Pasien Covid-19 Confirm Di Pacitan, Bertambah Dua Dan Sembuh Dua. Total 41 Pasien

2 min read

Pacitan, www.jbm.co.id- Kasus covid-19 di Pacitan, kembali bertambah. Gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) covid-19 Pemkab Pacitan, kembali menyampaikan pengumuman adanya dua pasien covid-19 confirm baru asal Desa Kembang, Kecamatan/Kabupaten Pacitan dan Sudimoro.

Pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki, usia 15 tahun dan masih kerabat dekat dari pasien positif covid-19 yang dinyatakan sembuh, kemudian meninggal dunia. Dirangkum kabar, pasien yang meninggal itu, bukan karena infeksi virus SARS-CoV-2. Sebab dua kali hasil swab dinyatakan negatif. Meninggalnya diduga karena penyakit bawaan.

Sehingga saat prosesi pemakaman dilaksanakan dengan tidak menerapkan porotokoler kesehatan penanganan pasien covid-19. Sementara satu pasien covid-19 asal Sudimoro, masih berusia balita, dan anak dari pasien positif covid-19 sebelumnya.

Baca Juga :  Korwil Bara JP Papua dan Papua Barat, Apresiasi Terobosan Erick Tohir Sebagai Menteri BUMN

Selain ada penambahan dua pasien covid-19 confirm, GTPP juga menyampaikan kabar baik, terkait dua pasien positif covid-19 asal klaster Pondok Pesantren Al-Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan yang dinyatakan sembuh.

Keduanya berasal dari Kecamatan Ngadirojo dan Nawangan. Mereka bergender laki-laki, dan selama ini menjalani masa isolasi di wisma atlet.

Wakil Ketua GTPP Covid-19 Pemkab Pacitan, Yudi Sumbogo saat rilis pers di aula pendopo Pemkab Pacitan mengatakan, kasus covid-19 confirm bertambah dua. Dari 39 menjadi 41. “Selain itu juga ada dua pasien sembuh. Yakni dari Kecamatan Ngadirojo dan Nawangan,” ujarnya, saat menggelar jumpa pers di aula pendopo Pemkab Pacitan, Senin (13/7) malam.

Terpisah, juru bicara tim komunikasi publik GTPP covid-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto mengatakan, masyarakat diharapkan jangan lengah dalam menerapkan porotokoler kesehatan. Mengingat sampai detik ini, kasus covid-19 terus merajalela. “Pakailah masker saat keluar dari rumah, dan sesering mungkin cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir, sebelum menyentuh mulut, hidung dan mata,” pesan dia.

Baca Juga :  Gegara Pilbup, Mutasi Pejabat Pemkab Pacitan Baru Bisa Dilaksanakan Paling Cepat Oktober 2021

Lain itu, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini mengatakan, badan kesehatan dunia (WHO) telah memberikan peringatan, kalau virus SARS-CoV-2 bisa menular lewat aerosol (partikel-partikel kecil) di udara. “Ini peringatan yang harus benar-benar diperhatikan masyarakat agar tidak lengah dalam melaksanakan protokol kesehatan. Penularan lewat udara dapat terjadi pada ruangan tertutup, ruangan dengan ventilasi serta sirkulasi udara yang jelek. Makanya untuk ruangan ber AC, sesekali secara teratur dibuka guna mendapatkan sirkulasi udara,” tandasnya.

Sementara itu, dengan bertambahnya satu pasien covid-19, kasus coronaviurs di Pacitan dilaporkan sebagai berikut.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: TERNYATA PDP DI RSUD BULELENG ADALAH SUAMI-ISTRI ASAL SAMBANGAN

Orang dalam pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 672 orang, dalam pemantauan 6 orang, selesai dipantau 672, dan meninggal satu orang. Pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 25 orang. Masih dalam pengawasan sebanyak 4 orang, selesai diawasi 14, dan meninggal 7 orang. Sementara pasien positif covid-19 sebanyak 41 orang, sembuh 16 orang, dirawat 24 dan meninggal dunia satu orang.

Sementara itu hadir dalam kesempatan jumpa pers, Bupati Pacitan, Indartato, Sekretaris Kabupaten, Heru Wiwoho Supadi Putro, Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan, Trihadi Hendra Purwaka, Wakil Kapolres Pacitan, Kompol Sumardi, Kasdim 0801 Pacitan Mayor Infanteri Tonny Anugrahan dan Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo. (yun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *