Connect with us

Berita

Gagarin Dan Prof Sudidjono, Berpeluang Besar “Dilirik” Demokrat

Published

on

Pacitan, www.jbm.id- Gagarin maupun Profesor Sudidjono Sastroatmojo, masih sama-sama punya peluang untuk berkendara dengan Partai Demokrat menuju gelanggang Pilbup Pacitan, 2020.

Pernyataan tersebut, disampaikan pengamat politik gaek, HG Soedibyo, Ahad (12/7).

Hanya saja, Prof Sudidjono, diakui punya managerial yang sudah teruji ketika mengendalikan Universitas Negeri Semarang (Unesa). “Ora gampang lo, memimpin banyak universitas dan banyak jurusan, kalau tidak didasari kemampuan leadership yang tinggi, sekalipun itu hanya dilingkungan pendidikan. Tetapi itulah realita sejarah kemampuan leadership yang dimiliki seorang Prof Sudidjono,” kata mantan birokrat, jebolan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) ini, Ahad (12/7).

Baca Juga :  Tinjau Pelaksanaan UNBK, Gubernur Arinal Saksikan Langsung Sekolah di Lampung Juga Siap Antisipasi Virus Corona

Namun, dari sisi elektabilitas, Prof Sudidjono, memang masih tertinggal jauh dengan Gagarin. Sudah hampir selama empat periode ini, Gagarin duduk sebagai anggota DPRD Pacitan.

Akan tetapi, harus diakui, memimpin di legislatif sangat berbeda dengan memimpin di eksekutif. “Saya sudah kenyang di legislatif, sebelumnya saya juga lama sebagai birokrat. Ini pekerjaan rumah (PR) bagi Gagarin, bisakah membalikan telapak tangan untuk beralih memimpin di eksekutif,” terang mantan Bupati Pacitan ini.

Baca Juga :  Aji : Soal Rekomendasi, Hanya Menunggu Waktu

Menurut Soedibyo, dua figur bakal calon bupati ini, masing-masing punya kelebihan yang patut diperhitungkan. Keduanya juga masih punya peluang untuk dilirik Partai Demokrat. Meskipun, Gagarin besar dan berangkat meniti karir politiknya dari partai sebelah. “Tapi sekali lagi, Demokrat butuh calon pemimpin yang bisa membesarkannya dimasa mendatang,” tegasnya. (yun).

Baca Juga :  VIRUS CORONA: MENKES HAPUS ISTILAH ODP, PDP, DAN OTG

Berita

NEW NORMAL: KESEHATAN MENTAL SALAH SATU ANCAMAN MASYARAKAT SELAMA PANDEMI COVID-19

Published

on

By

Foto JBM.co.id Danu: LAAGI berencana gelar pengobatan gratis

PALEMBANG-JBM.CO.ID – Kesehatan mental menjadi salah satu dampak yang mengancam masyarakat selama pandemi COVID-19 Berlangsung. Terutama masyarakat baik di Indonesia maupun di negara lain di dunia yang menjalani masa karantina berpotensi mengalami gangguan.

Karantina, kematian, kemiskinan, dan kegelisahan akibat pandemi COVID-19 memicu krisis gangguan mental yang serius.

Pandangan itu disampaikn oleh Sukma Hidayat atau akrab disapa Bung Sukma yang juga sekaligus Ketua Umum Lintas Aktivis Antar Generasi Indonesia (LAAGI). Kata Bung Suksma, dari beberapa hasil investigasi di masyarakat, bahwa saat ini masyarakat enggan melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit dan tempat berobat lainnya.

Baca Juga :  Temuan Klaster Baru, Stok RDT Di Pacitan Menipis

Maka itu aksi safari kesehata atau pengobatan gratis bagi masyarakat yang digelar LAAGI sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat. Maka itu, Bung Sukma berharap kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis untuk masyarakat ini sedikit membantu pemerintah dalam membangkitkan mental masyarakat.

Sementara itu Ibrahim Adha, ketua pelaksana kegiatan, Selasa (11/8/2020) mengatakan pada saat audiensi di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya dan Rumah Sakit Siti Fatimah bahwa kegiatan ini sebagai wujud aksi dan upaya mengkampanyekan akan pentingnya hidup sehat.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: PAWAI OGOH-OGOH DI BULELENG DIBATASI

Senada dengan Ibrahim Adha, Riska Johanes sebagai Sekretaris Pelaksana mengatakan kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 19-24 Agustus 2020 ini diharapkan mendapatkan dukungan support dari RS Siloam Sriwijaya dan RS Siti Fatimah dalam menyediakan tenaga medis baik dokter maupun tenaga perawat.

Okta Priandy Ketua IKA UKMC juga menambahkan, “Untuk saat ini kita juga sudah ada tenaga sukarelawan dari beberapa Mahasiswa keperawatan dan kebidanan dari beberapa Universitas dan Akademi.”

Audiensi yang berlangsung di RS Siloam Sriwijaya diterima langsung oleh Direktur Medis dr. Anton, Direktur Keperawatan Benedikta dan Bagian Promosi dan Humas. Direktur Media RS Siloam Sriwijaya mengapresiasi kegiatan ini karena saat ini perlu diberikan dedikasi kepada masyarakat bahwa yang terjangkit wabah Corona bukanlah sebuah aib. “Dan kita tim medis juga masyarakat harus berlaku jujur. Sebelum menutup Audiensi Direktur Medis RS Siloam Sriwijaya akan membicarakan pada pihak manajemen dan pada prinsipnya siap mendukung kegiatan ini,” papar Anton.

Baca Juga :  ALI USMAN, MANTAN PEMAIN AREMA, GELAR COACHING CLINIC DI SERIRIT

Hal senada disampaikan oleh Wakil Direktur RS. Siti Fatimah bahwa akan membicarakan kepada Direktur dan prinsipnya mendukung kegiatan positif ini.

Penulis: Ril/Danu
Editor: Francelino

Continue Reading

Berita

BUPATI BULELENG MINTA MASYARAKAT TERTIB URUS PERIZINAN

Published

on

By

Foto JBM.co.id/Francelino: Satpol PP Buleleng sedang menyegel pembangunan vial di Sembiran

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Bupati Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana, ST, meminta seluruh masyarakat ataupun investor untuk tertib mengurus perizinan. Pengurusan perizinan diperlukan untuk memperlancar segala bentuk usaha ataupun bangunan yang akan dibangun sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Arahan tersebut diungkapkannya menanggapi adanya tower seluler yang disegel dan pengerjaan hotel/villa yang di stop karena belum melengkapi izin, Selasa (11/8/2020).

Baca Juga :  VIRUS CORONA: PAWAI OGOH-OGOH DI BULELENG DIBATASI

Bupati Agus menjelaskan, dengan tertib melakukan pengurusan perizinan, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya permasalahan di kemudian hari. Sebaba dalam regulasi (Perda) pun sudah jelas kepada masyarakat agar mengurus perizinan sesuai dengan kebutuhan dan aturan regulasi yang ada. Seperti izin usaha atau izin mendirikan bangunan. “Ini sangat diperlukan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) juga akan memberikan izin sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Baca Juga :  Temuan Klaster Baru, Stok RDT Di Pacitan Menipis

Kata dia, tertibnya masyarakat mengurus perizinan sebelum mendirikan usaha ataupun melakukan suatu hal yang berdasarkan aturan membutuhkan izin dari pemerintah. Selain itu, beberapa aspek seperti aspek lingkungan yang sangat mendasar akan dipertimbangkan dalam izin yang dikeluarkan.

“Aspek-aspek lainnya juga dipertimbangkan seperti aspek lingkungan dalam izin yang dikeluarkan. Jika suatu usaha atau pendirian bangunan tidak dilengkapi izin, ya saya minta untuk diberikan sanksi. Itu sudah regulasi,” ujar Agus.

Baca Juga :  Empat Pasien Covid-19 Di Pacitan Sembuh. Total Ada 46 Yang Sudah Terbebas Dari Coronavirus

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Berita

SATPOL PP BULELENG SEGEL TOWER DI BANYUNING DAN VILA DI SEMBIRAN

Published

on

By

Foto JBM.co.id/Francelino: Satpol PP Buleleng sedang menyegel tower di Banyuning

TEJAKULA-JBM.CO.ID – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Buleleng mulai bernyali. Kali ini lembaga “penerbit izin” itu mulai tidak kompromi terhadap bangunan bodong alias bangunan liar.

Seperti Selasa (11/8/2020), DPMPTSP atau lebih disebut Dinas Perizinan diback-up Satpol PP Kabupaten Buleleng, Bali, melakukan penyegelan terhadap satu tower seluler di Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng dan penghentian pengerjaan hotel/villa di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula.

Baca Juga :  Satu Bakal Calon Bupati Dari Partai Demokrat, Dikabarkan Melamar Bakal Calon Wakil Bupati Lewat PKB. siapakah Dia?

Menurut Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non-Perizinan A DPMPTSP Buleleng, Ir. Ida Komang Sudita, tower seluler yang disegel tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Sedangkan untuk pengerjaan hotel/villa yang dihentikan di Desa Sembiran, sebelumnya sudah mengajukan permohonan IMB, namun masih dilakukan penangguhan karena tidak sesuai dengan rencana pembangunannya.

“Izin tanah yang diajukan sebesar 86 are, tapi bangunannya kecil sekali. Ada laporan juga luas tanah keseluruhannya sebesar 35 hektar, rencana pembangunannya belum sesuai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Aji : Soal Rekomendasi, Hanya Menunggu Waktu

Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng, Drs. I Putu Artawan mengatakan tindakan penyegelan ini tentu sudah sesuai dengan regulasi yang ada. DPMPTSP Kabupaten Buleleng sudah memberikan surat teguran sebanyak dua kali terhadap pemilik bangunan dan tower, namun tidak juga diindahkan. Sehingga dilakukan penyegelan sebagai bentuk pembinaan. Jika tidak diindahkan lagi, sesuai dengan regulasi akan dilakukan tindakan pembongkaran.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: MENKES HAPUS ISTILAH ODP, PDP, DAN OTG

“Saya ingatkan setiap pelaku usaha sebelum melakukan usahanya harus mengantongi izin sebelum lanjut ke pembangunan dan operasional. Untuk yang dilakukan penyegelan, jika izin sudah dilengkapi nanti juga kami akan buka penyegelannya, Ini hanya pembinaan saja,” pungkasnya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Trending