SURAT TERBUKA UNTUK GUBERNUR SUMATERA SELATAN

5 min read

Husin Rianda Ketua PKC PMII Sumsel

Palembang, JBM.CO.ID., Ketua Umum PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)  Sumatera Selatan Husin Rianda melayangkan surat terbuka kepada Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru terkiat dengan penanganan pandemi covid 19 di Sumatera Selatan.

Berdasarkan keterangan yang diterima, Sabtu(16/5/2020), surat terbuka itu meminta agar Gubernur Sumsel untuk lebih angresif lagi terkait dengan  penanganan pandemi covid 19 dan lebih serius memikirkan banyak nyawa masyarakat di Sumsel.

Tidak boleh lagi hanya ada kata-kata “, harmonisasi, aturan-aturannya sedang dipersiapkan” — tidak boleh lagi ada tinjau meninjau proyek selain soal penanganan covid 19 ini, tidak boleh lagi ada upacara-upacara seremonial yang tidak penting. Ini keadaan sudah sangat darurat,” tulis Husin Rianda dalam surat terbukanya.

PMII Sumsel juga meminta menyarankan enam rekomendasi kepada Gubernur Sumsel untuk segera mengambil langkah-langkah ke depannya dalam menghadapi pandemi ini.

Berikut Surat Terbuka dari PMII Sumsel :

SURAT TERBUKA UNTUK GUBERNUR SUMATERA SELATAN

Kepada Yth,
Gubernur Provinsi Sumatera Selatan
Bapak Herman Deru, SH.,MM.
Di_
Tempat

Assalamu’alaikum, Warahmatullah Wabarakatuh,
Salam Silaturakhim kami sampaikan, semoga Bapak Gubernur selalu diberikan kesehatan sehingga dapat menjalankan amanah sebagai wakil rakyat di Provinsi Sumatera Selatan. 

Bapak Gubernur yang kami hormati, melihat keadaan Sumatera Selatan  yang semakin hari semakin mengkhawatirkan serta mengancam keselamatan nyawa masyarakat Sumsel. Kami sebagai masyarakat Sumsel rasanya ingin menangis melihat keadaan ini. Entah kemana lagi kami harus mengadu? Selain kepada para wakil rakyat. Apakah bapak merasakan hal yang sama? 

Bapak Gubernur yang kami hormati, Keadaan hari ini seharusnya jauh lebih baik jika sejak awal Bapak Gubernur memperlihatkan sikap keseriusan, tegas dan tidak menganggap enteng COVID-19 ini. Waktu adalah musuh kita, sehingga sejak awal Bapak Gubernur terkesan menyia-nyiakan kesempatan ini dalam merespon ancaman COVID-19 dengan cara yang tepat. Kita lihat hari ini, setiap harinya korban positif COVID-19 di Sumsel terus bertambah dan dampak berupa kerugian ekonomi semakin mengkhawatirkan, ditengah situasi alam hari ini yang tidak pasti, pilihan terbaik bukanlah menunggu keajaiban. Sumatera Selatan membutuhkan sebuah rencana strategis.

Bapak Gubernur yang kami hormati, Kepedulian adalah pilihan terbaik dimasa pandemik, kami megharapkan bapak untuk lebih serius lagi dalam menangani pandemik ini, memang benar bahwa tidak ada satupun provinsi yang benar-benar siap dalam menghadapi situasi sekarang ini. Tapi perbedaanya adalah terletak pada bagaimana cara kita merespon cepat keadaan ini, kita bisa mulai dengan sikap keterbukaan, mengakui keterbatasan pemerintah saat ini, baik soal penyiapan anggaran, penyiapan Sembilan bahan pokok, penyiapan peralatan medis dan lain sebagainya.

Kami yakin, keterbukaan justru dapat membuat masyarakat sumsel jauh lebih tenang, dan dapat memulihkan kembali kepercayaan rakyat kepada pemerintah untuk kembali bekerjasama dalam menghadapi COVID-19. Sudah seharusnya bapak gubernur bisa menerima masukan-masukan dari berbagai pihak baik dengan keritikan maupun dengan cara yang lainnya, kami yakin jika bapak gubernur tidak menutup diri dan menghargai masukan-masukan dari berbagai pihak tersebut itu juga dapat membantu dalam merumuskan langkah-langkah strategis, sehingga bapak dapat mengambil langkah yang lebih agresif dengan pola massif terstruktur dan terukur.

Bapak Gubernur yang kami hormati, semua orang pernah salah mengambil langkah, tetapi kebesaran hati untuk segera mengoreksi diri dan bangkit dari kesalahan adalah cara memperlihatkan jiwa kepemimpinan pada dirinya. Otoritas besar saat ini ada ditangan bapak untuk menentukan kebijakan yang tepat, tidak boleh lagi ada program lain selain soal penanganan covid-19 ini, tidak boleh lagi ada upacara-upacara seremonial yang tidak penting, dalam situasi saat ini bukan lagi persoalan harmonisasi ataupun menunggu aturan-aturan yang sedang dipersiapkan, keadaan sudah sangat darurat, keberanian bapak untuk mengambil tindakan demi menyelamatkan nyawa manusia. Bola itu sekarang ada ditangan Bapak.

Bapak Gubernur yang sangat kami hormati, seluruh kebijakan mengatasi pandemi covid-19 sebaiknya lebih didasarkan pada niat untuk menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa rakyat sumsel. Seluruh kebijakan seharusnya lebih difokuskan pada ikhtiar untuk menyelamatkan nyawa manusia, nyawa keluarga kita, rakyat Sumsel.

Waktu terus berjalan kita tidak bisa membiarkan situasi alam ini semakin memburuk, ayo susun kembali rencana, ambil langkah, tiap detik waktu sangat berharga dan bisa menyelamatkan nyawa manusia, keputusan ada ditangan Bapak.

Rekomendasi  Kebijakan 

Berdasarkan pada prinsip niat untuk menyelamatkan nyawa rakyat sumsel sebanyak mungkin, kami menyarankan kepada Bapak untuk segera mengambil langkah-langkah berikut:

1. Sesuai dengan surat Intruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor  1 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan COVID 19 Dilingkungan Pemerintah daerah serta memperhatikan Intruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, Serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan covid 19, rasa-rasanya anggaran yang beredar 120M untuk penanganan Covid 19 dari APBD SUMSEL 10 Triliun belum memenuhi apa yang ada didalam surat intruksi tersebut, Melihat serius atau tidaknya bapak dalam memberantas covid-19 ini terlihat dari seberapa banyak anggaran yang bapak siapkan untuk mengatasi pandemi ini, maka kami sangat mengaharapkan agar anggaran pemprov sumsel untuk menangani pandemi ini disiapkan yang lebih serius lagi.

2. Segera berlakukan PSBB jangan menunda-nunda lagi dengan alasan-alasan yang diplomasi, ini bukan lagi persoalan siap atau tidaknya PSBB, tapi bertahan atau hilangnya nyawa rakyat Sumsel.

3. Anggarkan khusus untuk penyiapan Sembilan bahan pokok yang dapat segera bisa didistribusikan keseluruh masyarakat Sumsel

4. Lakukan Tes Rappid test, Swab dan PCR secara maksimal di seluruh wilayah sumsel, temukan sebanyak mungkin orang yang terinfeksi, kemudian isolasi dan awasi pergerakan mereka.

5. Berikan perlindungan maksimal kepada seluruh tenaga medis yang berjuang digaris depan, dengan menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, jangan ada lagi korban berjatuhkan dari unsur tenaga medis apalagi dengan alasan fasilitas medis yang tidak memadai, tenaga medis sangat berharga dan kita tidak boleh kehilangan mereka disaat-saat menentukan sekarang ini.

6. Terakhir kami sangat mengharapkan soal kesigapannya dalam menyiapkan segala macam ketersediaan alat medis sebab ketersediaan alat medis akan menyelamatkan nyawa, dan ketersediaan Sembilan bahan pokok, Karena sembako akan mendorong orang lebih patuh pada protokol penanganan covid 19 ataupun PSBB.

Bapak Gubernur yang sangat kami hormati, kelak setelah badai pandemi ini berlalu, hanya ada dua kemungkinan cara orang mengingat kita: Apakah kita akan dinilai telah berusaha maksimal menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa rakyat, atau sebaliknya keengganan dan kelalaian dalam mengambil tindakan, ini akan sangat diingat sebagai orang yang bertanggungjawab atas kehilangan banyak nyawa manusia, keluarga kita, saudara kita, rakyat sumsel.

Demikian surat ini kami buat masih dalam semangat pergerakan untuk saling bahu membahu bekerjasama menyelesaikan masalah pada pandemi ini. Semoga Bapak Gubernur terus diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebesaran hati untuk menerima masukan.

Wallahul Muafieq Ilaa Aqwamith Thariq,
Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Palembang 16 Mei 2020. 

Baca Juga :  VIRUS CORONA: BULELENG GELAR PENYEMPROTAN DESINFEKTAN DI GEDUNG PEMERINTAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *