SINGARAJA-JBM.CO.ID – Demi cinta seorang mahasiswa, seornag pria bernama Ketut Fery Matana alias Popo, 28, harus berpura-pura menjadi dukun.

Sayang, setelah mendapatkan kesempatan, Popo yang beralamat di Banjar Dinas Palbesi, Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, langsung mempraktekkan limu dukunnya. Dalam aksi pengobatannya, Popo malah mencium pipi dan nyonyok alias payudara pasiennya.

Akibatnya, Popo harus berurusan dengan polisi. Sang dukun cabul nan palsu itu dijeratkan dengan beberapa tindak pidana seperti penipuan, penggelapan dan perbuatan cabul ini. Tersangka ditangkap Tim Opsnal Polsek Seririt berdasarkan laporan Ketut Mardana, 50, beralamat Kelurahan Seririt, Kecamatan Seririt, Buleleng.

“Tersangka yang dikenal korban sebagai dukun, pinter mengobati orang sakit ini dilaporkan dengan tuduhan melakukan penipuan, penggelapan dan perbuatan cabul,” ungkap Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa, Senin (10/8/2020) saat menggeber kasus ini di Mapolres Buleleng Jalan Pramuka No 1 Singaraja.

Baca Juga :  LINTAS AKTIVIS GENERASI INDONESIA MENGUCAPKAN SELAMAT DAN SUKSES ATAS TERSELENGGARANYA RAKERDA ASB

Kapolres Subawa menjelaskan bahwa kasus dugaan penipuan, penggelapan dan perbuatan cabul ini terungkap, Selasa (04/8/2020) saat terduga pelaku melakukan pengobatan terhadap PDA, 21, putri dari pelapor.

“Saat diobati, PDA yang kuliah di Denpasar mulai curiga karena selain mencium pipi, terduga pelaku juga mencium payudara. Mendapat perlakuan tak senonoh, PDA langsung menepis tangan terduga pelaku dan mengadukan perbuatan terduga pelaku kepada orangtuanya,” jelas Kapolres Subawa sembari menyebutkan perbuatan cabul tersebut langsung dilaporkan orang tua PDA yang juga merasa tertipu ke SPKT Polsek Seririt.

Baca Juga :  Kunjungi Rumah Mbah Sudarmo, Murniawati Antoni Imam Antarkan Bantuan Material

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Polsek Seririt langsung melakukan upaya penyelidikan dan menangkap terduga pelaku di rumahnya. “Saat penangkapan, selain tersangka, tim opsnal Polsek Seririt juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain sebilah keris dan satu buah batu warna merah yang bisa menyala dalam air, sarana yang biasa dipakai dalam pengobatan,” terangnya.

Tersangka juga mengakui sempat menerima dana sebesar Rp 3.310.000 dari korban/pelapor sebagai biaya pengobatan.”Tersangka ini, dipersangkakan telah melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan dan perbuatan cabul sebagaimana dimaksud pasal 378, 372 dan 290 KUHP, ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” tegasnya.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: KABAR GEMBIRA, LAGI 2 PASIEN CORONA DI BULELENG SEMBUH

Bagaimana komenter tersangka Popo? Popo mengakui perbuatannya lantaran butuh uang untuk berfoya-foya dengan pacar, yang merupakan tetangga korban. Setelah dipercaya bisa melakukan pengobatan, tersangka mengaku tertarik pada anak korban berinisial PDA. “Saya tertarik dengan dia,” tandasnya.

Dengan mengatakan PDA sakit, tersangka sempat melakukan pengobatan selama enam hari di Denpasar. Sampai akhirnya, ketahuan segala upayanya merupakan tipu daya untuk dapat mendekati PDA. “Sebenarnya saya tidak bisa apa-apa, semua saya lakukan untuk bisa mendekati dia (PDA,red),” katanya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here