OTG Dilarang Isolasi Mandiri di Rumah

2 min read
Spread the love

JBM.co.id, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng, Bali melarang isolasi mandiri bagi pasien terkonfirmasi orang tanpa gejala (OTG).

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Buleleng dr I Nyoman Sutjidra juga selaku Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 di Kantor Bupati Buleleng, Senin (18/1).

Sutjidra menjelaskan, keterisian kamar isolasi rumah sakit (RS) di Kabupaten Buleleng bagi pasien terkonfirmasi Covid-19 sudah sangat tinggi. Satgas menyarankan OTG melakukan isolasi mandiri di hotel sesuai dengan anjuran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng.

Baca Juga :  Babinsa Edukasi Warga Binaan Pentingnya Prokes Saat Ini

“Tidak boleh lagi isolasi di rumah. Kenapa? Ya, karena isolasi mandiri di rumah itu sangat berisiko,” terangnya.

Imbuh Sutjidra, di samping itu, isolasi mandiri berisiko untuk lingkungan sekitar. Meski pasien tersebut memiliki fasilitas cukup memadai untuk melakukan isolasi mandiri, dikhawatirkan terjadi kontak dengan keluarga ataupun lingkungannya.

“Alasan lain, isolasi mandiri pasien terkonfirmasi memang dibutuhkan kedisiplinan diri agar tidak lagi ada kasus seperti di Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng dan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dukung Persiapan New Normal, Kodim Kendari Akan Kerahkan Pasukan

Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng menegaskan, isolasi mandiri di hotel telah disediakan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Saat ini di Buleleng, penambahan kasus terkonfirmasi disebabkan oleh klaster keluarga.

“Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Sukasada akan diatensi penuh,” imbuhnya.

Sampai saat ini data perkembangan penanganan covid-19 di Kabupaten Buleleng secara kumulatif kasus suspek sebanyak 1.837 orang.

Rinciannya, suspek konfirmasi 700 orang, discarded 1.038 orang, suspek masih di pantau 41 orang, dan probable 58 orang. Sementara kontak erat secara kumulatif di Kabupaten Buleleng terdapat 9.014 orang.

Baca Juga :  Satgas Gugus Tugas COVID-19 Sultra Datangi Mako Yonif 725/Woroagi

Dengan rincian kontak erat konfirmasi sebanyak 547 orang, discarded 8.005 orang, karantina mandiri 151 orang, dan kontak erat menjadi suspek 311 orang.

Diluar itu terdapat kasus konfirmasi non suspek/kontak erat sebanyak 226 orang. Dan kasus pelaku perjalanan terkonfirmasi sebanyak dua (2) orang. (Red/Jbm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.