Pacitan,jbm.id- Ketua Bawaslu Pacitan, Berty Stevanus tegaskan, disepanjang masa kampanye Pilbup, memang belum ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh kedua pasangan calon, bupati dan wakil bupati. “Selama pelaksanaan kampanye resmi, memang kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati, belum ditemukan adanya dugaan pelanggaran.

Hanya saja, kami (Bawaslu) sekarang ini tengah menyikapi informasi awal dugaan ketidaknetralan aparatur sipil negara (ASN). Informasi tersebut, tengah kita sikapi,” kata Berty, melalui ponselnya, Selasa (10/11).

Baca Juga :  Nur Sigit Effendi, Dijagokan Sembilan Parpol Koalisi Sebagai Bacawabup Nyawiji

Menurut Berty, ditengah masa pandemi global coronavirus disease (covid-19) ini, memang banyak pelaku UMKM yang mengalami perlambatan. Omset dan aset mereka banyak yang hilang.

Belum lagi masyarakat bawah, yang benar-benar terpukul dengan persoalan penyakit tersebut. “Ini menjadi atensi Bawaslu, jangan sampai keterpurukan perekonomian masyarakat akibat dampak covid-19 itu, akan dimanfaatkan oleh pasangan calon. Jadi kami memang lebih intensif dalam pengawasan politik uang,” jelasnya.

Baca Juga :  Sakundoko Masuk Bursa Bacawabup PKB?

Lebih lanjut, mantan sekretaris KPU Pacitan ini mengingatkan, agar pasangan calon dan timnya untuk lebih waspada dan berhati-hati, jangan sampai melakukan politik uang ditengah perhelatan Pilbup serentak. “Kalau terbukti (politik uang), baik yang menerima maupun yang memberi, dimata hukum, sanksinya sama. Mereka bisa dipidana selama tiga tahun penjara,” tegasnya. (yun).

Baca Juga :  TERBUKTI SELINGKUHI ISTRI TETANGGA, KETUA LPD PANGKUNGPARUK DICOPOT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here