URGENSINYA TIGA TAHAPAN DALAM KEHIDUPAN, PESAN DARI RAMADHAN

5 min read

Prof. Dr.Ir. H. Koesmawan AS, M.Sc., M.BA., DBA

Spread the love

Pada Jum’at, 16 Mei 2020

JAKARTA, WWW.JBM.CO.ID |Bagi kaum muslimin yang tengah melaksanakan ibadah shaum, tentu pernah mendengar adanya tiga tahapan dalam berpuasa. Pertama Tahapan secara periodik sepuluh harian. Maka dikenal bahwa sepuluh hari pertama, adalah Rahmah, tahapan kedua Magfiroh dan Tahapan ketiga Itkun minannar. Selanjutnya dikenal pula tiga golongan orang berpuasa. Golongan Pertama Shaumul Umum, Golongan Kedua Khusus, Ketiga Khusus il khusus. Saya ringkas dari Google sebagai berikut.

Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menerangkan tingkatan dalam berpuasa. Shaumul umum, shaumul ‎khusus, dan shaumul khususil khusus. Ketiganya bagaikan tingkatan tangga yang menarik orang berpuasa agar bisa mencapai tingkatan yang khususil khusus. Masya Allah. Tahap ketiga paling berat.

Pertama, Puasa orang awam (orang kebanyakan), Puasa orang awam adalah menahan makan dan minum dan menjaga kemaluan dari godaan syahwat. Tingkatan puasa ini menurut Al-Ghazali adalah tingkatan puasa yang paling rendah, kenapa? Karena dalam puasa ini hanyalah menahan dari makan, minum, dan hubungan suami istri Kalau puasanya hanya karena menahan makan dan minum serta tidak melakukan hubungan suami isteri di siang hari, maka kata Rasulullah Saw puasa orang ini termasuk puasa yang merugi yaitu berpuasa tapi tidak mendapatkan pahala melainkan sedikit. Hal ini lah yang diwanti-wanti oleh Rasulullah Saw dengan sabdanya: “banyak orang berpuasa tapi tidak mendapatkan pahala berpuasa, yang ia dapatkan hanya lapar dan dahaga.”. Lumayanlah, kalau saudara masih ingin puasa ini, silahkan sebagai pemula terus. Hanya saja, jangan jadi puasa pemula saja.

Kedua, ‎Puasanya orang khusus adalah selain menahan makan dan minum serta syahwat juga menahan pendengaran, pandangan, ucapan, gerakan tangan dan kaki dari segala macam bentuk dosa,” tulis Imam Ghazali. Maka puasa ini sering disebutnya dengan puasa para Shalihin (orang-orang saleh). Menurut Al- Ghazali, seseorang tidak akan mencapai kesempurnaan dalam tinkatan puasa kedua ini kecuali harus melewati enam hal sebagai prasayaratnya, yaitu (1) Menahan pandangan dari segala hal yang dicela dan dimakruhkan. (2) Menjaga lidah dari perkataan yang sia-sia, berdusta, mengumpat, berkata keji, dan mengharuskan berdiam diri. (3) Menggunakan waktu untuk berzikir kepada Allah serta membaca Al-Quran. (4) Menjaga pendengaran dari mendengar kata-kata yang tidak baik. (5) Mencegah anggota tubuh yang lain dari perbuatan dosa. (6) Tidak berlebih-lebihan dalam berbuka, sampai perutnya penuh makanan. Hatinya senantiasa diliputi rasa cemas (khauf) dan harap (raja) karena tidak diketahui apakah puasanya diterima atau tidak oleh Allah.Ini lebih hebat lagi, artinya, kita meningkatkan level Advance- lah. Lebih tinggi nilaintya dari Level Pemula (Shaum Am).

Baca Juga :  Nasionalisme PNI Jadikan Teladan untuk Partai Politik Era Modern

Ketiga, Puasa khususnya orang yang khusus, ini sangat hebat, Puasa Khusussil Khusus, adalah ‎puasanya hati dari kepentingan jangka pendek dan pikiran-pikiran duniawi serta menahan segala hal yang dapat memalingkan dirinya pada selain Allah SWT. Puasa khusus yang lebih khusus lagi yaitu, di samping hal di atas adalah puasa hati dari segala keinginan hina dan segala pikiran duniawi, serta mencegah memikirkan apa-apa selain Allah Swt (shaum al-Qalbi ‘an al-Himam ad-Duniyati wa al-Ifkaar al-Dannyuwiyati wakaffahu ‘ammaa siwa Allaah bi al-Kulliyati).

Menurut Al-Ghazali, tingkatan puasa yang ketiga ini adalah tingkatan puasanya para nabi , Shiddiqqiin, dan Muqarrabin. Ini agaknya berat, Mang Engkoes yang sudah penah puasa Ramadhan lebih dari 58 tahun. Ingat mulai merasa Full Puasa (30 hari), adalah sejak tahun 1962, orang tua saya mewajibkan saya puasa harus full 30 hari nanti diberi hadiah, kata ayahku. Sepertinya, walau sudah lama berpuasa, agak berat kayanya untuk melakukan puasa hingga tingkat 3, alias level Anvanced for the advance,puasa tingkat tinggi. Berat-berat, namun saya optimis maksimum tingkat dua saja dah. Yakin saya.

Baca Juga :  Style Leadership Jokowi dalam Berkerja

Jenis tahapan, kedua ialah sepuluh hari Bulan Ramadhan. Ternyata ada tiga juga tahapannya. Sebagaimana. Ustadz H Wasy’ari Tegal, menjelaskan, Rasulullah SAW membagi bulan suci Ramadhan menjadi 3 tahapan. Tahapan yang pertama Yaumur Rahmah, yakni tahapan pembentukan sikap kasih sayang. “Tahapan kedua Yaumul Maghfirah, yaitu tahapan pembentukan sikap Pemaaf,” terangnya Selanjutnya, tahap ketiga: Yaumul Itkun m inannar Itkum minannar, yaitu tahapan pembentukan sikap peduli sesama, Kasih sayang dan Pemaaf. “Sikap-sikap tersebut merupakan sikap sosial yang dapat menghantarkan sebagai pribadi yang mulia di dunia dan akhirat,” pungkasnya. Demikian penjelasan tahapan versi periodisasi. (Nurkhasan/Muiz).

Kalau kita renungkan ilmu manajemen, dikatakan bahwa fungsi manajemen, dipandang sudut pentahapannya ada Tiga (3) juga yaitu. Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengawasan. Namun bila dijabarkan, tidak sesederhana itu, karena bila kita bahas fungsi Perencanaan (Planning), didalamnya menyangkut Vision, Mission, Forecasting, Predicting, Programming, Time Scheduling dan Budgetting. Fungsi kedua, Pelaksanaan (Implementing), bisa meliputi Organizing, Directing, Briefing, Doing, Implementing dan monitoring. Adapun Pengawasan, bisa dimulai dari Standradizing, Evaluating , Veriying dan Comparing. Juga auditing, dan sebagainya, sebagai pelengkap fungsi manajemen. Bila ditulis sebagai tahapan, maka tahapan itu juga tiga yakni Formulating, Implementing dan Controlling. Inipun sebenarnya, Hanyalah bahasa lain dari Perencanaan, Pelaksanaan dan Pengendalian. Tiga tahapan berjalannya fungsi manajemen.

Alkisah, pada tahun 1977, baru setahun Mang Engkoes lulus TI -ITB, ditunjuk oleh K.H. Dalari Umar sebagai, Direktur STM Taqwa Jelambar Jembatan Besi Grogol. Dalam Rangka Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. STM Taqwa mengundang Dr. H. Muhammad Natsir. Seoeang Tokoh Partai Masyumi, Pahlawan Nasional, penggerak dan pembela keutuhan NKRI dengan Mosi Integral Natsir di Parlemen. Artinya Perdana Mentri Republik Indonesia Muhammad Natsir, meminta agar RIS menjadi terintegrasi dalam NKRI. Maka Negara Republik Indonnesia Serikat (RIS), berubah menjadi NKRI yang sekarang kita bela. Dimana TNI dengan tegas menyatakan NKRI harga mati. Subhanalloh, ternyata buah perjuangan M. Natsir dan kawan-kawan. Artinya, seluruh warga negara RI dari Sabang sampai Merauke mendukungnya. Berbahagialah umat Islam Indonesia, karena negara yang dibangun dan dipertahankannya itu, kini dibela oelh kita semua, khsususnya anggota WAG yang membaca tulisan ini.

Baca Juga :  PEMUDA MASIH APATIS TERHADAP POLITIK; DIABAIKAN ATAU DIRANGKUL?

Apa hubungannya M. Natsir dengan judul tulisan ini. Pada saat beliau ceramah didepan kami semua, warga STM Taqwa Jelambar itu, beliau berpesan bahwa seoang Pemimpin, harus bisa melalukan tiga hal; _Pertama, MERAIH, Kedua MERAWAT dan Ketiga MEWARISKAN_ Achievement, Maintaining, and Deliver Heritage. STM Taqwa harus bisa meraih prestasi setinggi tingginya. Lalu jaga dan pelihara hasil yang dicapai itu baik-baik selama-lamanya dan akhirnya Estafet kan, wariskan kepada pemimpin berikutnya. Sebagai saksi hidup STM Takwa antara lain Ir. Syamsu Anwar Mesin ITB-71 dan Sdr Enong Muis. M.Si, Ketua STIE Muhammadiyah Jakarta, 2016-2020. Saya tidak mendengar kabar lagi, apakah STM Taqwa Jelambar itu masih eksis di Jakarta atau tidak. Wallahu alam.Namun jelas, tiga tahapan telah dijalankan kesatumeraih prestasi, kedua menjaganya, ketiga mewariskannya.

Kesimpulan, memang hidup kita selalu dibayang bayangi oleh Tiga Tahapan itu. Inilah yang diingatkan oleh Bulan Ramadhan mengenai tiga tahapan itu. Bukankah kita hidup, tahap pertama Alam Barjah (kandungan Ibu), kedua hidup di Alam Dunia yang fana, tak ada yang abadi kata Tetty Kadi. dan, ketiga Alam Kubur, Insya Allah kita semua kesana dengan cara, waktu, situasi, tempat yang berbeda. Sekian. Wassalam. /Red-jbm

Editor ; SA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *