Foto Ist: Surat laporan pencemaran nama baik

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Situasi di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, tegang. Ibarat api dalam sekam dan siap meletak setiap waktu. Ini menyusul aksi penghinaan alias pencemaran nama baik pemangku dadia Paibon Tangkas Kori Agung, Desa Tamblang, Jro Mangku Ketut Arsadia, 33, di media social (Medsos) Facebook.

Siapa pelakunya? Menariknya, pelaku penghinaan adalah Perbekel (kepala desa) Tamblang, I Made Diarsa.

Baca Juga :  Panglima TNI Rapat Dengan Presiden RI Melalui Video Conference

Gara-gara “ember mulut” di FB itu, akhirnya Perbekel I Made Diarsa dilaporkan ke Polres Buleleng oleh Jro Mangku Ketut Arsadia pertanggal 4 September 2020 lalu.

Laporan Jro Mangku Ketut Arsadia yang beralamat di Banjar Dinas Kaja Dauh, Desa Tamblang itu diterima SPKT Polres Buleleng dalam surat tanda penerimaan laporan Nomor: SPTL/III/IX/2020/BALI/ RES BLL ditandatangani KA SPKT Aiptu Ketut Mangku.

Baca Juga :  ROKOK VAPE DENGAN CEPAT TINGKATKAN RISIKO PENYAKIT JANTUNG DALAM 1 BULAN

Isinya berbunyi telah melaporkan tentang tindak pidana pencemaran nama baik di media social. Dengan terlaporn I Made Diarsa, 51, jebatan Kepa Desa Tamblang, beralamat di Banjar Dinas Tangkid, Desa Tamblang.

Sejumlah percakapan atau cuitan hinaan di FB yang discreen shoot berbunyi “Made Dirasa: Pangeran Tangkas Kori Agung, baju geruh putih keneh caine tro taen mledek, mk ngintipin sesari”, “Made Diarsa: Pangeran boi, dewa ratu”, dan masih beberapa cuitan lagi.

Baca Juga :  Made Wianta dalam Kenangan

Informasi dari kepolisian, saat ini sedang melakukan penyelidikan di antaranya meminta keterangan sejumlah pihak terkait “perang” dua tokoh penting di Desa Tamblang itu.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here