MAKNA YANG TERKANDUNG PADA MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

3 min read

Prof. Dr.Ir. H. Koesmawan AS, M.Sc., M.BA., DBA

Senin, 05 Mei 2020

Jakarta, jbm.co.id, – Pada suatu kesempatan, ketika zaman TV Hitam Putih, ada ceramah tentang Bahasa Indonesia, yang memberi ceramah ialah Prof.Dr. Jus Badudu. Beliau berbicara tentang Makna Minal Aidzin Wal Faidzin. Alhamdulillah, isi ceramah itu, nempel di mang Engkoes, sampai hari ini. Serta belum ada yang membantah apalagi menyalahkan. Bila ada yang mengkoreksi, sangat kuharapkan.

Begini. Sebenarnya, saya belum menemukan Hadist yang berbunyi, apabila kamu selesai ibadah puasa, maka bersalamanlah kamu dengan orang banyak dan Ucapkan, _“ Minal Aidzin Wal Faidzin”. Bila ada yang menemukan, tolong kabarkan disini, saya akan sangat menghargai sekali.

Adapun yang saya dapatkan di Hadist ialah Ucapan: “ TAQOBALLAHU MINNAA WA MINKUM, SHIYAMANAA, WA SHIYAMAKUM”

Artinya: Semoga Allah SWT Mengabulkan doa kami sekeluarga dan juga doamu sekeluarga. Lalu dijawab : Taqobal Yaa Kariim. Kabulkanlah wahai Yang Maha Mulia. Demikianlah ucapan yang benar, semoga sahabat yang baca ini, cinta kepada Sunah, yakni apa yang disuruh Rasululloh SAW.

Baca Juga :  Institut Teknologi Bandung

Sementara ucapan “Minal Aidzin Wal Faidzin”. Belum jelas perintahnya. Kok terus dipakai yah. Inilah yang membuat saya terkesan kepada prof.Dr. Jus Badudu. Padahal beliaupun tahu, apa di negara Malaysia, Brunai, Pakistan, apa lagi Saudi Arabia, Qatar, Kuwait, ada nggak tulisan besar, “ Minal Aidzin Wal faidzin”. Coba besok lusa ketemu kawan Arab di :Luar negeri. Besar kemungkinan, bingung mereka. Maksudnya apa ini orang Indonesia. Kok Minal Aidzin, Wal Faidzin.

Menurut Prof Jus Badudu, sebemarnya kata Minal Aidzin Wal Faidzin, diuaraikan begini Min (dari) Al Aidz-in (Orang Datang), Wa (dan ) Al Faidz-in (orang Menang). Mang Engkoes bukan ahli Bahasa Arab. Hanya menebak saja. Muslim (orang Islam). Musimin (Kumpulan orang Islam). Ada In- nya itu. Semoga di Koreksi Muhammad Najib. Terima kasih. Jadi kata Prof. Jus Badudu, arti Minal Aidzin Wal Faidzin itu ialah: DARI YANG DATANG DAN YANG MENANG. Mengapa muncul ucapan ini?. Dugaan mang Engkoes, berpikirnya orang-orang saleh dahulu kepada Ucapan Rasul SAW sewaktu mengajarkan Apa Itu Puasa.

Baca Juga :  KETIKA AL-QURAN MENERJEMAHKAN DIRINYA SENDIRI

Sabda Rasululloh, “ ROJANAA MINAL JIHADIL ASHGAR, ILAL JIHADIL AKBAR” Kita telah tiba dari Jihad Kecil (perang, mencari uang, bekerja) , ke Jihad Besar. Apa ya Rasulullaoh Jihad Besar itu. Beliau dengan senyum menjawab “JIHADUN NAFS”. Jihad melawan hawa nafsu. Nafsu Makan, Nafsu Minum, Nafsu berhubungan suami istri, nafsu dendam kesumat, nafsu ingin menjelekkan orang. Nafsu ingin menjegal nasib orang. Intinya NAFSU AMARAH, kudu diperangi. Itulah Jihad Besar. Di Bulan Ramadhan ini saatnya.

Baca Juga :  Benarkah RUU Ciptaker, Omnibus Law Yang Pragmatis Dan Tidak Demokratis ?

Akhirnya Jus Badudu mengartikan tiga makna DATANG DAN MENANG ITU : (1) Datang di Bulan Ramadhan, DAN karena Sehat, walau ada Covid-19, Tamat Puasanya (menang). Kalau ibu-ibu tambah dihari lain sbg pengganti. (2) Datang dan Tamat Puasa Hari ini. Menang, karena Puasanya dan semua ibadah hari ini DITERIMA ALLAH SWT di akherat nanti. (3) Datang di BUlan Ramadhan Tahun ini 1441H dan Menang Ketemu di WA Bulan Ramadhan Tahun Depan 1442H

Akhirnya mang Engkoes ucapkan, _ “ TAQOBALLALLOHU MINNAA WAMINKUM, SHIYAMANA WA SHIYAMAKUM” MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN”. Insya Allah kita semua berada dalam Rida Allah SWT. Semoga bangsaku tetap Jaya dan Umat Manusia terbebas dari Covid -19. Wassalam. (Red/JBM/Ichwan Aridanu)

Editor : SA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *