20 WARGA TERJANGKIT DBD, DR CAPUT FOGING DI PEDAWA

3 min read
Spread the love

BANJAR-JBM.CO.ID – Saat ini fokus perhatian semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat tertuju kepada pademi virus corona (COVID-19). Padahal ada juga ancaman dari penyakit lain yang tidak kalag ganasnya. Penyakit itu adalah demam berdarah dengue (DBD).

Menurut data yang diperoleh medi aini bahwa di Kabupaten Buleleng, Bali, hingga pertengahan bulan Mei, tercatat sekitar 2.300 lebih kasus DBD, dan tujuh warga Buleleng meninggal dunia akibat keganasan DBD.

Sementara di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, terdapat sekitar 20 orang terjangkit DBD dan diopname di RS. Situasi ini memaksa Perbekel Pedawa, Putu Sudarmaja, meminta bantuan kepada dr Ketut Putra Sedana, Sp.OG, untuk melakukan foging di salah satu desa baliaga tersebut.

Maka hari Sabtu (16/5/2020) pagi, dr Ketut Putra Sedana, Sp.OG yang akrab disapa Dokter Caput bersama relawan BMI dan relawan Loyalis Dokter Caput (LDC) turun ke Desa Pedawan yang berjarak sekitar 24 kilometter dari Kota Singaraja itu untuk melakukan foging.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: HORMATI PEMERINTAH DAN PHDI PUSAT, PAKISAN TAK GELAR PAWAI OGOH-OGOH

Sebelum dilakukan foging, Dokter Caput terlebih dahulu memberikan edukasi kepada para kelian banjar dinas, relawan dan staf Pemdes Pedawa tetang cara dan pola pencegahan DBD, dan diharapkan bisa disosialisasikan kepada warganya.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan mengantisipasi merebaknya kasus DBD, khusus di Desa Pedawa ini. Sesuai dengan permohonan dari Pak Perbekel Pedawa bahwa di daerah ini ada penderita demam berdarah. Kita semua juga ketahui bahwa demam berdarah di Buleleng ini juga mewabah,” jelas Dokter Caput di sela-sela kegiatan foging di Pedawa.

Sealin melakukan foging untuk membunuh nyamuk dewasa, Dokter Caput bersama para relawan dari BMI dan LDC juga menyerahkan sumbangan atau bantuan sembako kepada warga kurang mampu yang benar-benar terdampak virus corona (COVID-19).

Baca Juga :  Siang Ini Anak Buah Megawati Laporkan Rocky Gerung ke Polisi

“Selain itu kita juga memberikan bingkisan sembako bagi yang benar-benar terdampak COVID-19 yang kita rasakan bersama. Terutama mereka yang manula dan disabilitas,” paparnya.

Perbekel Desa Pedawa, Putu Sudarmaja sangat berterima kasih kepada Dokter Caput dan tim relawannya yang telah melakukan foging serta telah memberikan edukasi pola dan cara pencegahan DBD kepada para staf Pemdes, relawan serta para kelian banjar dinas.

“Masyarakat kita kan tidak paham, walaupun lingkungan sudah bersih tetapi mungkin di selokan ada air tergenang itu yang telah diedukasi Pak Dokter tadi. Makanya saya sangat berterima kasih kepada Pak Dokter atas edukasi yang telah diberikan tadi. Mudah-mudahan ini bisa disosialisasikan kepada masyarakat bahwa sebenarnya DBD itu sangat berbahaya,” ucapnya.

Baca Juga :  DI POSKO SATGAS COVID-19, GUBERNUR HERMAN DERU SERAHKAN BANTUAN LISTRIK GRATIS DAN SEMBAKO

Di tempat yang sama, Kelian Desa Adat Pedawa Wayan Sudiartika juga menyampaikan terima kasih kepada Dokter Caput dan para relawan atas bantuan foging itu karena ada masyarakat Pedawa yang terjangkit wabah DBD.

“Tentu kami atas nama bendesa adat mengucapkan banyak terima atas perhatian dari Pak Dokter serta relawannya yang tela melakukan foging di desa kami, karena desa kami terkena wabah DBD,” paparnya

Dia mengakui bahwa banyak warga Desa Pedawa yang belum paham cara pencegahan DBD. Ini dikarenanya banak masyarakt Desa Pedawa masih awam tentang pola dan cara pencegah DBD itu sendiri.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *