DISERANG DEMAM BERDARAH, ASPOL KAMPUNG TINGGI DIFOGING DR CAPUT

3 min read

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Ternyata diam-diam demam berdarah (DBD) di Buleleng juga telah menelan korban jiwa. Seperti di Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, sedikitnya 10 orang terserang DBD bahkan satu orang meninggal dunia.

Ganasnya DBD itu bukan hanya menyerang perkampungan penduduk tetapi juga terjadi asrama polisi (Aspol) Kampung Tinggi. Sedikitnya satu keluarga penghuni Aspol Kampung Tinggir yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak terserang DBD.

Maka itu, atas permintaan Kapolsek Kota Singaraja Kompol I Gusti Yudistira, SH, MH, melalui Lurah Kampung Baru I Gusti Ngurah Oka, tim LDC (Loyolis Dokter Caput) bersama dr Ketut Putra Sedana, Sp.OG, yang akrab disapa Dokter Caput Minggu (10/5/2020) sore turun ke kawasan Aspol melakukan foging.

Foging yang didampingi Lurah I Gusti Ngurah Oka itu diawali dari Mapolsek Kota Singara, kemudian menyisir kawasan Aspol Kampung Tinggi dengan menyasar setiap rumah dan lorong. Got atau salurang air yang menjadi sarang nyamuk pun menjadi sasarn foging. Bukan hanya itu TK Bhayangkara pun termasuk kawasan yang difoging Dokter Caput.

Baca Juga :  Laboratorium Overload, Hasil Sampel Uji Swab Di Pacitan Harus Menunggu Lama

“Demam berdarah ini menjadi penyakit musiman yang terjadi setiap kali pasca robah. Kali ini semua pihak dan pemerintah fokusnya ke corona padahal kasus demam berdarah di Buleleng cukup tinggi. Oleh karena itu, saya memfokus ke demam berdarah dengan melakukan foging,” jelas Dokter Caput di sela-sela pelaksanaan foging.

Ia meminta masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan termasuk menguras got agar tidak menjadi tempat nyamuk bersarang. “Kita hars sama-sama menjaga kesehatan dengan cara jaga kebersihan lingkungan,” paparnya seraya menyatakan bahwa pihaknya bukan hanya sekedar melakukan foging tetapi juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat di setiap kegiatan foging.

Baca Juga :  Gempa Tektonik M6,6 Di Selatan Bali, Tidak Berpotensi Tsunami

Dokter Caput juga ingin merubaha pandangan masyarakat bahwa kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah terutama Dinas Kesehatan, tetapi adalah tanggung jawab semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat itu sendiri. “Masalah kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya tanggung jawab pemerintaha dalam hal ini Dinas Kesehatan. Kita sadari mauapun kemampuan dan personil pemerintah di bidang kesehatan terbatas apalagi saat ini pemerintah fokus pada penanganan COVID-19, maka itu saya mengambil demam berdarah sebagai aksi perhatian saya di bidang kesehatan,” paparnya.

Perlukah foging terus dilakukan? “Foging sangat penting dan sangat perlu dilakukan. Foging memang hanya membunuh nyamuk dewasa. Tetapi bila terjadi kasus atau korban demam berdarah berarti ada nyamuk dewasa, maka untuk membunuh nyamuk dewasa harus dengan foging,” jelas Dokter Caput panjang lebar sekaligus meluruskan pandangan keliru dan sejumlah pihak yang meragukan foging DBD.

Baca Juga :  Dukungan Terus Mengalir, Pasangan Ike Edwin-Zam Zanariah Makin Mantap Pimpin Bandar Lampung

Lurah Kampung Baru, I Gusti Ngurah Oka sangat berterima kasih kepada Dokter Caput atas bantun foging yang dilakukan di wilayahnya. “Saya selaku pribadi maupun atas nama pemerintah kelurahan Kampung Baru mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Dokter yang telah melakukan foging di wilayah kami. Ini yang keempat kalinya Pak Dokter foging di wilayah kami,” ucap Gusti Ngurah Oka.

Menurut data yang berhasil dikumpulkan media ini dari Januari hingga April 2020 kasus DBD tembus hampir dua ribu dan korban jiwa sekitar lima orang.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *