INFO DEWAN: APBD PERUBAHAN BULELENG 2020 RESMI DITETAPKAN DALAM RAPAT PARIPURNA DPRD

2 min read

Foto JBM.co.id/Francelino: Ketua DPRD Buleleng Supriatna (kanan) serahakn Perda APBD-P kepada Bupati Agus

Spread the love

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah perubahan (APBD-P) Kabupaten Buleleng Tahun anggran 2020 secara resmi ditetapkan melalui Rapat Paripurna DPRD Buleleng yang digelar di Ruang Sidang Utama Gedung Dewan Buleleng, Rabu (9/9/2020).

Rapat dengan agenda Penyampaian Laporan Badan Anggran DPRD dan Penyampaian Pendapat Akhir Bupati Buleleng atas Ranperda Perubahan APBD Tahun 2020 ini dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna. SH yang dihadiri Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana. ST dan empat puluh tiga anggota DPRD Kabupaten Buleleng dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan COVID-19.

Dalam laporan yang disampaikan Ketut Ngurah Arya, Banggar DPRD Kabupaten Buleleng menyatakan bahwa berdasarkan rangkaian pembahasan yang dilakukan akhirnya telah terbangun cara pandang dan kesepahaman antara DPRD Kabupaten Buleleng dengan Kepala Daerah dan Badan Anggaran merekomendasikan agar Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 dapat ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng.

Baca Juga :  Pantau Warga Sumsel, Herman Deru Segera Kenalkan "Dindo" dari MDP

Sementara Bupati Buleleng dalam penyampaian Pendapat akhirnya, menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Buleleng atas dukungan dan apresiasinya sehingga Ranperda ini dapat disetujui dan diselesaikan menjadi Peraturan Daerah.

Dalam APBD-P tahun ini Pendapatan daerah dirancang Rp 2,03 triliun lebih, menurun sebesar Rp 282,72 miliar lebih atau 12,18% dari sebelum perubahan sebesar Rp 2,23 triliun lebih.

Belanja Daerah yang terdiri dari belanja Tidak langsung (BTL) dan Belanja Langsung (BL) setelah perubahan disepakati sebesar Rp 2,10 triliun lebih menurun sebesar Rp 237,72 miliar lebih atau 10,13% dari sebelum perubahan sebesar Rp 2,34 triliun lebih, yang meliputi BTL mengalami penurunan sebesar Rp 74,74 miliar lebih atau 6,09% dari sebelumnya sebesar Rp 1,22 triliun lebih setelah perubahan menjadi Rp 1,15 triliun lebih, BTL mengalami penurunan sebesar Rp 162,98 miliar lebih atau 14,55% dari sebelum perubahan sebesar Rp 1,12 triliun lebih setelah perubahan menjadi Rp 957,45 miliar lebih.

Baca Juga :  Komisi II DPR, Hanan A Razak ; Kasus Suap Komisioner KPU Coreng Demokrasi Indonesia

Berdasarkan pada asumsi pendapatan daerah yang dirancang lebih kecil dari belanja daerah maka dalam rancangan perubahan APBD tahun ini telah di sepakati depisit anggaran sebesar Rp 71,43 miliar lebih yang akan di seimbangkan dan ditutupi dari komponen pembiayaan daerah yang terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan dimana penerimaan pembiayaan mengalami peningkatan sebesar Rp 34,39 miliar lebih atau sebesar 48,14% dari sebelum perubahan sebesar Rp 71,43 miliar lebih setelah perubahan menjadi Rp 105,83 miliar lebih, dan pengeluaran pembiayaan mengalami penurunan sebesar Rp 10,6 miliar lebih atau 23,56% dari sebelum perubahan sebesar Rp 45 miliar setelah perubahan menjadi Rp 34,4 miliar.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: MULAI DICAIRKAN, BELASAN RIBU WARGA BULELENG TERIMA BST

Selanjutnya setelah melalui pembahasan tahap II yakni penyampaian laporan badan anggaran DPRD Kabupaten Buleleng dan pendapat akhir Bupati Buleleng yang telah mendapat persetujuan bersama antara DPRD dengan Bupati Buleleng dengan penandatanganan bersama antara pimpinan DPRD dan Bupati, Ranperda perubahan APBD Kabupaten Buleleng tahun anggaran 2020 secara resmi disahkan menjadi perda, untuk selanjutnya diserahkan kepada Gubernur Bali untuk mendapatkan evaluasi dan proses lebih lanjut.

Demikian penolakan Fraksi NasDem DPRD Buleleng terhadap Ranperda APBD-P itu tidak berarti bagi dewan.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *