JBM.co.id, Singaraja – Penggeledahan dilakukan jaksa penyidik Kejaksaaan Negeri (Kejari) Buleleng, di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Anturan, Rabu (20/1). Penggeledahan itu dilakukan sekitar pukul 10.00 pagi, hingga pukul 17.35 sore.

Saat penggeledahan, jaksa menyita sejumlah dokumen dan sebuah mobil dari lembaga keuangan mikro milik Desa Adat Anturan tersebut.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Buleleng Wayan Genip mengatakan, perkara LPD Anturan sudah masuk tahap penyidikan sejak awal Januari lalu. Dengan begitu, jaksa pun mulai melakukan sejumlah upaya paksa, seperti melakukan penyitaan terhadap dokumen-dokumen pengelolaan keuangan pada LPD tersebut.

Baca Juga :  Dianggap Mencemarkan Nama Baik, Dua Media Online dan Dua Pengacara Disomasi

Selain menyita dokumen, Genip mengaku menyita mobil milik Ketua LPD Anturan.

“Mobil itu disita, karena dulunya tercatat sebagai aset LPD Anturan. Ada atas nama Ketua LPD, ada atas nama pengurus, ada juga atas nama karyawan. Semuanya sudah kami ajukan blokir, agar tidak bisa dipindahkan ke pihak ketiga,” ungkap Genip.

Disamping itu, jaksa juga menyita beberapa dokumen aset milik LPD Anturan berupa sertifikat, bilyet giro, rekening bank, serta polis asuransi. Seluruh dokumen itu sebenarnya tercatat sebagai aset LPD.

Baca Juga :  KISRUH SEMPADAN PANTAI DI ANTURAN HAPPY ENDING

“Namun berdasarkan penelusuran jaksa, ternyata dokumen-dokumen itu tercatat atas nama pribadi,” terangnya.

Imbuh Genip, pihaknya akan melakukan proses penyidikan lebih lanjut. Dimana saat ini, jaksa penyidik masih fokus mempelajari dokumen-dokumen yang telah disita.

“Ya, sekaligus melakukan penghitungan terhadap potensi kerugian negara. Setelah itu, jaksa akan melakukan pemanggilan saksi-saksi secara bertahap,” tandasnya. (Red/JBM)

Baca Juga :  Mensos Tersangka, Jokowi: Saya Tidak Akan Melindungi yang Terlibat Korupsi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here