Lagi Kejati Lampung Janji Selesaikan PR Tangkap 23 Buron Kasus Korupsi

2 min read
Spread the love

BANDAR LAMPUNG, WWW.JBM.co.id | Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung kembali mengumbar janji akan menyelesaikan Pekerjaan Rumah (PR) terkait perburuan 23 orang Daftar Pencarian Orang (DPO), termasuk mantan Bupati Lampung Timur Satono. Catatan itu tengah ditangani oleh 12 kejaksaan dan dua cabang kejaksaan.

Untuk Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung saat ini masih menangani enam DPO. Kejari Lampung Tengah lima DPO. Dan Kejari Lampung Selatan (Lamsel) satu DPO. “Lalu ada Kejari Metro satu DPO, Kejari Lampung Utara satu DPO, Kejari Waykanan satu DPO, dan Kejari Lampung Barat pun satu DPO,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Andri, Kamis (20/8/2020).

Baca Juga :  VIRUS CORONA: TRANSMISI LOKAL MENINGKAT, GTPP BULELENG MINTA MASYARAKAT PATUHI PPROTOKOL COVID-19

Untuk Kejari Tulang Bawang menangani tiga DPO, Kejari Tanggamus dua DPO. “Untuk Cabjari Panjang satu DPO. Dan Cabjari Tanggamus di Talangpadang satu DPO,” kata Andri.

Menurut Andri, hingga kini pihaknya terus berkoordinasi dengan kejaksaan se-Indonesia, termasuk dengan Kejagung RI. “Kami membuka diri untuk masyarakat yang ingin berperan dalam menangkap para DPO ini. Apabila ada yang mengetahui keberadaan DPO, beritahu kami,” ungkapnya.

DPO yang telah tertangkap salah satunya buronan kasus korupsi dana APBD Lampung Tengah dan Lampung Timur: Sugiharto Wiharjo alias Alay. Buron selama 4 tahun terpidana kasus korupsi Rp108 miliar Sugiarto Wijaya alias Alay berhasil ditangkap di Bali pada Rabu 6 Februari 2019.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: JAGA PINTU MASUK WILAYAH BARAT, GTPP COVID-19 BULELENG BANGUN POS SEKAT DI LABUAN LALANG

Selanjutnya Alay dijemput tim eksekutor Kejati Lampung untuk menjalani hukuman. Untuk diketahui Alay divonis penjara 18 tahun sesuai putusan Mahkamah Agung pada tahun 2014 silam. Alay terbukti melakukan tindak pidana yang merugikan APBD Lampung Timur dan Lampung Tengah.

Alay dijerat dengan undang-undang pemberantasan korupsi terkait deposito APBD Lampung Timur dan Lampung Tengah di Bank Perkreditan Rakyat Tripanca pada tahun 2008. Dalam prosesnya Alay sempat dijatuhi hukuman lima tahun penjara di tingkat pengadilan negeri yang diperkuat keputusan pengadilan tinggi dalam upaya banding uang dilakukan Alay.

Baca Juga :  Ekspor Perdana PT Master Kidz Jadi Angin Segar untuk Perekonomian

Lalu ada lagi Ahmad Marsuki, Herman, Muhamad Reza Pahlevi, dan Achmad Yoga Surya Darma. Kelimanya merupakan buruan Kejari Bandar Lampung. Seterusnya ada Teguh Nopriyanto DPO Kejari Lampung Barat serta Syamsul Hamidi DPO Kejari Lampung Utara. /Rzk

Redaksi-Seno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | W2B by JBM.CO.ID.