Kabareskrim ; Ada Peristiwa Pidana, Diduga Gedung Kejagung Sengaja Dibakar

2 min read
Spread the love

JAKARTA, WWW.JBM.co.id-Terbakarnya gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Jakarta pada Sabtu, (22/8/2020) malam sekira pukul 19.10 WIB dan lebih dari 20 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan kobaran api. Kerugian terbakarnya gedung Kejagung ditafsir kurang lebih sebesar satu (1) triliun

Terkait peristiwa tersebut Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyebutkan penyebab kebakaran gedung utama Kejagung RI ada unsur kesengajaan yang direncanakan oleh pihak-pihak yang menginginkan gedung tersebut terbakar.

Baca Juga :  Tak Perlu Dengki, Ahok Layak Kok Jadi Bos BUMN

Hal ini, diungkapkan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak enam (6) kali oleh penyidik, pusinafis dan Puslabfor melalui metode SCI (scientific crime investigation).

Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan rekaman CCTV di TKP dan di sekitarnya. Dengan membuat laporan polisi nomor ; LP/1595/VIII/2020/PMJ/Res.Jaksel, Tanggal 22 Agustus 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Listyo mengatakan bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana umum karena sengaja membakar gedung utama kejagung. Atas dasar itu, pihak polisi meningkatkan status perkara ke tingkat penyidikan melalui gelar perkara atau ekspose kasus kebakaran.

Baca Juga :  Kapten Chk James C.D.T., S.H (Ketua Timkumdam XIV/Hsn) : “Penegakan Hukum Dimulai Dari Penyuluhan Hukum Yang Bertujuan Mencegah Dan Meminimalisasi Terjadinya Pelanggaran Hukum"

Dugaan peristiwa pidana didapati setelah penyidik melakukan pemeriksaan kepada 131 saksi. Selain itu, Kabareskrim juga meminta keterangan ahli pidana dan ahli kebakaran.

“Pemeriksaan yang dilakukan terhadap 131 saksi dengan menggunakan alat poligraf atau uji kebohongan, ahli kebakaran dan ahli pidana untuk memeriksa asal api dengan teori segitiga api, maka penyidik berkesimpulan terdapat dugaan peristiwa pidana”, ungkap Listyo, Kamis (17/9/2020).

Pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas yang dapat membantu proses penyelidikan termasuk menggunakan foto satelit guna menentukan sumber api kebakaran.

Baca Juga :  AKSI VANDALISME "SERANG" KAMPUS UNDIKSHA SINGARAJA

“Penyelidik berpendapat terhadap kasus tersebut ada dugaan peristiwa pidana, sehingga terhadap proses yang dilakukan akan ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan”, kata Listyo.

Kendati demikian, pihak penyidik kepolisian belum menetapkan sejumlah tersangka yang diduga melakukan kebakaran gedung utama Kejagung. Namun terduga pelaku dipersangkakan melanggar pasal 187 KUHP dan Pasal 188 KUHP.

Redaksi-Seno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *