VIRUS CORONA: TINGKAT KESEMBUHAN PASIEN POSITIF COVID-19 DI BULELENG CAPAI 50 PERSEN

3 min read

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Kabar gembira buat masyarakat Buleleng dan Bali. Karena tingkat kesembuhan pasien positif corona di Kabupaten Buleleng mencapai angka 50 persen.

Kabar ini bakal membantu merealisasikan target Gubernur Bali DR Ir I Wayan Koster, MM, bahwa awal Juni mendatang Bali sudah bebas dari wabah virus corona (COVID-19).

Sesuai data yang dikumpulkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Buleleng, dari jumlah komulatif 42 pasien yang terkonfirmasi positif, 21 pasien diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Bahkan kesembuhan dari pasien tersebut tergolong cepat. Rata-rata kesembuhan pasien positif COVID-19 di Buleleng hanya dalam waktu tujuh hari.

Seperti halnya, kasus COVID-19 yang diperbaharui oleh GTPP COVIDd-19 Kabupaten Buleleng hari ini, Sabtu (9/5/2020). Terdapat satu pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang kembali sembuh. Bahkan, kesembuhan pasien ini merupakan catatan baru bagi penanganan COVID-19 di Kabupaten Buleleng. Pasalnya, pasien dengan code PDP-45 ini sembuh dalam rentan waktu hanya tiga hari semenjak dia dirawat di RS Pratama Giri Emas pada tanggal 6 Mei 2020.

Baca Juga :  TOP 5 KOMPETISI IPP: WAGUB BALI PRESENTASIKAN PROGRAM INOVATIF “KAMI DATANG PENGLIHATAN TERANG”

Pasien dengan kode PDP-45 yang berasal dari Kecamatan Tejakula ini, memiliki riwayat kontak erat dengan PDP-35. Selama dirawat, PDP-45 telah menjalani tiga kali test swab. Hasilnya, satu kali positif dan dua kali negatif. Sehingga pasien sudah dibolehkan pulang.

Hal ini diungkapkan saat Sekretaris GTPP COVID-19 Kabupaten Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd, menyelenggarakan video conference bersama awak media terkait perkembangan penanganan COVID-19 di Kabupaten Buleleng. Suyasa menyebutkan, kesembuhan pasien ini merupakan yang tercepat diantara yang lainnya.

Ketika ditanya tentang penyebab cepatnya pasien sembuh dengan waktu yang singkat, Suyasa mengaku, dirinya tidak tahu tentang cara pengananan tim medis di Kabuapten Buleleng. Tapi dia meyakini, tim medis sudah memiliki protap khusus untuk menangani pasien yang positif COVID-19 yang terbukti menyembuhkan pasien dengan cepat.

“Saya juga kurang tahu bagaimana tim medis menangani pasien, karena mereka tidak memberikan laporan penanganannya. Apapun dan bagaimanapun caranya, yang jelas tim medis telah mengikuti protokol medical perawatan pasien dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Longsor di Desa Harkat Jaya Bogor, Warga Berikan Jas Hujan

Selain itu, Suyasa kembali mengajak masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan COVID-19. Ia mengatakan, semakin disiplin mengikuti protokol kesehatan, semakin cepat pandemiK ini akan berakhir.

“Pola Hidup Bersih (PHBS) merupakan cara yang efektif untuk mencegah penyebaran COVID-19. Mari kita bersama-sama meningkatkan upaya ini semua, dan kita bersatu melawan COVID-19 di Kabupaten Buleleng,” pungkasnya.

Sementara itu, data perkembangan penanganan COVID-19 di Buleleng menunjukkan bahwa terdapat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkonfirmasi positif di Buleleng secara kumulatif berjumlah 42 orang, dengan rincian pasien yang di rawat di Buleleng hanya 15 orang dan sudah dinyatakan sembuh 21 orang. Pasien yang dirujuk ke Denpasar sebanyak 6 orang dan pasien terkonfirmasi positif yang dirawat diluar Buleleng berjumlah 8 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 95 orang yang terdiri dari ODP yang masih dipantau 2 orang, ODP yang sudah selesai masa pantau berjumlah 93 orang.

Baca Juga :  SI JAGO MERAH NGAMUK, PULUHAN KANDANG AYAM DAN BABI DI KEROBOKAN HANGUS TERBAKAR

Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 731 orang dan sudah selesai masa pantau 445 orang, karantina mandiri 285 orang dan karantina di RS Pratama Giri Emas 1 orang.

Pemantauan juga terus dilakukan kepada pelaku perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi lokal (tanpa gejala). Secara kumulatif berjumlah 2.989 orang dengan rincian 2.669 orang diantaranya sudah selesai masa pantau selama 14 hari dan sisa yang masih dipantau sebanyak 320 orang, terdiri dari pekerja kapal pesiar 177 orang, TKI lainnya terdapat 76 orang, WNA tetap 1 orang, pulang dari luar negeri 3 orang, serta orang yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia berjumlah 63 orang.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *