PERBEKEL TAMBLANG DITAHAN POLRES BULELENG? TAPI DISEMBUNYIKAN DARI MEDIA?

3 min read

Foto Ist: Perbekel Tamblang, Made Diarsa

Spread the love

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Perbekel Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, I Made Diarsa, 51, yang terlibat dalam “perang” dengan Pemangku Dadia Paibon Tangkas Kori Agung , Desa Tamblang, Jro Mangku Ketut Arsadia, 33, di media social (medsos) terutama akun Facebook (FB), akhirnya berujung ke ruang tahanan.

Kabarnya, Perbekel Diarsa sudah ditahan penyidik Satreskrim Polres Buleleng setelah memenuhi panggilan penyidik Kamis (15/10/2020). Diarsa diperiksa penyidik dari pukul 10 s/d 14.00 wita.

Diarsa diduga menghina derajat martabat pemangku hingga berujung pada laporan polisi Polres Buleleng dalam surat tanda penerimaan laporan (STPL) Nomor: SPTL/III/IX/2020/BALI/ RES BLL. Bahkan, Perbekel Diarsa terancam jadi tersangka setelah dijerat melanggar UU ITE.

Benarkah Perbekel Diarsa ditahan? Kasatreskrim Polres Buleleng AKP Vicky Tri Haryanto dan Kasubbaghumas Polre Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, SH, yang dikofirmasi media ini Jumat (16/10/2020) malam pukul 22.45 wita dan 22.41 wita tidak mendapat jawaban dari kedua pejabat Polres Buleleng tersebut. Kasatreskrom Vicky hanya membaca sedangkan sang jubir Polres Buleleng Sumarjaya tidak membaca sama sekali.

Baca Juga :  Kasasi Dikabulkan, KPK Kejar Tersangka Baru Kasus Bupati Lamsel Non-Aktif Zainudin Hasan

Namun hasil penyelusuran media ini menyebutkan bahwa Kamis (15/10/2020) pukul 09.00 wita, Made Diarsa memenuhi panggilan Reskrim Polres Buleleng untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut artinya resmi menyandang pejabat berstatus tersangka. “Diperiksa yang bersangkutan 1×24 jam untuk menjalani proses penyidikan,” sebut sumber terpercaya di Polres Buleleng yang tidak mau disebut identitasnya.

Diarsa dijerat Pasal 28 ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Undang-undang Informasi dan Teknologi Elektronik (UU ITE) mengenai ujaran kebencian dan pencemaran nama baik. Dalam pasal 2 KUHP Made Diarsa diancaman 4 tahun kurungan penjara atau 6 tahun.

Diarsa dikabarkan sempat menginap di Polres Buleleng semalaman. Konon Diarsa sudah disematkan status tersangka. Kendati sudah jelas kesalahannya dan statusnya, namun ada dugaan polisi masih menyembunyikan dari media karena masih ada upaya meloloskan Diarsa dari jeratan hukum, karena Diarsa merupakan orang kepercayaan sejumlah pejabat penting di Buleleng termasuk anggota DPRD dari parrai tertentu.

Baca Juga :  Pengamat Emrus Sihombing ; Penggerebekan Terhadap PSK Di Sumbar Berbau Politik

Diarsa dikawal beberapa pengacara Buleleng, seperti Wayan Sudarma,S.H. Sudarma di Polres Buleleng kepada awak media mengatakan, “Kedatangan kami mendapingi Diarsa selain untuk melindungi hak-hak mereka yang diduga melakukan tindak pidana secara lebih dalam.”

“Ditetapkan tersangka sebenarnya kami belum mengetahui apa dasar yang bersangkutan ditetapkan tersangka, apa unsur-unsur itu sudah sesuai dengan pasal yang disangkakan itu sudah terpenuhi atau tidak,”ujar Sudarma.

Dinaikan statusnya Diarsa menjadi Tersangka menurut Sudarma itu merupakan ranah penyidik. “Cuman kami memastikan saja apakah prosesnya sesuai dengan KUHP , cuman belum menerima surat resminya,” papar Sudarma.

Baca Juga :  Sidang Korupsi RTH Kota Bandung, Rp. 2 Miliar untuk Mantan Walikota

Sudarma yang mantan wartawna media lokal terbitan Denpasar itu mengakui bahwa pihaknya tetap mengupaykan damai antara kilennya dengan pelapor Jro Mangku Ketut Arsadia. “Upaya damai tetap kami upayakan karena ini untuk kepentingan publik, karena seorang kepala desa itu wajar berselisih dengan masyarakatnya, nah sekarang bagaimana tokoh didesa menyiasati untuk kondusifitas desa itu, satu hal Tidak ada Kesalahan yang Tidak bisa dimaafkan,“ katanya.

Tidak terbukanya polisi kepada media menyimbulkan sejumlah spekulasi minor. Konon ada upaya dari pejabat tertentu untuk menyelamatkan Perbekel Diarsa dari jeratan hukum. Ini kian diperkuat dengan bungkamnya Kasatreskrim dan Kasubbaghumas Polres Buleleng dari incaran konfirmasi media.

Penulis/Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *