Panwascam Jati Agung Limpahkan Hasil Pemeriksaan Ke Bawaslu Lamsel, Terkait Acara Penyaluran Bantuan Covid-19 Pemkab Ditumpangi Agenda Politik Nanang Ermanto

3 min read
Spread the love

LAMPUNG SELATAN, WWW.JBM.co.id-Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) melalui Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Jati Agung telah melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam acara penyerahan bantuan dana stimulus kepada pelaku usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terdampak Covid-19 yang di gelar oleh Dinas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Lamsel di Lapangan Perum Permata Asri, Kecamatan Jati Agung, Lamsel, pada Sabtu (19/9/2020) sekira Pukul 14.00 WIB siang.

Pemanggilan tersebut dilakukan, lantaran acara penyaluran bantuan Covid-19 ditumpangi agenda politik Nanang Ermanto (petahana/incumbent), yang saat ini sudah ditetapkan sebagai calon Bupati Lamsel oleh KPU Lamsel.

Kepada awak media, ketua Panwascam Jati Agung yang juga sebagai Koordiv PHL Bawaslu Lamsel Jauhari, menyarankan agar awak media melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada Bawaslu Kabupaten mengenai hasil tindaklanjut dari kegiatan Pemkab Lampung Selatan yang ditumpangi agenda politik tersebut.

“Silahkan konfirmasi ke Kabupaten, kami panwascam Jati Agung, sudah melakukan pemanggilan untuk memintai keterangan terkait acara tersebut, hasilnya kami sudah melaporkan ke Kabupaten, selanjutnya Kabupaten yang punya kewenangannya”, ungkap Jauhari, Rabu (14/10/2020).

Baca Juga :  Nasdem Pacitan Sampaikan Ucapan Selamat Ke Indrata Nur Bayuaji

Walaupun Ketua Panwascam Jati Agung memberikan penjelasan mengenai hasil pemanggilan, pihaknya enggan menjawab siapa-siapa pihak yang dipanggil oleh Panwascam Jati Agung.

Sementara sampai berita ini diterbitkan, Pihak Bawaslu Kabupaten belum menjawab konfirmasi awak media, terkait hal tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas UKM Lamsel, I Ketut Sukerta sebagai pelaksana acara menjelaskan bahwa acara tersebut adalah acara penyerahan fasilitas sosial dan fasilitas umum perumahan Permata Asri.

“Sebenarnya acara inti pada saat itu adalah penyerahan Pasos (Fasilitas sosial), dan Pasum (fasilitas umum) perumahan Permata Asri, karena keterbatasan waktu pimpinan (Bupati Nanang Ermanto-red) maka penyerahan (bantuan dana Covid-19) secara simbolis bantuan stimulus digabungkan di sana”, jelasnya, Senin (21/9/2020).

Walaupun I Ketut Sukerta mengkui ada sejumlah atribut partai politik di area lokasi acara, namun pihaknya berkelit tidak memasang atribut-atribut tersebut.

Baca Juga :  Putra Terbaik Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin Masuk Dalam Rilis Tokoh Daerah Pontensial Menuju Pentas Nasional 2024

“Kami tidak memasang atribut partai dan pengerahan satgas partai (PDI-Perjuangan-red), jadi kami tidak berani mencabutnya”, kata Ketut Sukerta, menerangkan alasannya.

Sedangkan, untuk nilai bantuan dana Covid-19 yang diserahkan kepada pelaku UMKM I Ketut Sukerta menjawab sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah).

“Besaran stimulus sebesar 2 Juta rupiah, jelas Kepala Dinas.

Walaupun tidak dijelaskan berapa total jumlah UMKM penerima bantuan dana Covid-19 tersebut, pihak media berhasil menghimpun informasi dan data dengan rincian sebagai berikut ;
Kecamatan Tanjung Bintang, Tanjung Sari, Natar, dan Jati Agung sebanyak 229 UMKM, Kecamatan Penengahan, Bakauheni, Ketapang, dan Seragi sebanyak 206 UMKM, Kecamatan Way Panji, Raja Basa, Palas, dan Kalianda sebanyak 264 UMKM, dan Kecamatan Katibung, Way Sulam, Merbau Mataram, Sidomulyo, dan Candipuro sebanyak 209 UMKM dengan jumlah keseluruhan 2.000.000 x 908 (UMKM) = Rp. 1.816.000.000,- (satu miliyar delapan ratus enam belas juta rupiah).

Baca Juga :  Jadilah Prajurit Halu Oleo Yang Setia, Profesional dan Dicintai Rakyat

Dari miliyaran uang negara tersebut, belum diketahui persis bagaimana penentuan kriteria UMKM penerima dana stimulus Covid-19 tersebut, baik dari izin usaha, jenis usaha dan waktu/lama usaha berdiri.

Terpisah, salah satu penerima bantuan dana stimulus UMKM yang identitasnya enggan disebutkan mengatakan bahwa, sumber dana tersebut dari Dinas Koperasi dan UKM Lampung Selatan, namun UMKM penerima kebanyakan tergabung juga sebagai anggota dari paguyuban Srikandi.

“Itu dari Dinas Koperasi dan UKM, yang menerima bantuan dana stimulus UMKM kebanyakan anggota Srikandi, lebih lanjut Ia menambahkan, “hanya satu, dua orang saja yang bukan anggota Srikandi, kebetulan saya dekat dengan salah satu pihak kecamatan, dikasih jatah cuma satu, jika ditanya dari mana, harus bilang Srikandi”, ungkapnya.

Dijelaskan juga, “hampir semua Ibu Kepala dan istri perangkat Desa menjadi anggota Srikandi dan pengurus Srikandi”, kata penerima dana stimulus.

Redaksi-Seno

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.