INFO PERBATASAN RI-TIMOR LESTE: REBUTAN JENAZAH, YONIF 744/SYB DAMAIKAN DUA KELUARGA

2 min read

Foto Satgas Yonif RK 744/SYB for JMB.co.id: Anggota Yonif RK 744/SYB damaikan dua keluarga yang berebutan jenazah

ATAMBUA-JBM.CO.ID – Lima anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB Pos Fohuk berhasil mendamaikan keluarga-keluarga yang memperebutkan jenazah di wilayah Dusun Pauk, Desa Piebulak, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, NTT, Selasa (15/09/2020).

Melansir Pendam IX/udayana, kejadian ini bermula ketika beberapa masyarakat mendatangi Pos Fohuk guna menyampaikan adanya sekelompok orang akan menghadang mobil ambulance yang membawa jenazah almarhum Kepala Dusun Pauk, VB, 54.

Sekelompok orang dimaksud adalah VBR, 63, yang merupakan kakak kandung almarhum, dan keluarga besar almarhum lainnya.

Sebelumnya, almarhum sakit dan dirawat di RSUD Atambua selama beberapa hari dan kemudian pada hari Senin (14/09/2020) pukul 16.00 Wita Almarhum dinyatakan meninggal dunia. VBR menyampaikan, jenazah almarhum tidak boleh di kebumikan di pihak isteri melainkan harus dikebumikan di pihak orang tua, namun isteri almarhum yang berinisial GS, 56, tetap akan memakamkan almarhum di rumah mereka di Dusun Pauk.

Baca Juga :  OBITUARI: KETUM PB PASI, BOB HASAN, WAFAT

Pada pukul 17.00 Wita, lima anggota pos Fohuk Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB dipimpin Sertu Adrianus bergerak menuju lokasi penghadangan. Beberapa saat kemudian mobil ambulance yang membawa jenazah almarhum VB pun tiba di lokasi.

Masa yang berkekuatan ratusan orang langsung menghadang mobil ambulance. Kedua keluarga bertindak anarkis dan situasi semakin memanas, perkelahian antara kedua keluarga tak bisa terelakkan dalam kurun waktu 10 menit belum ada salah satu pihak keluarga yang mau mengalah. Keduanya ngotot merasa paling berhak mengurus pemakaman.

Baca Juga :  Persit KCK Koorcab Rem 143 PD XIV/Hasanuddin Menggelar Jumat Berkah Dengan Berbagi Kasih

Karena tak kunjung reda pada pukul 17:20 Wita Sertu Adrianus mengambil tindakan, mengumpulkan dan mempertemukan perwakilan kedua belah pihak keluarga beserta Kepala Desa Loonuna Maximus Bauk untuk berkoordinasi dan mencari jalan terbaik.

Adrianus mengatakan, “Betul kami berembuk bersama kedua belah pihak keluarga dan Kepala Desa Loonuna untuk menentukan lokasi pemakaman almarhum.”

Bagaimana hasilnya? “Dari hasil upaya kami akhirnya kedua belah pihak keluarga bisa saling memaafkan dan dapat diputuskan tempat pemakaman almarhum, oleh kedua belah pihak keluarga almarhum akan dimakamkan di makam keluarga besar dengan catatan jenazah almarhum harus bermalam di rumah Istri,” jawab Adrianus.

Baca Juga :  Koalisi Golkar-PKB Menguat Untuk Pilkada 2020 di Lampung

Maximus Bauk selaku Kepala Desa Loonuna dan perwakilan dari kedua pihak keluarga almarhum mengungkapkan rasa terimakasih kepada anggota Pos Fohuk yang mampu memberikan pemecahan masalah dan meredakan api yang sudah tersulut dari kedua belah pihak keluarga.

“Kami begitu terbantu dan berterimakasih karena akhirnya kedua keluarga dapat terpecahkan masalahnya, semoga kehadiran anggota Satgas Pamtas Yonif RK 744/SYB terutama Pos Fohuk dapat selalu memberikan kedamaian dan ketentraman di Desa Loonuna,” pungkas Maximus.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *