Gagarin, Si Jagal Sapi Yang Ulet dan Rendah Hati

3 min read
Spread the love

Pacitan,jbm.co.id- Sekilas mengenal sosok Gagarin, semasa muda. Sebagai anak kampung, yang terlahir dari keluarga sederhana, tentu membuat Gagarin muda kala itu harus banting tulang dan memutar otak, agar usaha yang dirintisnya bisa menjadi besar dan sukses seperti pelaku usaha pada umumnya.

Namun hal tersebut tak semudah yang dibayangkannya. Sejak ia menyelesaikan bangku kuliah, sekitar Tahun 1996 silam, Gagarin berjanji, sudah tak akan lagi meminta jatah bulanan kepada kedua orangtuanya.

Apalagi saat itu, usaha jagal sapi yang dirintis, Karjuni, ayahandanya, mulai mengalami pasang-surut. “Saya berjanji sama diri sendiri, selepas kuliah saya harus bisa mandiri. Tidak akan lagi meminta jatah uang bulanan sama bapak,” tutur Gagarin, saat ditemui dikediamannya, di kawasan Barean, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Ahad (18/10).

Berbekal sedikit rupiah, yang pernah ditabung semasa duduk di bangku kuliah, Gagarin muda saat itu, berusaha mencari peluang usaha sampai ke Surakarta/Solo.

Saban malam pasaran Pahing, dengan modal rupiah yang terbilang sangat minim, ia bertekad pergi ke Solo dengan cara ndompleng truk pengangkut kelapa.

“Karena uang yang saya punya sangat minim, lapar dan dahaga harus saya tahan. Sampai-sampai ketika truk kelapa yang saya tumpangi berhenti disebuah rumah makan, saya hanya bisa diam dan menahan untuk tidak ikutan makan dan minum.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Confirm Di Pacitan, Kembali Bertambah 15 Orang

Memang sempat ditawari makan sama ibu-ibu pedagang kelapa untuk makan, namun karena sungkan saya menolak, dengan alasan sudah kenyang,” tuturnya, mengenang sejarah hidup yang ia jalani hingga mencapai kesuksesan seperti sekarang ini.

Setibanya di Pasar Legi, Solo, Gagarin lantas bergegas untuk mencari peluang, apa sekiranya yang bisa dia kulak, untuk kemudian dijual kembali di kampung halamannya, Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo. “Pokoknya saya cari peluang, apa saja yang bisa saya beli, untuk saya jual kembali di Pacitan (Ngadirojo),” sambungnya.

Namun jerih payah yang dijalaninya itu tak berjalan lama, sebab diawal Tahun 1997, usaha jagal sapi milik orang tuanya, mengalami gonjang-ganjing. Akhirnya Gagarin diminta oleh bapaknya kala itu, untuk bisa melanjutkan usaha jagal sapi yang telah dirintisnya sejak lama.

Sebagai anak laki-laki yang sangat digadang oleh sang ayah, Gagarin pun menuruti kemauan orang tuanya untuk banting setir, dan melanjutkan usaha jagal sapi. Sekalipun ia masih terbilang “miskin” pengetahuan soal ternak sapi kala itu.

Baca Juga :  PUKAT UGM NILAI PRESIDEN JOKOWI JAGO CARI ALASAN TIDAK TERBITKAN PERPPU KPK

Akan tetapi berkat keuletannya, sampai pada 21 Juni 1997 sebelum bapaknya wafat, Gagarin rupanya telah berhasil menunjukkan prestasi sangat membanggakan bagi Karjuni, ayahandanya.

Usaha jagal sapi yang semula hampir bangkrut, namun dengan sentuhan ketulusan dari seorang Gagarin, akhirnya kembali pulih, bahkan banyak mengalami kemajuan. “Sebelum bapak meninggal, Alhamdulillah saya berhasil memulihkan usaha jagal sapi milik keluarga. Bapak sangat bangga dengan apa yang saya lakukan kala itu. Semua tanggungan ke peternak, sudah bisa kami cukupi,” kenangnya.

Dari sekelumit cerita tersebut, ada satu hal yang membuat Gagarin trenyuh dan tak akan pernah dia lupakan dispenjang hidupnya. Yaitu ketika sebelum wafat, Karjuni, ayahandanya sempat memberikan wasiat yang menurutnya sangat berat, namun tetap bisa ia lakukan. “Besok kalau hidupmu sudah enak, tolong angkat (bantu) adikmu. Insyaallah besok kamu akan menemui masa kejayaan. Karena itu, jangan lupa bantulah saudaramu,” cerita Gagarin mengenang wasiat alamarhum ayahandanya, sambil sesenggukan menahan tangisnya.

Kini, usaha yang dirintis Gagarin sudah semakin moncer. Bahkan hampir semua peternak sapi di Pacitan, sangat mengenal siapa si jagal sapi asal Ngadirojo tersebut. Maka tak salah, ketika ia memulai karir politiknya sebagai caleg pada pemilu 2004 lalu, Gagarin berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Pacitan, dengan perolehan suara melebihi bilangan pembagi pemilihan (BPP), yaitu sekitar 10 ribuan lebih suara atas namanya.

Baca Juga :  Projo Pacitan: Masyarakat Jangan Terjebak Oleh Fragmentasi Politik

Prestasinya sebagai anggota dewan terus berlanjut sampai di pileg 2019 lalu. Gagarin kembali melenggang sebagai legislator dan kembali duduk sebagai pimpinan DPRD untuk kali ketiganya.

Sekarang, dengan bermodalkan pengalamannya duduk sebagai anggota DPRD selama hampir 16 tahun lebih, dan sikap kedermawanannya yang begitu tinggi, Gagarin bersama Indrata Nur Bayuaji, mencoba peruntungan maju sebagai calon kepala daerah.

Besar harapan dari masyarakat, utamanya para akar rumput, agar keduanya bisa terpilih sebagai duet kepala daerah di Pacitan. Terlebih, calon bupatinya, yaitu Indrata Nur Bayuaji, juga memiliki jam terbang cukup tinggi di gedung DPRD Pacitan, sebagai anggota dan Ketua DPRD Pacitan.

Indrata juga memiliki segudang prestasi dan kemampuan untuk menahkodai Pemkab Pacitan, lima tahun kedepan. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.