Connect with us

Berita

Covid-19 Semakin Mengganas, Tahun Ajaran Baru Siswa Didik Laksanakan Pembelajaran Secara Daring

Published

on

Pacitan, www.jbm.id- Tahun ajaran baru, hari ini telah dimulai. Akan tetapi kerinduan para siswa didik kepada lingkungan sekolah, belum terobati. Mereka saat ini masih tetap mengikuti pembelajaran dalam jaringan (daring), mengingat sampai detik ini badai coronavirus belumlah usai.

Bahkan perkembangan terakhir, kasus covid-19 kian menjadi. Badan kesehatan dunia (WHO) memberikan peringatan, agar penduduk dunia lebih waspada dan berhati-hati. Mengingat virus SARS-CoV-2, tidak hanya bisa menular melalui percikan ludah atau droplet dari penderita. Namun, covid-19 bisa menyebar melalui aerosol. Yakni pertikel-partikel kecil di udara. Hal inilah yang mengharuskan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi, sementara waktu menunda metodelogi pembelajaran secara klasikal.

Baca Juga :  PEGAWAI KPK JADI ASN, INILAH SYARATNYA

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Daryono, mengatakan, tahun ajaran baru belumlah mengubah sistem pembelajaran secara daring. Sebab pandemi global coronavirus disease (covid-19) masih terus berlangsung. “Detik ini metodelogi pembelajaran masih dilaksanakan secara daring. Karena itu, para guru kami imbau untuk lebih intens lagi melakukan kunjungan terstruktur kepada siswa didiknya,” kata Daryono, Senin (13/7).

Baca Juga :  Dua PDP Covid-19 Di Pacitan, Wafat

Sementara itu, untuk pengenalan lingkungan sekolah (PMS) bagai siswa didik baru, juga dilaksanakan secara virtual. “Jadi guru berkumpul dan memperkenalkan lingkungan sekolah dengan fasilitas video conference (vidcon) kepada siswa didiknya,” tutur mantan Inspektur Pembantu Inspektorat Kabupaten Pacitan ini.

Menurut Daryono, metode pembelajaran secara klasikal, hanya bisa dilaksanakan oleh daerah berstatus zona hijau sebaran covid-19. Itupun, lanjut dia, harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Baca Juga :  Si Melon Kembali Menghilang Di Pacitan

Selain izin dari gugus tugas, juga wali murid dan lolos verifikasi dari Dinas Pendidikan. “Untuk Pacitan, saat ini masih berstatus zona kuning. Sehingga belum memungkinkan untuk melaksanakan metodelogi pembelajaran secara klasikal,” tegasnya. (yun).

Berita

INFO DEWAN: TANAH HPL DI PEJARAKAN JADI TEMUAN BPK RI

Published

on

By

Foto JBM.co.id/Francelino: Suasana rapat DPRD Buleleng

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Ini kabar mengejutkan bagi Pemkab Buleleng, Bali. Tanah HPL di kawasan Batu Ampar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak menjadi temuan BPK RI.

Ini terungkap dalam rapat DPRD buleleng dengan eksekutif dengan agenda tindak lanjut LHP BPK, di Gedung DRPD buleleng, Jalan Veteran No 2 Singaraja, Selasa (11/8/2020) siang.

Baca Juga :  Sejumlah Tokoh Berikan Apresiasi Kepada SD N 1 Umpu Kencana, Way Kanan

Masalah di Batu Ampar itu terkait Kerjasama Aset Kemitraan dengan pihak ketiga untuk Tanah HPL di Desa Pejarakan.

Secara keseluruhan ada 7 temuan BPK RI atas laporan keuangan Buleleng tahun anggaran 2019.

Selain Tanah HPL Pejarakan yang masih bermasalah, dua temuan BPK RI lain yang belum mampu diperbaiki Pemkab Buleleng adalah pengadaan Brave Tester dan Axle Load Mater di Dinas Perhubungan; dan Belanja Modal Tanah di SDN 3 Sidetapa yang sekarang sedang dalam proses pemecahan sertifikat.

Baca Juga :  Dituduh Nikahi Istri Orang, Ketua Bawaslu Loteng Resmi Lapor Balik

Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua Dra. Made Putri Nareni dengan dihari oleh masing-masing Ketua Komisi dan Ketua Fraksi DPRD Buleleng itu, Asisten III Ir. Nyoman Genep, MT, dalam pemaparannya menyatakan bahwa hasil audit BPK untuk anggaran tahun 2019 terdapat 7 temuan BPK sudah ditindaklanjuti.

????????????????????????????????????

Hal sama disampaikan Wandira Adi anggota DPRD Komisi III. Kata politisi Golkar itu pemerintah daerah diharapkan lebih cermat dalam perencaanaan program/kegiatan sehingga dalam pelaksanaan tidak ditemukan permasalahan atau kendala yang pada akhirnya menjadi temuan BPK.

Baca Juga :  IDUL FITRI: H-2 POSPERA BAGI-BAGI BERAS KE 35.000 RUMAH TANGGA DI JAKARTA

“Kami juga berharap agar dokumen hasil pelaksanaan tindaklanjut temuan BPK agar disampaikan ke DPRD,” tegas Wandira.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Berita

NEW NORMAL: KESEHATAN MENTAL SALAH SATU ANCAMAN MASYARAKAT SELAMA PANDEMI COVID-19

Published

on

By

Foto JBM.co.id Danu: LAAGI berencana gelar pengobatan gratis

PALEMBANG-JBM.CO.ID – Kesehatan mental menjadi salah satu dampak yang mengancam masyarakat selama pandemi COVID-19 Berlangsung. Terutama masyarakat baik di Indonesia maupun di negara lain di dunia yang menjalani masa karantina berpotensi mengalami gangguan.

Karantina, kematian, kemiskinan, dan kegelisahan akibat pandemi COVID-19 memicu krisis gangguan mental yang serius.

Pandangan itu disampaikn oleh Sukma Hidayat atau akrab disapa Bung Sukma yang juga sekaligus Ketua Umum Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia (LAAGI). Kata Bung Suksma, dari beberapa hasil investigasi di masyarakat, bahwa saat ini masyarakat enggan melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit dan tempat berobat lainnya.

Baca Juga :  KPU Bandar Lampung Sebut Jumlah Dukungan Balon Perseorangan Ike Edwin-Zam Zanariah Sudah Mencukupi

Maka itu aksi safari kesehata atau pengobatan gratis bagi masyarakat yang digelar LAAGI sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat. Maka itu, Bung Sukma berharap kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis untuk masyarakat ini sedikit membantu pemerintah dalam membangkitkan mental masyarakat.

Sementara itu Ibrahim Adha, ketua pelaksana kegiatan, Selasa (11/8/2020) mengatakan pada saat audiensi di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya dan Rumah Sakit Siti Fatimah bahwa kegiatan ini sebagai wujud aksi dan upaya mengkampanyekan akan pentingnya hidup sehat.

Baca Juga :  PEGAWAI KPK JADI ASN, INILAH SYARATNYA

Senada dengan Ibrahim Adha, Riska Johanes sebagai Sekretaris Pelaksana mengatakan kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 19-24 Agustus 2020 ini diharapkan mendapatkan dukungan support dari RS Siloam Sriwijaya dan RS Siti Fatimah dalam menyediakan tenaga medis baik dokter maupun tenaga perawat.

Okta Priandy Ketua IKA UKMC juga menambahkan, “Untuk saat ini kita juga sudah ada tenaga sukarelawan dari beberapa Mahasiswa keperawatan dan kebidanan dari beberapa Universitas dan Akademi.”

Audiensi yang berlangsung di RS Siloam Sriwijaya diterima langsung oleh Direktur Medis dr. Anton, Direktur Keperawatan Benedikta dan Bagian Promosi dan Humas. Direktur Media RS Siloam Sriwijaya mengapresiasi kegiatan ini karena saat ini perlu diberikan dedikasi kepada masyarakat bahwa yang terjangkit wabah Corona bukanlah sebuah aib. “Dan kita tim medis juga masyarakat harus berlaku jujur. Sebelum menutup Audiensi Direktur Medis RS Siloam Sriwijaya akan membicarakan pada pihak manajemen dan pada prinsipnya siap mendukung kegiatan ini,” papar Anton.

Baca Juga :  Pedagang Kantin Sekolah Di Pacitan, Belum Tersentuh Bantuan

Hal senada disampaikan oleh Wakil Direktur RS. Siti Fatimah bahwa akan membicarakan kepada Direktur dan prinsipnya mendukung kegiatan positif ini.

Penulis: Ril/Danu
Editor: Francelino

Continue Reading

Berita

BUPATI BULELENG MINTA MASYARAKAT TERTIB URUS PERIZINAN

Published

on

By

Foto JBM.co.id/Francelino: Satpol PP Buleleng sedang menyegel pembangunan vial di Sembiran

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Bupati Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana, ST, meminta seluruh masyarakat ataupun investor untuk tertib mengurus perizinan. Pengurusan perizinan diperlukan untuk memperlancar segala bentuk usaha ataupun bangunan yang akan dibangun sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Arahan tersebut diungkapkannya menanggapi adanya tower seluler yang disegel dan pengerjaan hotel/villa yang di stop karena belum melengkapi izin, Selasa (11/8/2020).

Baca Juga :  KPU Bandar Lampung Sebut Jumlah Dukungan Balon Perseorangan Ike Edwin-Zam Zanariah Sudah Mencukupi

Bupati Agus menjelaskan, dengan tertib melakukan pengurusan perizinan, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya permasalahan di kemudian hari. Sebaba dalam regulasi (Perda) pun sudah jelas kepada masyarakat agar mengurus perizinan sesuai dengan kebutuhan dan aturan regulasi yang ada. Seperti izin usaha atau izin mendirikan bangunan. “Ini sangat diperlukan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) juga akan memberikan izin sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Baca Juga :  Wabup Yudi Sumbogo, Ingatkan Jangan Sampai Kasus Malang Terjadi Di Pacitan

Kata dia, tertibnya masyarakat mengurus perizinan sebelum mendirikan usaha ataupun melakukan suatu hal yang berdasarkan aturan membutuhkan izin dari pemerintah. Selain itu, beberapa aspek seperti aspek lingkungan yang sangat mendasar akan dipertimbangkan dalam izin yang dikeluarkan.

“Aspek-aspek lainnya juga dipertimbangkan seperti aspek lingkungan dalam izin yang dikeluarkan. Jika suatu usaha atau pendirian bangunan tidak dilengkapi izin, ya saya minta untuk diberikan sanksi. Itu sudah regulasi,” ujar Agus.

Baca Juga :  Nasdem Pacitan, Lakukan Restrukturisasi Kepengurusan Guna Pemenangan Pilbup dan Pileg 2024

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Trending