PEMULUNG DITEMUKAN TEWAS DI GOT DI JALAN AYANI SINGARAJA

2 min read

Foto Ist: Warga evakuasi jenazah di got

Spread the love

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Masyarakat Kota Singaraja, Bali, Senin (7/9/2020) pagi sekitar pukul 08.00 wita dibuat geger. Ini lantaran ada penemuan mayat laki-laki di dalam got atau saluar air di sebelah barat Tirta Dewata.

Ciri-ciri mayat laki-laki mengenakan celana training warna biru tua, kaos berkerah warna abu-abu lengan panjang. Posisi mayat terlengkup menghadap ke selatan.

Bagaimana kronologis? Kasubbag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya menjelaskan, penemuan sekira pukul 07.30 Wita saksi seorang sopir Bemo Kota berhenti di depan toko sebelah barat angkringan CAKRI bernama Gede Sudarma, 57, dari Jalan Teratai diberitahu oleh seorang warga, bahwa ada mayat di selokan. Selanjutnya saksi menghubungi petugas kepolisian.

Baca Juga :  Silaturahmi Bersama Tokoh Masyarakat Dan Pemuda, Dir Intelkam Polda Bali Minta Masyarakat Jaga Kondusifitas Bali

Bhabinkamtibmas Banyuasri bersama Lurah Banyuasri serta staf Deni menghubungi pihak Pusekemas I.

Saksi Moh. Taufik, 26, alamat Lingkungan Jalak Putih Utama No. 65 menjelaskan, bahwa dari ciri-ciri mayat mirip dengan kakak kandungnya bernama Subahan, 50, denganpekerjaan pemulung.

Dijelaskan pula, hari Minggu kemarin, setelah lomba layang-layang, korban makan sekira pukul 17.30 Wita dan habis makan yang bersangkutan pergi. Sekitar pukul 21.00 Wita sempat dicari, karena belum pulang, terlebih diketahui korban mengidap penyakit epilepsi. Selain sebagai pemulung, korban juga sebagai tukang pijat keliling.

Baca Juga :  Mahfud MD Hadiri Launching Pengawasan dan Pemutakhiran Indeks Kerawanan Pilkada 2020, Apresiasi KPU dan Bawaslu

Setelah dilakukan koordinasi dan pengangkatan masyarakat, pihak keluarga memastikan, bahwa korban memang benar adalah bernama Subahan yang keseharian bekerja sebagai pemulung.

“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kematian korban. Karena, sebelum nya korban mengidap epilepsi dan dulu pernah mengalami kejadian terjatuh, namun sempat ditolong,” jelas Sumarjaya.

Korban akan di bawa ke rumah menggunakan ambulance Masjid untuk di mandikan dan diupacarai secara Islam. Keluarga korban akan membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan otopsi terhadap korban, dan tidak bersedia dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga :  Hillary Curi Perhatian Jagad Politik Indonesia

Tindakan Kepolisian melakukan olah TKP dan memintakan verifikasi dengan medis dokter Puskesmas Buleleng I bernama Wayan Sukarsa.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *