TIM YUSTISI BULELENG GELAR KONSOLIDASI DI LAPANGAN POLRES BULELENG

2 min read
Spread the love

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Setelah menggelar aksi penegakkan Pergub Bali Nomor 46 Tahun 2020 dan Perbup Buleleng Nomor 41 Tahun 2020 di Buleleng beberapa waktu lalu dengan pemberian sanksi kepada pelanggar.

Kamis (17/9/2020) pagi pukul 08.15 wita bertempat di lapangan apel Polres Buleleng di Jalan Pramuka No 1 Singaraja dilaksanakan konsulidasi operasi yustiti. Hadir dalam kegiatan konsulidasi operasi yustiti Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana S.T, yang sekaligus selaku pimpinan apel bersama dengan forkompimda Buleleng yang diahdiri pula dari peserta apel terdiri dari personel Kodim, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan dan seluruh Kapolsek jajaran Polres Buleleng.

Baca Juga :  NYERAH, PANITIA NGABEN MASSAL SUDAJI MINTA MAAF VIA VIDEO

Bupati Agus meminta agar dalam pelaksanaan penegakkan hukum terhadap pelaksanaan Perbup Nomor 41 2020 agar dikedepankan secara persuasive dan humanis. Penerapan Pergub dan Perbup yang sudah dilakukan sebagai efek detron kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protocol kesehatan covid 19 sehinga dapat mencegah mewabahnya virus korona yang selama ini mengalami peningkatan.

Ia mengemukakan bahwa yang masih dilihat sekarang ini masih dipermukaan dan di desa–desa belum diterapkan Pergub dan Perbup secara signifikan untuk melakukan di desa-desa. Arahan kebijakan Gubernur sudah jelas untuk mengurangi kegiatan yang berkerumun, apalagi kegaitan yang melanggar hukum seperti tajen, kedepannya akan dibuat payung hukum terhadap pelangaran ptorokol kesehatan da nada wacana akan dibuat peraturan daerah. “Harapan kedepan kepada masyarakat agar setiap kegiatan selalu mengikuti protocol kesehatan,” ucapnya.

Baca Juga :  PILWALIKOTA SOLO 2020: AKHIRNYA PDIP PILIH GIBRAN-TEGUH PRAKOSO JADI CAWALI/CAWAWALI SOLO

“Untuk penindakan dalam pelaksanaan tetap dikedepankan satuan Polisi Pamong Praja yang di backup dari pihak Kepolisian, TNI dan Dinas Perhubungan,“ tandasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, S.H, menyampaikan, untuk didorongnya Pergub dan Pergub menjadi Perda akan dikaji betul karena pandemik ini tidak diharapkan terlalu lama dan cepat dapat diatasi sehingga tidak diperlukan perda lagi, karena perda ini akan berlaku lama,” tandas Supriatna.

Disisi lain Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa, S.I.K.,M.H., menyampaikan untuk masyarakat yang melaksanakan kegiatan berkerumun dan tidak mengikuti protokol kesehatan akan dilakukan tindakan persuasif dan humanis.

Bagaimana dengan tajen? Untuk kegiatan tajen dengan tegas disampaikan tidak dilaksanakan dan bila itu dilakukan awalnya akan diberikan peringatan dan membuat surat pernyataan kalau membandel akan dilakukan tindakan hukum.

Baca Juga :  Gagarin Hadir Di Pilbup, Bukan Dadakan. Selama Enam Belas Tahun Telah Dipersiapkan

Diuraikan, selama ini team yustiti melaksanakan kegiatan di 20 lokasi dan hasil pelaksanaannya yang sudah diberikan sanksi sebanyak 55 orang dan dananya langsung disetorkan kepada Kas Daerah, teguran secara lisan 48 orang.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara massiv sampai ketingkat-tingkat desa, sehingga diharapkan kepada masyarakat untuk tetap mengikuti protocol kesehatan sehingga tidak terjaring operasisi yustiti,” ucapnya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *