Soal AMDAL Pasar Banyuasri, Kadis PUPR Buleleng Adiptha Berbohong?

3 min read

Foto Dok: Kadis PUPR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra

Spread the love

Singaraja, JBM.co.id – Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buleleng, Bali, I Putu Adiptha Ekaputra, ST, diduga melakukan pembohongan publik.

Karena statement Kadis Adiptha soal IMB terutama analisis dampak lingkungan (Amdal) revitalisasi Pasar Tradisional Banyuasri di Kota Singaraja bertentangan dengan statement Kadisperindagkop Buleleng Dewa Made Sudiarta.

Bahkan, Kadis PUPR Adiptha juga bertentangan dengan statementnya sendiri soal kajian lingkungan proyek revitalisasi Pasar Rakyat Banyuasri.

Pada hari Selasa tanggal 18 Agustus 2020 siang ditemui media di ruang kerjanya untuk mengkofirmasikan kritikan anggota DPRD Buleleng soal IMB pembangunan Pasar Tradisional Banyuasri, pejabat milineal ini menyatakan bahwa IMB Pasar Banyuasri itu belum terbit karena masih terkendala dua hal yakni belum keluarnya hasil kajian Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) dan belum adanya kajian analisis lingkungan (Amdal).

Kadisperindagkop Buleleng Dewa Made Sudiarta yang ditemui secara terpisah Rabu tanggal 19 Agustus 2020 di ruang kerjanya juga mengakui bahwa IMB proyek revitalisasi Pasar Tradisional Banyuasri tidak bisa terbit karena dua hal yang belum bisa dipenuhi kala itu.

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi Aparatur Pasar, Disperindag Lakukan Pembinaan

Kepada media ini, Dewa Sudiarta mengungkapkan bahwa permohonan IMB baru tanggal 8 Mei 2020 lalu diajukan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) alias Dinas Perizinan Kabupaten Buleleng.

Alhasil, IMB belum bisa diterbitkan oleh Dinas Perizinan Kabupaten Buleleng karena permohonan IMB masih kekurangan dua dokumen penting. Yakni dokumen kajian lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan dokumen dari Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG).

“Kemudian dari usulan yang kita lakukan itu rupanya ada dua hal yang belum bisa dipenuhi. Yaitu, pertama kajian TABG dan dokumen evaluasi lingkungan hidup. Dua itu yang belum kita lengkapi,” beber Kadis Dewa Sudiarta.

Yang menariknya, Kadis Dewa Sudiarta membeberkan bahwa dokumen evaluasi lingungan hidup tidak akan bisa keluar hingga bangunan pasar itu selesai. Karena menurut rencana karena pengusulan IMB dilakukan saat pembangunan sudah berjalan maka evaluasi lingkungan hidup akan dilakukan setelah bangunan pasar selesai.

Baca Juga :  Bank Pemkab Gianyar Berganti Nama Jadi Bank Daerah Gianyar

“Karena ini singkat waktunya, karena dibutuhkan tiga bulan lebih, maka kita usulkan tahun 2021. Hasil konsultasi kami dengan DLH, evaluasi lingkungan akan dilakukan setelah bangunan selesai,” bebernya. “Setelah selesai kita proses cepat di awal Januari nanti,” sambungnya lagi.

Tapi anehnya, Kadis PUPR Buleleng Putu Adiptha Ekaputra yang kembali ditemui media ini Senin (9/11/2020) siang sekitar pukul 13.02 wita di ruang kerja malah membuat statemen mengejutkan.

Ia menyatakan bahwa IMB proyek revitalisasi Pasar Tradisional Banyuasri sudah terbit. Karena syarat kajian dampak lingkungan sudah dterbit.

Apakah AMDAL-nya sudah terbit? “Sudah terbit. Bukan AMDAL tetapi UKL-UPL,” jawab Kadis Adiptha.

Kemudian Kadis Adiptha menjelaskan bahwa kalian lingkungan yang diberikan kepada proyek revitalisasi Pasar Tradisional Banyuasri adalah UKL-UPL bukan AMDAL. Ia beralasan bahwa karena luasan areal proyek itu di bawah 5 hektar sehingga dokumen lingkungan yang diberikan hanya berupa UKL-UPL. “Karena luasnya di bawah 5 hektare sehingga dokumen lingkungan UKL-UPL bukan AMDAL. Kalau AMDAL yang luasanya di atas 5 hektar,” jelas Kadis Adiptha.

Baca Juga :  IHSG dan Rupiah Ditutup Stabil

Terkait progress pengerjaan proyek, ia menyebutkan bahwa hingga akhir bulan Oktober 2020 lalu progesnya sudah mencapai 92,5 persen. “Jadi, hingga hari ini progesnya kira-kira sudah mencapai 93 persen. Ya, tinggal 7 persen lagi,” sebut Kadis Diptha.

Kadis Adiptha dengan penuh percaya diri menyatakan bahwa proyek itu bakal selesai pengerjaannya awal bulan Desember 2020 nanti. “Astungkara lancar sehingga pada awal Desember 2020 bisa mencapai 100 persen,” jelasnya.

Terkait peresmian, Kadis Adiptha menyebutkan ada dua pilihan. Pertama, Pasar Banyuasri diresmikan Gubernur Bali DR Ir I Wayan Koster, MM. Kedua, Pasar semi modern kedua di Bali setelah Pasar Badung itu rencananya diresmikan Presiden Jokowi. frs/jmg/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.