Gunakan Fasilitas Negara, Oknum DPRA Singgung Istri Ke-dua Plt Gubernur Aceh

2 min read
Spread the love

ACEH, WWW.JBM.co.id | Disela sela rapat tentang permasalahan hak Interpelansi terhadap Plt Gubernur Aceh, salah satu Oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menyinggung istri kedua Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah bernama Yunita Arafah dalam sidang persetujuan penggunaan hak interpelasi. Dia menyebut, Yunita menggunakan fasilitas negara padahal namanya tidak tercantum dalam daftar riwayat hidup Nova.

Sidang paripurna penyampaian dan persetujuan penggunaan hak interpelasi anggota DPR Aceh’ digelar di Gedung Utama DPRA di Banda Aceh, Kamis (10/9/2020) malam. Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin memberikan kesempatan ke masing-masing fraksi untuk menyampaikan pendapat terkait usulan interpelasi.

Baca Juga :  Golkar Jawa Tengah, Menghangat

Oknum salah satu anggota DPRA tersebut berbicara mewakili Fraksi partainya. Dia meminta daftar pertanyaan dalam materi interpelasi ditambah terkait status Nova ketika mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2017-2022.

Hal itu dinilai tidak ektis oleh sejumlah pihak Salah satunya Ketua BPI Aceh dikarenakan anggota dewan tersebut berbicara keranah pribadi apalagi digedung dewan terhormat dan lagi berlangsungnya Rapat Paripurna tentang pembahasan masalah Interpelansi dan samsul bahri alias tiyong juga tidak menyebutkan secara detil fasilitas negara apa yg dinikmati oleh istri ke-2 Plt Gubernur tsbt.

Baca Juga :  INFO PERBATASAN RI-TIMOR LESTE: TNI BANTU TANAM PIPA AIR UNTUK KEBUTUHAN PETANI DI PERBATASAN

“Saya juga aneh menglihat ini seakan-akan ada dendam pribadi sebut Ketua Badan Peneliti Indenpenden Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Replublik Indonesia (BPI KPNPA RI) Chaidir Hasbalah sangat prihatin”, lajutnya lagi kita bisa melihat etika yang dipertontonkan, yang tidak baik dimuka umum dan seluruh masyarakat Aceh umumnya.

Disini kita melihat mana penjabat yang mempunyai kualitas dan yang tidak, Chairdir menyatakan bahwa apa yang disampaikan oleh anggota dewan tersebut tidak lebih dari statment kebencian, dan seharusnya di saat musibah seperti ini ada hal lain yang sangat urgent yang harus mereka fikirkan mengenai langkah-langkah apa untuk memutus rantai penyebaran wabah ini dan mencari solusi persoalan untuk meningkatkan ekonomi bagi masyarakat terdampak covid-19, bukan malah membuat gaduh dengan permasalah yang tidak penting”. Chaidir berharap ini tidak terulang kembali dikemudian hari. /AF

Baca Juga :  Dukung Upaya Pemerintah Hadapi Virus Covid-19, Polres Mesuji Lakukan Sosialisasi dan Pengecekan Suhu Tubuh Anggota

Redaksi-Seno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *