Satgas Covid-19 Buleleng Stop Mahakarya Kutus-Kutus di Krisna Fantastic Land

2 min read
Spread the love

Singaraja, JBM.co.id – Ternyata Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Buleleng, Bali, lebih peka terhadap situasi dan bersikap tegas.

Bupati Agus langsung menyetop kegiatan Mahakarya Kutus-Kutus yang digelar PT Kutus-Kutus Herbal di Kawasan Krisna Fantastic Land, Desa Temukus, Kecamatan Banjar mulai dari Jumat (11/12/2020) sampai dengan Sabtu (12/12/2020) itu.

Bupati Agus pun mengeluarkan surat keterangan bernomor: 443/3443/Pem/XII/2020 untuk mencabut izin kegiatan Mahakarya Kutus-Kutus. Ini berarti, acara Mahakarya Kutus-Kutus dalam rangak HUT PT Kutus-Kutus ke-7 dan pengoperasian Hotel Sunari Kutus-Kutus Lovina hari kedua Sabtu (12/12/2020) ditiadakan.

Baca Juga :  Kerahkan Ratusan Personil, Polres Buleleng Kawal Ketat Pendistribusian Vaksin Covid-19 

“Bahwa mengacu pada perkembangan penyebaran Covid-19 belakangan ini dan berdasarkan aspirasi masyarakat maka dalam rangka percepatan penanggulangan penyebaran Covid-19 dan untuk menjaga situasi kondusifitas keamanan dan ketertiban di masyarakat, maka dengan ini izin terhadap pelaksanaan kegiatan Mahakarya Kutus-Kutus 2020 yang berlokasi di Krisna Fantastic Land kami nyatakan dicabut dan untuk itu rangkaian kegiatan selanjutnya agar ditiadakan,” demikian bunyi surat pencabutan Bupati Buleleng yang dikirim kepada CEO PT Kutus-Kutus Herbal tertanggal 12 Desember 2020.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: BUPATI AGUS PERINTAHKAN PERBEKEL PERKETAT PINTU MASUK DESA

Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Buleleng, Drs Gede Suyasa, M.Pd, kepada wartawan menyatakan bahwa Tindakan tegas ini diambil Sargas Covid-19 Buleleng dengan tujuan untuk mencegah kerumunan dan menjaga keamanan public.

Kata Suyasa, Langkah tegas itu diambil setelah melakukna evaluasi terhadap kegiatan hari pertama Jumat (11/12/2020) sore telah dilangsungkan kegiatan di Krisna Fantastic Land di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng. Alhasil, terjadi respons yang dinilai kurang baik dari masyarakat setempat maka kegiatan selanjutnya dihentikan.

Baca Juga :  ANAK DI BAWAH UMUR DIAJAK YOGA TANPA IZIN ORTU LANGGAR PERINDUNGAN ANAK

“Setelah hari pertama dilangsungkan, kemudian ada respons publik yang kurang baik dari masyarakat setempat. Meskipun pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) dalam kegiatan itu sudah dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku. Tetapi, sesuai dengan hasil rapat sebelumnya bahwa apabila terjadi respons yang kurang baik di masyarakat maka kegiatan tersebut harus dihentikan,” tegas Suyasa, Sabtu (12/12/2020).

“Silahkan mengalihkan ke kegiatan-kegiatan lain yang bersifat tidak berkerumun,” sambung Suyasa. frs/jmg/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.