DENPASAR, WWW.JBM.CO.ID- Sejumlah elemen masyarakat di Bali menggelar aksi damai di tempat yang berbeda, menolak adanya ormas radikal dan segala bentuk intoleransi.

Aksi damai yang dipimpin Sutikno dari Komunitas Anti Radikalisme dengan jumlah masa 15 orang, digelar di Monumen Bajra Sandhi, Jalan Raya Puputan Renon Denpasar, Sabtu (19/12) sekitar pukul 10.WITA.

Massa aksi membentangkan spanduk yang bertuliskan Bali Menolak Radikalisme dan Intoleransi, Basmi Radikalisme, Negara Jangan Mundur Menumpas Preman Berkedok Agama, Ayo Dukung TNI POLRI Lawan Kelompok Radikal Pecinta Teroris dan Toleransi Harga Mati.

Baca Juga :  DPD HAMI BALI BAGI-BAGI SEMBAKO KE KUBE MASSAGE TUNANETRA DAN PA

Aksi serupa juga digelar di Kantor DPRD Denpasar. Massa yang menamakan diri Komunitas Bhineka Tunggal Ika dengan jumlah massa 15 orang, dipimpin Korlap Susilo. Massa menyuarakan aspirasinya menolak radikalisme dan intoleransi di Bali.

Dalam aksi damai tersebut, massa membentangkan spanduk yang bertuliskan Ayo saudaraku mari rapatkan Pancasila dan NKRI dengan tidak terpengaruh radikalisme, Kalo ada yang asik ngapain pilih yang berisik,Tolak provokator yang mengatasnamakan agama, Jaga NKRI dari kelompok radikal dan intoleransi, Kami siap memberantas pemecah persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca Juga :  Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Bali Terima Kunker Reses Komisi III DPR RI

Pada pukul 11.15 s.d 11.25 Wita bertempat di Bundaran Catur Muka Denpasar Elemen Anak Bangsa dengan massa 15 orang yang dipimpin oleh Korlap Juan juga melakukan aksi serupa, menolak radikalisme dan intoleransi di Bali.

Massa juga membentangkan spanduk dengan tulisan Kami siap memberantas pemecah persatuan dan kesatuan bangsa, Toleransi kunci utama kesejahteraan bangsa Indonesia, Jaga NKRI dari kelompok radikal dan intoleran, Negara tidak boleh kalah dengan ormas yang melakukan aksi premanisme, Jangan usik NKRI dan Pancasila.

Baca Juga :  Pemkab Pacitan Masih Menunggu Keputusan Gubernur Jatim Untuk Melakukan Perpanjangan PPKM. Ini Penjelasan Jubir GTPP Covid-19 Pemkab Pacitan

Pantauan media ini, dari berbagai elemen masyarakat yang melakukan aksi damai, mereka menyampaikan orasi yang intinya adalah menolak keras radikalisme dan intoleransi di Pulau Bali karena mengganggu kerukunan masyarakat Bali dan merugikan pariwisata di tengah pandemi Covid-19. (TIM/JBM/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here