PT Dirgahayu Valuta Prima Raih Penghargaan KPwBI Bali

3 min read
Spread the love

DENPASAR, WWW.JBM.CO.ID- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali memberikan penghargaan PT Dirgahayu Valuta Prima katagori Kuvpa, dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Hotel Prama Sanur, Bali, Kamis (3/12).

Pimpinan PT Dirgahayu Valuta Prima, Gede Ngurah Ambara Putra menerima penghargaan yang secara langsung diserahkan oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho.

Ngurah Ambara tidak menyangka mendapatkan penghargaan dari KPwBI Bali. “Kemarin saya hanya mendapatkan informasi bahwa masu nominasi, akan tetapi tidak menyangka mendapatkan award ini,” tuturnya.

Menurut Ngurah Ambara dalam menjalankan perusahaan di bidang penukaran valuta asing, pihaknya hanya menjalankan aturan yang telah ditentukan. Seperti pelaporan ke Bank Indonesia, Pajak, PPATK, serta yang lainnya, sangat ia taati. “Jadi kami tidak sekedar mencari keuntungan saja. Dalam menjalankan bisnis aturan paling pertama yang kami terapkan.” jelasnya.

Ngurah Ambara mencontohkan, jika ada yang menukarkan mata uang asing ke
Money Changer miliknya wajib membawa identitas diri. Jika tidak, maka tidak akan dilayani. “Kendatipun itu merugikan, tapi kami tetap mengedepankan hal itu.

Baca Juga :  Ketua LSM Jarrak Dukung Pengusutan Kasus Penghinaan Pecalang Oleh Munarman

Karena jika terjadi apa-apa, maka itu akan mudah dalam pelacakan. Dan masyarakat tidak keberatan dengan aturan itu, karena mereka mendapatkan dana dari cara yang bersih,” ujarnya.

Lanjut Ngurah Ambara, yang paling berat adalah laporan PPATK harus detail tentang sumber dana yang ditukarkan masyarakat. “Penukaran uang itu bisa dari wisatawan mancanegara, pelancong dalam negeri, ASN, dan juga masyarakat umum. Itu semua harus dicatat. Kalau dari ASN itu lebih berat lagi, harus digali dari mana sumber dana itu,” bebernya.

Kendatipun aturan yang diterapkan cukup berat, namun diakuinya omzet dari bisnisnya ini, khususnya sebelum Pandemi Covid-19 meningkat.

“Awalnya kami memang khawatir. Aturan bertele-tele ini membuat omzet menurun. Namun, karena nama perusahaan dan reformance kami dengan pelayanan terbaik, mereka juga merasa bahwa uang itu bukan berasal dari negatif, maka kami tidak ditinggalkan customer,” ungkapnya.

Pihaknya menduga, penerapan aturan dan disiplin melaporkan ke PPATK menjadi penilaian oleh KPwBI.

pihaknya tak menampik bisnis penukaran mata uang asing ini mengalami penurunan yang cukup drastis dimasa Pandemi sekarang ini.

Baca Juga :  Wasek DPD Golkar Pacitan Sebut, Pelecehan Simbol Partai Bisa Dibawa Ke Jalur Hukum

Kendatipun demikian, masih ada beberapa wisatawan asing yang masih tinggal di Bali melakukan penukaran ke money changer-nya. “Kami juga mengelola dana-dana masyarakat, khususnya mereka yang bekerja di luar negeri maupun yang tinggal di Bali, masih spend money, secara perlahan,” jelasnya.

Terkait karyawan, pihaknya tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Akan tetapi, melakukan pengaturan jam kerja.

“Kami belum ada PHK, kami ajak karyawan untuk kerjasama dengan memberitahukan kepada mereka tentang dampak Pandemi ini, sehingga disepakati melakukan pengaturan kerja,” bebernya seraya mengatakan, total karyawan sebanyak 125 orang.

Ke depan pihaknya akan terus meningkatkan kinerja dan pelayanan terhadap para customer. “Ini penghargaan yang ketiga kalinya dari BI. Sejak tahun 2018 kami berhasil meraih award dari BI,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Rizku Ernadi Wimanda mengatakan, PTBI merupakan pertemuan tahunan Bank Indonesia yang diikuti seluruh kepala daerah stakeholder. Di mana tujuannya untuk melakukan evaluasi, prospek dan penyampaian arah kebijakan ekonomi ke depan.

Baca Juga :  Kasus Positif COVID-19 Melesat Naik 1.241, Total 34.316

“Pelaksanaan PTBI ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini karena adanya pandemi Covid-19 maka menggunakan metode hybrid, yaitu secara offline maupun online.

Selain itu, juga dilakukan serentak dan dihadiri Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo,” ungkapnya. Sementara terkait penghargaan kepada mitra kerja baik itu di lingkungan Pemerintahan Provinsi Bali, kabupaten/kota, instansi pusat, perbankan maupun media, merupakan pertamakali dilakukan KPwBI Bali.

Dalam acara dengan tema ‘Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi’ tersebut, selain penghargaan kepada PT Dirgahayu Valuta Prima, juga diserahkan penghargaan kepada 11 mitra kerja KPwBI Bali.

Untuk kategori Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) diraih Badung, kategori Dinas Provinsi diraih (BPKAD), kategori instansi vertikal DJPB, kategori BUMN PT Angkasa Pura I (Persero), kategori liaison Transmart Carrefour, kategori survey Karya Luhur Permai (Tiara Dewata), kategori terbaik UMKM Agung Bali Colletion, kategori media massa Bali Post, kategori bank BPD Bali, kategori bank terkreatif Bank Mandiri, dan bank terbaik dalam pelayanan kas diraih BNI. (Red/AJ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.