ATASI SAMPAH, 8 DESA DI SUKASADA DAN BULELENG BANGUN KERJASAMA

2 min read

Foto Ist: Pertemuan bahas kerjasama 8 desa

Spread the love

SUKASADA-JBM.CO.ID – Sikapi permasalahan sampah yang terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng, Bali, khususnya di wilayah Kecamatan Sukasada, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mendorong kerja sama antar desa yang diutamakan penanganan sampah.

“Di awal, kerja sama antar desa ini diikuti delapan desa yakni Desa Wanagiri, Desa Ambengan, Desa Sambangan, Desa Panji, Desa Panji Anom, Desa Selat, Desa Tegallinggah di Kecamatan Sukasada dan Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng,” ujarnya saat menemui delapan perbekel (kepala desa) delapan desa tersebut di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Sabtu (17/10/2020)

Baca Juga :  VIRUS CORONA: SEKPROV DEWA INDRA AJAK KABUPATEN/KOTA BERSINERGI JAGA PINTU MASUK BALI

Dalam kerja sama antar desa ini, Agus menekankan bahwa pengelolaan sampah harus diutamakan. Hal ini dikarenakan adanya tekanan yang sangat mempengaruhi lingkungan khususnya di bidang pariwisata.”Kedelapan desa ini memiliki potensi yang sangat besar seperti wisata desa. Maka dari itu pemerintah kabupaten Buleleng akan terus mendorong Program ini.” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa kerja sama delapan desa ini merupakan kesepakatan bersama dalam menata kawasannya. Mulai dari yang di hulu yakni Desa Wanagiri sampai di hilir tepatnya di Desa Baktiseraga. Ada banyak permasalahan yang ada di delapan desa ini. Dimulai dari permasalahan sampah, permasalahan air dan juga pengembangan potensi bersama.

Baca Juga :  8 DESA DI BULELENG JALIN KERJASAMA BENTUK KAWASAN PENDESAAN DENBUKIT

“Masalah yang ada di delapan desa ini harus diselesaikan. Hanya saja saya meminta semua permasalahan yang ada di masing-masing desa harus di petakan terlebih dahulu,” kata Agus.

Sementara itu, kreator atau koordinator delapan desa tersebut yang juga Perbekel Desa Baktiseraga Gusti Putu Armada memaparkan secara informal kerjasama sebenarnya sudah dilakukan. Namun, dengan langkah-langkah kerjasama ini seluruh pihak yang berkejasama ingin membentuk suatu legal formal sehingga ada dasar hukumnya. “Kita sudah terus bekerja. Namun, karena kondisi pandemi Covid-19 ini, kita sambil jalan dan diusahakan tahun 2021 sudah berjalan,” paparnya.

Kerja sama yang dibangun melihat potensi desa masing-masing. Dimana di bagian atas seperti Desa Wanagiri dan sekitarnya ada banyak sumber air. Pengelolaan air tersebut bisa dikerjasamakan sehingga bisa memberikan manfaat bagi desa yang sudah bekerjasama. Selain itu, potensi pariwisata juga dimiliki. Baik itu desa-desa di atas seperti Desa Wanagiri, Desa Sambangan dan Desa Panji. Begitu pula dengan Desa Baktiseraga dengan pantainya. “Itu yang mungkin akan kita kerjasamakan sambil menunggu Musyawarah Desa (Musdes) tujuh desa lainnya,” pungkas Armada.

Baca Juga :  Dokter Reisa: Obat Dexamethasone Bukan Penangkal COVID-19

Penulis/Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *