INFO DEWAN: FRAKSI DI DPRD BULELENG SEPAKAT LANJUTKAN BAHASAN RANPERDA PENGARUSUTAMAAN GENDER

2 min read

Foto JBM.co.id/Francelino: Luh Hesti Ranitasari, Ketua Komisi IV DPRD Buleleng

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng, Bali, secara resmi mengajukan Rancangan Peraturan daerah tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) kepada Pemkab Bulelneg untuk mendapatkan pembahasan lebih lanjut bersama eksekutif.

Ini menyusul semua fraksi yang ada di DPRD Buleleng menyatakan sependapat untuk dilanjutkan pembahasannya dalam Rapat Paripurna Intern yang digelar di Ruang gabungan Komisi DPRD Buleleng, Senin (21/9/2020).

Fraksi-fraksi yang menyampaikan pandangannya adalah Gabungan Fraksi PDI-P, Gerindra, dan Fraksi Partai Demokrat-Perindo yang dibacakan Ni Liuh Lilik Nurmiasih, Fraksi Partai Golkar dibacakan oleh Putu Suastika, Fraksi Partai Nasdem yang dibacakan oleh Ni Ketut Windrawati, serta Fraksi Partai Hanura yang dibacakan oleh Gede Arta Wijaya.

Baca Juga :  JOKOWI LEBIH PILIH TRI HANDOKO, ETNIS NON-BALI PERTAMA JADI DIRJEN BIMAS HINDU

Dalam Rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, SH, keempat perwakilan Fraksi yang ada di DPRD Buleleng menyatakan sependapat untuk diajukan kepada Bupati Buleleng dan dilanjutkan pembahasannya ke tahapan selanjutnya hingga menjadi Perda.

Ranperda PUG yang merupakan Inisiatif Dewan diajukan dalam rangka meningkatkan kedudukan, peran dan kualitas perempuan serta menjamin hak yang sama antara perempuan dan laki-laki untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam pembangunan, yang dimaksudkan untuk memberikan landasan hukum dan pedoman kepada Pemerintah Daerah dan lembaga Non Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat yang responsif gender.

Baca Juga :  Dandim Kendari Ajak Warga Tegakkan Di Siplin Protokol Covid-19

Seperti yang disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Buleleng Luh Hesti Ranitasari, SE, MM, yang ditemui usai mengikuti rapat bahwa Ranperda PUG ini merupakan pengharmonisasian dari ranperda yang menyangkut tentang perempuan yang sudah ada sebelumnya juga sebagai penguat hak dan perlindungan yang sama antara perempuan dengan laki-laki sesuai dengan amanat undang-undang yang nantinya akan menitik beratkan terhadap penghargaan dan sangsi-sangsi dalam penerapan Ranperda ini.

Baca Juga :  Sakundoko Masuk Bursa Bacawabup PKB?

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *