Dugaan Korupsi di BUMDes Bulian, Tim Pencari Fakta Ngadu ke Tipikor

2 min read

Foto Ist: Tim Pencari Fakta BUMDes ngadu ke Tipikor Polres Buleleng

Spread the love

Singaraja, JBM.co.id – Ternyata sebagian besar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Buleleng, Bali, bermasalah. Sebagai bukti, kini masyarakat Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan mencium bau tak sedap dalam pengelolan dana BUMDes Gunung Sari Mas, Desa Bulian.

Untuk menelesuri bau busuk tersebut, masyarakat Bulian pun sudah membentuk Tim Pencari Fakta. Tim ini pun sudah bergerak, dan Selasa (15/12/2020) pagi empat orang dari Tim Pencari Fakta mendatangi Polres Buleleng, Tujuan mereka adalah bertemu dengan Unit Tipikor Satreskrim Polres Buleleng untuk berkonsultasi masalah penyelewengan atau dugaan korupsi di BUMDes Gunung Sari Mas, Desa Bulian.

Salah satu anggota Tim Pencari Fakta, Komang Budiarta menjelaskan bahwa pihaknya menduga terjadi penyelewengan dana BUMDes sebesar Rp 125 juta. Penyelewengan dana itu diperkirakan terjadi sejak 2019 hingga 2020 olehh salah satu mantan pengurusnya berinisial WB.

Baca Juga :  Berkas Perkara Diteliti, Andi Irfan Jaya Ditetapkan Menjadi Tersangka Dalam Kasus Dugaan Suap Jaksa Pinangki

Budiarta menceritakan bahwa penyelewengan dana ini baru diketahui oleh pihaknya pada Agustus lalu, saat Bulian dipimpin oleh Perbekel baru, I Made Sudiarsa saat dilakukan audit terhadap BUMDes Gunung Sari Mas.

“Setelah diemukan penyelewengan, sempat dilaksanakan musyawarah desa sampai tiga kali. Anehnya, saat musyawarah desa dilaksanakan tiga kali, WB bersama pengurus yang lain langsung mengundurkan diri. Tidak ada pertanggung jawaban dan penjelasan dari dia,” urai Budiarta.

Budiarta mengungkapkan bahwa pihaknya pun melaporkan masalah tersebut kepada Inspektorat Buleleng, hingga sempat dilakukan audit terhadap dana BUMDes.

Baca Juga :  PUTUSAN SELASA PEKAN DEPAN, PENGACARA DHAMANTRA YAKIN HAKIM KABULKAN GUGATAN

“Dari hasil audit pihak inspektorat, ditemukan adanya kesalahan pencatatan sebesar Rp 75 juta. Hasil audit ini uniknya hanya disampaikan secara pribadi oleh pihak inspektorat kepada WB. Bukan ke masyarakat langsung,” jelasnya.

Kenapa harus melapor ke Tipikor? Langkah hukum harus dilakukan karenahasil audit yang didapatkan dari pihak desa dengan pihak inspektorat berbeda, sehingga Tim Pencari Fakta BUMDes Gunung Sari Mas pun melapor ke unit Tipikor Polres Buleleng, dengan harapan agar dilakukan audit kembali untuk memastikan apakah benar terjadi penyelewengan dana atau tidak.

Baca Juga :  Pemilihan Kabareskrim Molor, Anggota Komisi Hukum DPR Bela Kapolri

“Kami selama ini bertanya-tanya apa benar BumDes kami ini sehat. Setiap tahun sih para pengurusnya mengklaim ada keuntungan. Tapi masyarakat mau tau berapa sih keuntungan yang didapatkan BumDes selama ini, karena tidak pernah bisa disampaikan oleh para pengurusnya,” tandasnya.

Kasubbag Humas, Iptu Gede Sumarjaya, SH, mengatakan, kedatangan sejumlah warga Bulian itu masih sebatas pengaduan masyarakat. “Sebatas pengaduan, dan saat ini masih diselidiki oleh Unit Tipikor. Tentu akan digali lagi keterangan dari beberapa orang. Pasti nanti akan dilakukan audit, untuk menentukan apakah ada kerugian atau tidak,” tandas Sumarjaya. frs/jmg/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.