Palembang, jbm.co,id | Sejak pandemi covid-19 melanda Indonesia khususnya Provinsi Sumatera Selatan tentu berdampak terhadap berbagai sektor tak terkecuali dengan sektor pendidikan. Oleh karena itu, dalam dunia pendidikan mengalami perubahan dari sistem pendidikan tatap muka secara langsung berubah menjadi pendidikan jarak jauh atau pendidikan berbasis virtual.

Perubahan paradigma pendidikan tersebut, bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Untuk memutus mata rantai covid-19, pemerintah juga menerapkan di beberapa daerah untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menjelang berakhirnya PSBB di beberapa daerah yang ada di Sumatera Selatan dan menuju era new norma khususnya di dunia pendidikan sudah pasti memiliki langkah-langkah kongkrit pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Sumsel dalam menyikapi permasalahan pandemi covid-19 ini

“Langkah-langkah kogrit tersebut, antara lain adanya gugus tugas pendidikan di Provinsi Sumsel sesuai surat edaran Menteri Pendidikan, gusus tugas pendidikan di Kabupaten/Kota dan gugus tugas pendidikan internal di sekolah. Selain itu, pihak sekolah pun harus mempunyai insfratuktur sesuai protokuler kesehatan” ujar Plt Kadisdik Sumsel Riza Pahlevi, Kamis (18/06/2020).

Baca Juga :  DIKEROYOK DUA PEMUDA PENYABANGAN, PUTU IAD LUKA PARAH

Ia menambahkan, kegiatan pembelajaran di sekolah akan kita serahkan kepada pihak sekolah masing-masing daerah untuk berkordinasi dengan Satuan Tugas Gugus Tugas Percepatan dan Pencegahan Covid-19 di setiap masing-masing daerah sesuai situasi, apakah tetap dilakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring atau secara tatap muka.

“Kita berpesan kepada pihak sekolah selain harus koordinasi dengan berkordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan dan Pencegahan Covid-19 juga sudah pasti harus mengadakan rapat antar kepala sekolah, komite sekolah, dewan guru bahkan wali murid arena berkenaan keputusan KBM daring atau secara tatap muka.” tergasnya.

Ia mengungkapkan, jangan sampai nantinya, banyak wali murid yang tak setuju untuk belajar tatap muka karena belum digelar musyawarah antara komite sekolah bagi daerah-daerah yang berada di zona hijau yang memungkinkan untuk digelar tatap muka.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, Partai Golkar Bandarlampung Konsolidasi Kader

“Jadi silahkan sekolah mau dilakukan sistem ganjil genap, atau satu kelas dibagi dua, kemudian ada shift pagi atau siang, sehingga Social Distancing tetap diterapkan serta siswa juga diwajibkan tetap menggunakan masker di era New Normal nanti dan tentunya pihak sekolah harus menyediakan infrastruktur sesuai dengan protokuler kesehatan” terangnya.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya telah menginstruksikan dan memberi himbauan kepada kepala sekolah SMA/SMK se Sumsel melalui Ketua MKKS SMA/SMK se-Sumsel dan Kordinator Pengawasan agar setiap kegiatan di sekolah baik itu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), proses tahun ajaran baru dah lainnya untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yang diarahkan oleh Satuan Gugus Tugas Percepatan dan Pencegahan Covid-19. “Lengkapi sarana dan prasarana atau insfraktruktur protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, disinfectan, dan lain-lain” urainya.

Baca Juga :  Soal Hutang 200 Miliar, PDI P Ponorogo Surati PT. SMI

“Kegiatan proses pembelajaran tahun pelajaran 2020/2021 akan di mulai pada tanggal 13 Juli 2020 mendatang dan itu juga siswa secara bergantian masuk sekolah namun bukan untuk belajar tapi untuk mengikuti pengenalan sekolah yang hanya dilakukan satu hari saja itu pun secara bergantian dan tetap mengikuti protokol kesehatan” tuturnya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan , semua warga sekolah harus displin mengikuti semua ketentuan protokol kesehatan. Untuk kiat-kiat guru dalam pelaksanaan pembelajaran di tengah pandemi ini harus mampu menghadirikan konsep 4G dalam proses belajar. “konsep pembelajaran yang harus diterapkan guru yakni kecepatan dan ketepatan. Dimaksud dengan kecepatan itu sendiri seorang guru harus memiliki konsep 4G tediri dari Gagasan, Gerakan, Gaul dan Giat.” pungkasnya. (Danu/JBM)

Editor : SA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here