Daerah

Ditanya Anggaran Pemeliharaan Kabel, PLN Bali Bungkam

JBM.co.id, Denpasar | Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali I Made Arya terkesan enggan menjawab ketika salah seorang awak media menanyakan soal anggaran pemeliharaan kabel semrawut paska insiden yang nyaris merenggut nyawa seorang buruh pekerja I Gede Sukrada (46) tersengat arus listrik di Jalan Legian, Kuta, Badung, pada Kamis (21/01) lalu.

Arya berkilah, bukan kabel PLN semrawut, namun ada pula kabel lain di tempat sama. Hal ini disampaikan melalui chat di WhatsApp  (WA).

“Kita sudah sering, selalu dan terus mengedukasi masyarakat melalui medsos, instansi terkait.

Kita punya  Web Kehumasan Bali. Memang merubah mindset masyarakat tidak bisa instan. Butuh waktu, karena masyarakat mindsetnya begitu melihat kabel yang ada dipikiran mereka adalah PLN,” terang Made Arya dalam chat WhatsApp, Jumat (22/1).

Baca Juga :  Lahir Di Malaysia, Berkat TMMD-108 Nur Azikin Ingin Jadi Kowad

Nah, soal kabel PLN telanjang melintas di atas toko, Made Arya pun membantah, jika di tempat kejadian memakai kabel Medium Voltage Twisted Insulated Cable (MVTIC).

Menurutnya, di lokasi kejadian ada gardu dan korban bersangkutan terkena imbas terminating dari gardu. Begitu juga, jika tersengat arus listrik dipastikan korban tidak selamat.

“Disana (lokasi kejadian) bukan kawat telanjang, pakai MVTIC atau kabel berisolasi. Bahkan, ada gardu dan yang bersangkutan kena imbas dari terminating ke gardu, terminating sudah berisolasi.

Baca Juga :  Kabag Ops Polres Badung Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Massal

Kalo yang bersangkutan tersengat, maaf kecil kemungkinan selamat,” katanya.

Imbuh Arya, pemakaian kabel MVTIC tidak saja di Bali, bahkan juga di Indonesia, terlebih diakui di dunia lantaran sudah teruji.

Terkait kontrol dan pemeliharaan, Arya mengaku, menjaga kehandalan jaringan listrik sehingga pendistribusian listrik ke pelanggan tetap handal.

“Kontrol dan pemeliharaan jaringan tentu kami lakukan untuk menjaga kehandalan jaringan listrik sehingga pendistribusian listrik ke pelanggan tetap handal,” terangnya.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya diberitakan, seorang buruh bangunan bernama I Gede Sukarda tersengat kabel yang dialiri arus tegangan tinggi di Jalan Raya Legian, Kuta, Badung. Beruntung, pria kelahiran Mataram, NTB ini selamat meski mengalami luka bakar di punggungnya.

Baca Juga :  Peduli Covid-19 , PGRI Jembrana Serahkan 7,8 Ton Beras

Menurut sumber petugas, peristiwa dialami Sukarda terjadi pada Kamis (21/1) siang. Mulanya pria yang tinggal di Jalan Gunung Batur No. 89, Penyaitan, Pemecutan, Denpasar Barat ini, sedang memperbaiki salah satu atap toko.

“Sukarda naik ke atap toko membawa cat pelapis anti bocor. Dan ternyata dia mengecat di lokasi yang berbahaya dekat kabel. Padahal dia telah diperingati namun tidak diindahkannya,” ujar sumber yang wanti-wanti agar namanya tidak disebut. (Red/Jbm)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: