Gunung Ile Lewotolok Erupsi: Dampak Erupsi, Desa Lamawara dan Bungamuda Paling Parah

2 min read

Foto screenshut video amatir: Gunung Ile Lewotolok meletus Minggu (29/11/2020)

Spread the love

Lembata, JBM.co.id – Gunung Api Ile Lewotolok yang terletak di Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata kembali mengalami erupsi pada Minggu (29/11/20) sekitar pukul 09:27 wita. Erupsi gunung api aktif ini disertai dengan materi abu vulkanik, pasir dan kerikil.

Wartawan Jarrakposkupang.com (Jarrak Media Group/JMG) Artos Tobiona dari Kabupaten Lembata, NTT, melaporkan bahwa dua desa di lereng gunung itu terdampak paling parah yakni Desa Lamawara dan Bungamuda.

Dilaporkan bahwa ketebalan material erupsi hingga 2 sentimeter menutupi jalan badan dan lokasi sekitarnya.

Baca Juga :  JOKOWI LEBIH PILIH TRI HANDOKO, ETNIS NON-BALI PERTAMA JADI DIRJEN BIMAS HINDU

Tadeus Duru Langobelen, warga masyarakat Desa Lamawara mengaku bahwa ketika terjadi erupsi, warga berhamburan keluar rumah dan berlari dalam suasana panik. “Saat hujan batu turun, banyak warga yang panik dan berhamburan keluar rumah, banyak yang menuju Gereja karena agak aman. Ada juga yang mempunyai kendaraan langsung bergerak ke lokasi kebun di Parek Walang, setelah berkumpul di Gereja baru dijemput ke Lewoleba,” tutur Tadeus.

Baca Juga :  HASIL INVESTIGASI TIM LKPA COVID 19 SUMSEL DI 18 KECAMATAN KOTA PALEMBANG

Tadeus mengaku banyak warga yang berlari sambil ketakutan dan trauma dengan gempa bumi beberapa tahun lalu.

Kepala Desa Lamawara, Moses Soge, menjelaskan bahwa selain abu vulkanik yang menggangu kesehatan masyarakat, kerikil dan bebatuan yang turun juga berakibat pada rusaknya bangunan rumah masyarakat. “Erupsi tadi berakibat pada jebolnya seng di puluhan rumah masyarakat. Keadaan seperti ini sehingga belum terdata secara pasti tetapi rata-rata semua mengeluh sengnya bocor. Selain itu, batuan dan kerikil serta abu vulkanik sangat tebal menutupi setiap lokasi yang ada di Lamawara dan Bungamuda,” terang Kades Moses.

Baca Juga :  HARI JADI PROVINSI BALI KE-62: BULELENG SUKSESKAN PROGRAM PEMBANGUNAN BALI

Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa masyarakat mengungsi ke Lewoleba, Waipukang, lokasi kebun Parek Walang yang kebanyakan berada di rumah keluarga. Hingga berita ini diturunkan, masih terdengar bunyi-bunyian dari puncak gunung Ile Lewotolok. tim/jmg/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.