MANGUPURA-JBM.CO.ID – Dengan ditutupnya objek wisata di Bali secara menyeluruh akibat pandemi COVID-19 membuat kerinduan masyarakat semakin memuncak untuk bisa mengunjungi objek-objek wisata yang relatif dekat dengan rumah mereka.

Lebih-lebih sampai tempat-tempat penglukatan pun ikut ditutup sehingga masyarakat yang hendak melaksanakan ritual melukat yang sifatnya sangat penting pun harus gigit jari.

Seperti yang diungkapkan Ketut Suwantara, warga Gianyar, yang mengaku dapat petunjuk untuk melukat di Tirta Taman Mumbul Sangeh, namun tidak bisa terlaksana karena masih ditutup bagi segala aktivitas.

Juga beberapa warga luar Badung yang sudah membawa perlengkapan juga harus kecewa karena tidak diizinkan masuk ke lokasi penglukatan.

Baca Juga :  Sejak 2016, Istri Pejuang Nenek Tukirah Luput Perhatian Dari Pemerintah

Bagaimana komentar Gusti Agung Adi Wijaya, Ketua Pengelola Obyek Wisata dan Penglukatan Tirta Taman Mumbul Sangeh? Ia membenarkan bahwa banyak orang yang datang ke lokasi itu untuk keperluan ritual melukat namun karena belum ada instruski Gubernur membuka objek wisata sehingga ia pun tidak mengizinkan masyarakat masuk ke Kawasan itu.

“Memang cukup banyak orang yang datang hendak melukat ke sini namun tidak kita izinkan. Kami tidak berani melanggar aturan. Jadi kami mohon pengertian dari semua pihak,” jelas Adi Wiputra yang merupakan mantan karyawan sebuah hotel di Batam ini.

Baca Juga :  BAGIAN PROKOM BULELENG TANAM BIBIT TERONG DAN CABAI

Sementara Ida Bagus Sunartha, S.Sos, Bendesa Adat Sangeh mengaku, dirinya sesungguhnya ingin sesegera mungkin membuka objek wisata. Namun karena aturan penutupan objek wisata dilakukan secara nasional sehingga ia tidak berani mendahului keputusan pemeirntah.

“Tiang berharap new normal bisa segera dimulai sehingga obyek wisata Sangeh dan Penglukatan Tirta Taman Mumbul bisa dibuka sehingga perekonomian warga bisa bergeliat membaik. Namun kita harus mematuhi imbauan pemerintah dan menunggu keputusan selanjutnya,”ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua Pengelola Obyek Wisata Sangeh, I Made Sumohon. “Kalau ditanya kapan objek kita buka, kita harus menunggu instruksi pemerintah terlebih dulu. Kita sebenarnya selaku pengelola sudah ketar-ketir menghadapi situasi saat ini. Cadangan dana untuk pakan kera terus menipis, sumbangan makanan dari relawan pun sudah berangsur-angsur berkurang, di samping perekonomian kami semakin sulit,” urai Sumohon.

Baca Juga :  Momentum Pergantian Tahun, Kodim 0724/Boyolali Gelar Do'a Bersama

“Mudah-mudahan dengan diviralkan media para stakeholder di atas lebih berani mengambil langkah-langkah cepat,terutama memberi izin operasi objek-objek wisata tentunya dengan tetap mengikuti protokoler Kesehatan,” harap Sumohon.

Penulis: Beratayasa
Editor: Francelino

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here