JBM.co.id, Karangasem – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem saat ini menangani 3 kasus dugaan korupsi. Diantaranya merupakan kasus korupsi OTDW, bedah rumah di Tianyar Karangasem serta dugaan penyimpangan pengadaan masker.

Sebanyak tiga kasus dugaan korupsi ini akan terus dikebut hingga penyelesaian. Dan beberapa kasus telah masuk dalam tahap P21.

“Ada beberapa dugaan kasus korupsi yang saat ini sedang ditangani oleh Kejari Karangasem, diantaranya kasus obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW), bedah rumah serta yang terbaru dugaan penyimpangan dalam kegiatan pengadaan masker oleh Dinas Sosial Karangasem untuk seluruh Kecamatan di Karangasem,” kata Kajari Karangasem Aji Kalbu Pribadi S.H., M.H., dalam sambutanya di acara pelantikan Kasi Pengelola BB dan Rampasan, Kamis (18/2/2021).

Baca Juga :  Kasus Korupsi Retribusi ODTW, Dua Pejabat Dispar Karangasem Jalani Tahanan Kota

Aji Kalbu menjelaskan saat ini kasus yang sedang dalam penanganan akan terus dikejar hingga akhir. Kasus OTDW yang telah ditangani sudah masuk dalam tahap P21, dan kasus dugaan kasus bedah rumah masih dalam penyelidikan dan pendalaman yang bekerjasama dengan BPKP dalam menghitung Kerugian Negara (KN).

 

“Kasus-kasus yang saat ini sedang ditangani, akan di terus di kejar penyelesaiannya, dimana ada beberapa kasus yang sudah masuk dalam tahap P21, seperti kasus ODTW (Objek dan Daya Tarik Wisata), kasus bedah rumah di Tianyar yang merupakan hibah dari kabupaten Badung senilai 20 M 250 Juta sudah masuk dalam tahap penyelidikan dan pendalaman yang bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam menghitung kerugian Negara (KN),” ujar Aji Kalbu.

Baca Juga :  Klarifikasi Penanganan Perkara P3H,Kajari Soppeng: JPU Tak Melakukan Kriminalisasi Melainkan Murni Penegakan Hukum

Lebih lanjut, Aji Kalbu memaparkan saat ini juga telah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya penyimpangan pengadaan masker oleh Dinas Sosial. Dan saat ini tim Intelijen Kejari Karangasem masih melakukan pendalaman.

“Untuk yang terbaru saat ini, adalah adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan terjadinya penyimpangan pengadaan masker oleh Dinas Sosial Kabupaten Karangasem, dengan nilai pengadaan sebesar 2,9 Milliar yang saat ini sedang didalami bagian Intelijen Kejakasaan Negeri Karangasem,” paparnya. (Red/Jbm)

Baca Juga :  Gelar Aksi Papua Merdeka, Empat Oknum Mahasiswa Unkhair di DO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here