibawah umur berinisial KS alias Puji (16).

Kini, keempat pelaku harus rela merasakan gerahnya hidup dibalik jeruji besi sel tahanan Mapolsek Sawan.

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Sawan, AKP Ketut Karwa mengungkapkan,  komplotan beranggotakan empat pelaku ini, beraksi di 6 (enam) TKP (tempat kejadian perkara) yang berbeda-beda. Dalam melancarkan aksinya, mereka telah menggondol alat-alat bengkel dan juga mesin pompa air. Nah, barang hasil curian itu, dijual ke salah seorang pembeli rongsokan.

Siapa otak komplotan spesial pencuri mesin pompa air ini?

Kapolsek Karwa menyebut, pelaku otak dari aksi pencurian ini adalah tersangka Bayu. Tersangka Bayu mengajak ketiga rekannya untuk melakukan aksi pencurian di beberapa TKP.

Baca Juga :  Seorang Residivis Asal Kerambitan Kembali Dibekuk Polisi

“Secara keseluruhan para tersangka melakukan pencurian di 6 TKP,” terang Kapolsek Karwa, Senin (22/2).

Penangkapan keempat pelaku ini berawal dari pengaduan Kadek Yeni Handayani (28) warga Desa Sangsit dan Made Danayasa (44) warga Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Buleleng, sekitar bulan Januari 2021 lalu. Dari laporan itu, jajaran Unit Reskrim Polsek Sawan pun langsung melakukan penyelidikan.

Berbekal informasi tempat pengepul rongsokan dan pembeli rongsokan keliling, pelakunya mengarah kepada seseorang bernama Kadek Bayu alias Bayu warga Desa Sangsit. Selanjutnya, polisi melakukan penangkapan terhadap Bayu.

Ketika diintrogasi tersangka Bayu mengakui perbuatannya yang dilakukan bersama 3 orang pelaku lainnya. Ketiga pelaku lainnya yakni Sukrayasa alias Bletok warga Desa Bungkulan, Dika berasal dari Banyuwangi, dan KS alias Puji yang masih dibawah umur tinggal di desa Bungkulan.

“Ketiga pelaku lainnya langsung ditangkap. Tersangka Bayu dan KS bertugas merusak gembok pintu bengkel, tersangka Sukrayasa dan Dika mengawasi diluar. Setelah pintu rusak, mereka masuk dan mengambil barang-barang berupa peralatan bengkel dan membawa ke rumah tersangka Bayu,” ungkap AKP Karwa.

Baca Juga :  Tempo Enam Jam, Polres Tanggamus Tangkap Pelaku Pembunuhan di Jalinbar Pugung

Selain di dua lokasi yang sudah dilaporkan, mereka juga pada 24 Juni 2020 lalu sekitar pukul 00.30 wita mengambil mesin pompa air di Banjar dinas Tegal, Desa Sangsit. Kemudian, pada 30 Oktober 2020 sekitar Pukul 01.00 Wita mengambil uang sebesar Rp4 juta di sebuah warung di Desa Giri emas.

Lalu pada 1 Februari 2021 sekitar pukul 24.00 wita mengambil mesin pompa air di Desa Giri emas. Dan pada 13 Februari 2021 sekitar Pukul 00.45 Wita mengambil 2 buah mesin pompa air di wilayah Desa Bungkulan.

“Barang-barang hasil curian dijual kepada pembeli rongsokan keliling secara satu per satu. Orang yang membeli mereka tidak kenal karena mesin tersebut dijual bukan kepada satu orang saja. Uang hasil dari penjualan itu lalu dibagi oleh mereka berempat,” jelas AKP Karwa.

Baca Juga :  Kapolres Pulau Ambon Ungkap Kasus Penjualan Senjata Api Ilegal

Dari hasil penyisiran, barang bukti yang diamankan polisi yakni berupa 1 mesin pompa air, 2 gerinda, 1 buah bor tangan, 1 travo las listrik, 1 spite cat, 1 dongkrak, 1 tang dan 1 obeng.

“Tersangka KS yang masih dibawa umur, maka proses hukumnya untuk dilakukan diversi. Sedangkan pelaku yang lain kami lakukan penahanan,” tegas Kapolsek Karwa.

Pada bagian lain, tersangka Bayu mengakui perbuatannya. Tak hanya itu, Bayu mengakui sebagai otak dari aksi pencurian ini.

“Semua (3 pelaku lain) atas inisiatif saya. Sebelum beraksi, kumpul di rumah dulu dan malamnya baru beraksi. Hasil dari pencurian itu, saya pakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ya pakai beli rokok dan makan,” singkatnya.

Keempat pelaku dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 7 tahun penjara. (Red/Jbm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.