Gelapkan Pajak, SEI Rugikan Negara Rp 320 Juta

2 min read
Spread the love

JBM.co.id, Mangupura – Kasus dugaan penggelapan pajak dilakukan tersangka SEI merupakan Direktur PT GPM memasuki babak baru. Kini, Kepolisian Daerah Bali dan Tim Penyidik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bali, resmi menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Tim Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Badung.

Data dihimpun, tersangka SEI melakukan tindak pidana perpajakan tidak menyetorkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang telah dipungut atau dipotong dari lawan transaksi.

Perbuatan tindak pidana perpajakan itu, dilakukan tersangka sejak Maret 2016 hingga Desember 2017 lalu. Nah, atas perbuatan itu, SEI telah menimbulkan kerugian pada pendapatan negara sekurang-kurangnya Rp 320-an juta.

Baca Juga :  KETUA BUMDES SAMBANGAN MUNDUR, DIDUGA GELAPKAN UANG BUMDES

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Badung, I Ketut Maha Agung SH, MH mengungkapkan, tersangka SEI telah diserahkan kepada Penuntut Umum untuk dilanjutkan ke tahap Penuntutan dengan dugaan melanggar Pasal 39 ayat (1) huruf c dan huruf d dan huruf i Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali dirubah terakhir dengan Undang-Undang  R.I. Nomor 16 Tahun 2009.

“Penyidikan Pidana Pajak adalah bagian dari tindakan penegakan hukum di Direktorat Jenderal Pajak. Tindakan ini merupakan upaya terakhir atau ultimum remedium, sebelum dilakukan penyidikan, wajib pajak harus sudah dilakukan tindakan pengawasan dan pemeriksaan bukti permulaan, dan selama proses pemeriksaan bukti permulaan, wajib pajak diberi hak untuk melakukan pengungkapan ketidakbenaran perbuatan sesuai pasal 8 (3) UU KUP dengan membayar pajak yang terutang beserta sanksi denda,” ungkap Kajari Maha Agung, Selasa (19/1) melalui telepon seluler.

Baca Juga :  Kasus Suap Proyek Infrastruktur di Maluku, KPK Garap Cak Imin

Meski demikian, sebut Kajari Maha Agung, tersangka SEI tidak menggunakan hak tersebut, sehingga Penyidik Ditjen Pajak melanjutkan kasusnya ke proses penyidikan.

“Penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) sudah dilaksanakan dengan memeriksa tersangka SEI terkait dugaan tindak pidana yang telah dilakukan,” imbuhnya.

Kajari Maha Agung merinci, sebanyak 592 barang bukti telah diperiksa, dimana sebelumnya seluruh barang bukti telah dilakukan penyitaan dalam tahap penyidikan.

Baca Juga :  KETUA KOMNAS PA, MERDEKA SIRAIT: “POLRES BULELENG SEGERA TANGKAP PELAKU EKSPLOITASI ANAK DALAM KEGIATAN POLITIK”

“Nah, setelah pemeriksaan selesai, selanjutnya tersangka SEI ditahan oleh Penuntut Umum selama 20 hari terhitung mulai hari ini (19/1). Tersangka SEI ditahan di Rutan Polda Bali,” pungkasnya. (Red/Jbm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.