ISOLASI MANDIRI TERPUSAT: PASIEN BELUM SIAP, 10 ASIMTOMATIK ASAL BULELENG GAGAL DIPINDAHKAN KE DENPASAR

2 min read

Foto JBM.co.id/Francelino: Sekkab Gede Suyasa memberikan keterangan pers

Spread the love

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Renacana pemerintah untuk melakukan karantina alias isolasi mandiri terpusat di Denpasar, gagal. Ini lantara 10 pasien Covid-19 tanpa gejala (asimtomatik) dan bergejala ringan asal Kabupaten Buleleng, yang rencananya dikirim ke lokasi isola mandiri terpusat di Denpasar, Selasa (29/9/2020) tidak jadi diberangkatkan.

Sesuai dengan kebijakan baru pemerintah, pasien Covid-19 tanpa gejala (asimtomatik) dan bergejala ringan harus menjalani Isolasi mandiri terpusat di hotel yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

“Setelah koordinasi dengan Kadis Kesehatan ada beberapa hal yang perlu dimatangkan lagi serta belum siapnya pasien tersebut dibawa ke Denpasar untuk melakukan karantina terkoordinir, sehingga perlu dilakukan pendekatan-pendekatan lebih lanjut,” jelas Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Buleleng yang juga Sekda Buleleng, Gede Suyasa dalam keterangan persnya kepada wartawan di Kompleks Pemkab Buleleng di Jalan Pahlawan No 1 Singaraja, Selasa (29/9/2020) siang.

Baca Juga :  Tebarkan Cinta Dengan Sekotak Nasi dan Segelas Es Teh Manis

“Pemerintah Kabupaten Buleleng akan terus berupaya melakukan yang terbaik bagi kita semua,” tandas Suyasa.

Suyasa mengatakan sebelumnya GTPP Covid-19 Buleleng telah melakukan koordinasi bersama Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan para pemilik hotel yang terdapat di Buleleng terkait intruksi dari pemerintah pusat untuk melakukan isolasi terhadap pasien asimtomatik dan bergejala ringan di hotel. Namun dari pihak PHRI dan pemilik hotel belum bisa memastikan apakah bisa menerima atau tidak karena masih menunggu standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dari Pemprov Bali. “Untuk hotel yang berbintang masih mempertanyakan SOP. Misalnya kalau ada yang terkonfirmasi terus dia melanggar, jalan-jalan keluar kamar menuju ke kamar lain itu sanksinya apa. Nanti khawatir pegawainya kena. Bisa ga itu diberikan sanksi tegas,” katanya.

Baca Juga :  DPC BARA-JP Way Kanan Temukan Kasus Kosongnya Saldo BPNT Kemsos RI Selama Setahun Terhadap Warga Bahuga

Rencananya, kata Suyasa, kesepuluh orang pasien asal itu akan ditempatkan Hotel Ibis Kuta untuk menjalani isolasi. Secara resmi surat sudah dikirim. Nantinya, meskipun isolasi dilakukan di Buleleng, pembayarannya tetap dari Pemprov Bali.

Hal tersebut seluruh anggaran dan pembiayaanya ditanggung oleh provinsi yang bersumber dari APBN Pusat. “Dari segi biaya Rp200.000 per orang. Kalau hotel punya 56 kamar lalu kita isi hanya sepuluh kamar, sisa kamar yang lain kan tidak mungkin orang umum mau masuk. Nah ini sedang dikoordinasikan antara BPBD Buleleng dengan BPBD Provinsi Bali,” ujar Suyasa.

Baca Juga :  Terima Bantuan untuk Atasi Pandemi Covid-19 dari Partai Gerindra Lampung, Gubernur Arinal Doakan Gunadi Ibrahim Segera Pulih

Suyasa menegaskan isolasi bagi pasien covid-19 tanpa gejala wajib dilakukan di hotel sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat. Hal ini dilakukan demi menurunkan penyebaran covid-19 karena isolasi mandiri yang sebelumnya dilakukan di rumah masing-masing dipandang kurang efektif. Bagi pasien yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri akan segera dirujuk untuk menyelesaikan isolasi di hotel yang telah disediakan oleh pemerintah.

“Semisal dia (pasien) sudah melakukan isolasi mandiri di rumah selama tiga hari selanjutnya kita lanjutkan isolasi di hotel sampai batas waktunya selesai,” pungkasnya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.