Sukabumi – Jbm.co.id.

Sesudah melakukan upaya persuasif,para petani masih terus melakukan perusakan dan PTPN pun membenarkan adanya pengrusakan yang dilakukan para petani tersebut.

Asisten Administrasi Kebun Goalpara, Usman mengatakan perusakan terjadi di areal Tanaman Menghasilkan (TM) blok 16 afdeling Goalpara III pada Sabtu (27/6) lalu.

“Perusakan tanaman teh kebun goalpara sebanyak 129 pohon yang di ketahui oleh jajaran afdeling goalpara III.

Dan pada saat itu langsung kami beri penjelasan dan pengertian agar tidak meneruskan tindakan melawan hukum tersebut.

Pendekatan persuasif terus kami lakukan tetapi pada hari Senin, 29 Juni 2020 terlapor secara sengaja melanjutkan perusakan tersebut,” kata Usman,seperti yang terlansir di Detik.com.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: ANGGOTA F NASDEM DEK TAMU TANTANG ANGGOTA DPRD BULELENG POTONG GAJI

Usman menjelaskan total pohon yang dirusak hingga Rabu (1/7) sebanyak 502 pohon, pohon tersebut disebut masih produktif dan menghasilkan.

Ia juga menegaskan pelaporan itu bukan persoalan lahan namun tanaman yang masih bisa dipetik.

“Perlu kami luruskan bahwa yang di rusak adalah pohon bukan lahan, yaitu sebanyak 502 pohon hingga hari Rabu tanggal 1 Juli 2020,” jelasnya.

Kendati begitu, Usman mengakui sebagian sertifikat HGU Kebun Goalpara telah habis pada tahun 2013 silam.

Akan tetapi pihaknya sudah mengajukan perpanjangan sejak 24 Agustus 2011.

Terkait pelaporan, manajemen PTPN VII Kebun Goalpara, kepada Polres Sukabumi Kota dengan bukti surat Nomor
LP/B/118/VI/2020/JBR/RES SMI KOTA pada tanggal 29 Juni 2020.

Baca Juga :  KPK Gagal Geledah Kantor PDI-P, Ini Sikap Presiden

“Hal itu ditempuh setelah langkah persuasif secara terus menerus setelah perusakan pertama sebanyak 129 pohon.

Namun semua itu tidak diindahkan oleh para petani dan bahkan secara sengaja terus melakukan perusakan.

Pada hari Senin, Selasa dan Rabu tanggal 29,30 dan 1 Juli 2020 perusakan dilakukan hingga mencapai 502 pohon,” bebernya

Mengenai jumlah yang dilaporkan sesuai dengan surat pelaporan yang disampaikan kepada kepolisian.

Pihaknya hanya melaporkan satu orang yang disinyalir merupakan koordinator beberapa orang lainnya yang merusak tanaman menggunakan mesin Chain Shaw.

“Tetapi pada hari yang sama saat pembuatan laporan ke pihak polisi, pihak kepolisian langsung turun tangan ke lokasi

Baca Juga :  MENTERI BUMN ERICK THOHIR JUGA PANGGIL SANDIAGA UNO DAN MANTAN KOMISIONER KPK CHANDRA HAMZAH

Dan menemukan oknum perusak sejumlah sembilan orang serta pada saat itu juga langsung di data oleh kepolisian,” kata Usman.

Berdasarkan informasi yang ia peroleh, pelaku yang diperiksa polisi bukanlah petani penggarap karena tidak terdaftar dalam inventarisasi pihak perkebunan.

“Nama-nama mereka tidak ada di daftar petani penggarap yang sudah kita inventarisasi.

Yang mana sebagian besar petani penggarap sudah membuat surat pernyataan menggarap di atas materai.

Yang intinya mereka mengakui bahwa lahan yang di garap adalah lahan HGU PTPN VIII Kebun Goalpara,” pungkas dia.

Sumber Berita: Redaksi
Editor: Kurnia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here