Connect with us

Berita

KORUPSI: KASUS BUMDES TIRTASARI DIBUKA KEMBALI, POLISI BURU PENILEP RP 76 JUTA

Published

on

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Perlahan tapi pasti, akhirnya penyidik Tipikor Satreskrim Polres Buleleng, membuka perburuan terhadap maling uang Rp 76 juta milik BUMDes Tirtasari, Kecamatan Banjar.

Kendati sempat “dipetieskan” namun polisi menunjukkan keseriusannya menangani dugaan tindak pidana korupsi di BUMDes Tirtasari tersebut. Ini diawali dengan memanggil 12 orang warga Desa Tirtasari sebagai saksi kasus amoral tersebut.

Sebelumnya kasus ini mencuat dan dilaporkan pada tahun 2018 lalu. Indikasinya ada dugaan penyalahgunaan anggaran dana program Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbang Sadu) Bali Mandara sebesar Rp 1 miliar yang diduga dilakukan oleh oknum aparat desa setempat.

Hasil investigasi media ini menyebutkan bahwa dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran mulai dari pengerjaan proyek pembuatan dan pemasangan buist beton di Tempek Uma Desa nilanya sekitar Rp 156 juta lebih. Kemudian pembangunan Jalan Suli Rp 93 juta lebih dan Jalan Usaha Tani Tempek Uma Pandan sebesar Rp 77 juta lebih.

Baca Juga :  Yasonna H Laoly Mendapat Ucapan Sejumlah Tokoh Memasuki Umur 67 Tahun

Penyelewengan anggaran juga terjadi di pos pelatihan Sekaha Gong Dewasa/Remaja yang dianggarkan Rp 76.179.000. Faktanya honor pelatih cuma Rp 5.000.000; uang transport untuk anggota sekeha yang ikut pelatihan cuma Rp 6.000.000.

Dugaan tindakan melawan hukum serupa juga terjadi pada latihan Gong Wanita yang dianggarkan Rp 34.250.000. Faktanya honor pelatih cuma Rp 3.000.000; uang transport cuma Rp 2.500.000; dan konsumsi hanya Rp 600.000.

Baca Juga :  Karya Bhakti Sejumlah Tentara Datangi Rumah Tak Layak Huni

Temuan sementara menyebutkan bahwa pada tahun anggaran 2015, Desa Tirtasari memperoleh alokasi dana desa sebesar Rp 741.000.000. + PAD Rp 21.000.000 + Swadaya murni masyarakat Rp 350.000.000 sehingga pendapatan desa menjadi Rp 1,112,000.000 . Maka nilai untuk tunjangan penghasilan perangkat desa diduga membengkak menjadi Rp 410.620.964.

Sementara tahun 2016 juga terjadi penggelapan anggaran sebesar Rp 95.644.460. Dana sebesar itu dianggarkan tahun 2016 untuk finishing Kantor Desa yang dibangun pada tahun 2015 dengan nilai Rp 270.811.311. Namun fakta di lapangan tidak ada kegiatan finishing Kantor Desa hingga tahun 2019 ini.

Kasubaghumas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, SH, mengatakan, penyidik telah memanggil 12 saksi kasus korupsi BUMDes di Desa Tirtasari. Mereka diperiksa untuk menjalani proses penyidikan karena sebelumnya kasus ini baru tahap penyelidikan.

Baca Juga :  Menko Polhukam Pastikan Pelaksanaan Pilkada Tetap Berjalan Sesuai Jadwal

Salah satu saksi yang diperiksa mantan perbekel, serta pengurus BUMDes, para nasabah bumdes dan saksi lainnya.“Meski memeriksa sejumlah saksi, namun kami belum menentukan siapa tersangka,” jelas Sumarjaya.

Kenapa kasus ini cukup lama terpendam? Sumarjaya yang mantan penyidik andalan Satreskrim Polres Buleleng itu menejlaskan bahwa kasus BUMDes Tirtasari baru muncul kembali setelah pihaknya menemukan bukti berupa adanya kerugian negara sekitar Rp 76 juta. “Jadi sekarang kami tinggal menentukan pelaku dan gelar perkara,” pungkasnya.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kamladu Pacitan, Ingatkan Tinggi Gelombang Capai 6 Meter

Published

on

By

Pacitan, www.jbm.id- Kondisi cuaca di Kabupaten Pacitan, masih perlu kewaspadaan lebih dari masyarakat, utamanya para nelayan. Mengingat dalam waktu singkat perubahan cuaca ekstrim masih akan berlangsung.

Komandan Pos Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) Kabupaten Pacitan, Pelda Eden Totok Budianto, dalam siaran persnya mengatakan, saat ini cuaca cerah berawan. Suhu udara diantara 23 derajat celsius hingga 30 derajat celcius. Tingkat kelembapan berkisar 95 persen hingga 60 persen. “Kecepatan angin 7 – 20 km/jam, dan angin berhembus dari Timur. Tinggi gelombang atau ombak 4 – 6 Meter,” ujarnya, Senin (13/7).

Baca Juga :  Beredar Foto Acara Masuk, Rujab Tak Patuhi Protokol Covid - 19. Sekda Enrekang Minta Maaf

Karena itu, ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca secara singkat serta peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang. “Saat ini tinggi gelombang mencapai 6 meter,” sebutnya.

Totok menekankan, agar masyarakat siap siaga dalam mengahadapi bencana. “Kenali ancamannya, kurangi resikonya dan siapkan strateginya. Siap untuk selamat dan menjadi budaya sadar bencana dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jaga alam sehingga alam akan menjaga kita,” tandasnya. (yun).

Continue Reading

Berita

Projo Pacitan: Semua Bakal Calon Diharapkan Bisa Bersinergi, Jangan Saling Serang

Published

on

By

Pacitan, www.jbm.id- Ketua Projo ( Pro Jokowi) Kabupaten Pacitan, John Vera Tampubolon, kembali buka mulut seputar Pilbup 2020.

Kali ini, John memberikan masukan kepada semua bakal calon, utamanya yang hendak berangkat dari Partai Demokrat, agar mereka bisa lebih akur dan bersinergi. “Saat ini, semua masih belum jelas. Siapa lawan dan siapa kawan, semua masih abu-abu,” kata mantan anggota DPRD Pacitan masa jabatan 1999-2004 ini, Senin (13/7).

Baca Juga :  Beredar Foto Acara Masuk, Rujab Tak Patuhi Protokol Covid - 19. Sekda Enrekang Minta Maaf

Dengan begitu, tak perlu ada kompetisi yang sengit. Sebab legalitas pencalonan mereka masih belum jelas. Yang selama ini mungkin masif melakukan pergerakan, namun kalau pada akhirnya nanti tidak mendapat rekomendasi pencalonan, tentu niatnya untuk maju sebagai calon bupati, akhirnya pupus. “Begitupun bagi yang selama ini terkesan silent, namun apabila dipenghujung waktu nanti mendapatkan rekomendasi, ya sebaiknya untuk dihargai dan didukung penuh prosesnya menuju Pilbup,” jelas John Vera.

Baca Juga :  Karya Bhakti Sejumlah Tentara Datangi Rumah Tak Layak Huni

Menurut John, sebaiknya semua bakal calon yang saat ini masih menunggu kepastian rekomendasi pencalonan, bisa bersinergi dan jangan saling serang satu dengan lainnya.

Kalau bisa, mereka saling bergandeng tangan, bersama-sama mengunjungi masyarakat. “Sehingga nantinya, siapapun yang akan berhasil mendapatkan rekomendasi, itulah yang sama-sama didukung.

Tapi kalau saat ini sudah nampak tensi persaingan, pada akhirnya nanti mereka yang tidak terekomendasi akan menyeberang mendukung calon yang diusung oleh partai politik lainnya. Nah, ini yang seharusnya dijadikan perhatian bagi semua bakal calon dari Partai Demokrat, untuk mensolidkan langkah. Sebab sekali lagi, semuanya masih belum jelas. Siapa kawan dan siapa lawan,” tukasnya. (yun).

Continue Reading

Berita

BULELENG DAPATKAN HIBAH ASET TANAH DAN BANGUNAN DARI PEMPROV BALI

Published

on

By

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Pemkab Buleleng mendapatkan hibah beberapa aset milik Pemprov Bali yang ada di Buleleng. Usaha permohonan dilakukan sebagai upaya penataan aset yang ada di Kabupaten Buleleng.

Tercatat ada 19 bidang tanah dan tujuh bangunan yang dihibahkan Pemprov Bali ke Pemkab Buleleng. Semuanya dimanfaatkan untuk fasilitas umum dan sarana kepentingan masyarakat lainnya.

Dikonfirmasi beberapa waktu yang lalu, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, menjelaskan usaha ini sebagai langkah penertiban dan pemanfaatan aset yang ada. Di satu sisi, penertiban dalam rangka penataan aset yang berhubungan dengan mata anggaran yang dianggarkan. Secara administratif, permohonan hibah dan juga hibah harus dilakukan. “Agar tidak terjadi kesalahan penataan aset dan pemberian anggaran pada aset itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Yasonna H Laoly Mendapat Ucapan Sejumlah Tokoh Memasuki Umur 67 Tahun

Kedua adalah langkah untuk menghindari terjadinya pembiaran menyangkut fungsi dari aset tersebut. Aset-aset yang diterima bisa difungsikan misalnya sebagai taman, fasilitas umum, dan kantor. Tidak ada lahan-lahan ataupun bangunan yang terbengkalai lagi. “Ini kan bisa dimanfaatkan. Yang jelas ini sangat bermanfaat bagi kita khususnya masyarakat Buleleng,” ujar Agus.

Agus Suradnyana pun mengungkapkan ke depan Pemkab Buleleng akan menanyakan aset-aset yang masih dalam lelang bank ataupun yang masih dalam sengketa untuk bisa dimanfaatkan. Utamanya aset-aset yang berada di Kota Singaraja. Misalnya, untuk memperindah wajah kota seperti pembuatan taman. Agar tidak terjadi kekumuhan di kota. Pemkab Buleleng akan bersurat kepada Pemprov Bali untuk menanyakan hal ini.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Berikan Bantuan Sembako untuk Guru Mengaji, Terdampak Covid-19

“Kalau sudah selesai sengketanya, mau diambil lagi ya silahkan. Paling kita menata ringan saja. Seperti kebun-kebun dan pohon-pohon agar lebih rindang,” ungkapnya.

Mantan anggota DPRD Provinsi Bali ini menambahkan khusus untuk aset-aset milik Pemprov Bali, telah memberikan manfaat yang luar biasa untuk Buleleng. Seperti ada untuk Taman Bung Karno dan Taman Yuwana Asri. Banyak yang sudah bisa dimanfaatkan. Ada pula aset-aset besar yang diharapkan bisa menggerakkan aspek ekonomi. Contohnya adalah tanah di Pemuteran. Pemanfaatan aset tanah di Pemuteran harus cepat dicarikan jalan keluar sehingga ada keleluasaan untuk mencarikan investor yang mau berinvestasi disana.

Baca Juga :  Pangdam Jaya Buka Kejurnas Menembak Tahun 2020

“Agar bisa sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tanah tersebut bisa memberikan manfaat bagi kondisi pariwisata dan sekaligus mendorong perekonomian di Kabupaten Buleleng. Ini ke depan akan saya usulkan setelah hibah pertama dan kedua selesai,” pungkas Agus.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Continue Reading

Trending