Kembali 1 Warga Asal Way Kanan Terkonfirmasi Positif COVID-19

3 min read
Spread the love

WAY KANAN, WWW.JBM.CO.ID |Kembali pasien positip Covid-19 dari sebelumnya dinyatakan positif 2 orang, kini bertambah 1 orang jadi total 3 orang warga Way Kanan yang positif terpapar Covid-19, hal tersebut di benarkan oleh Anang R kepala Dinas Kesehatan sekaligus juru bicara gugus tugas Way Kanan melalui pesan WhatsAPPnya, Rabu (6/5/2020).

“Iya benar, informasi adanya 1 warga yg terkonfirmasi positif sebagaimana yang dirilis Pemerintah Provinsi Lampung pada tanggal 6 Mei 2020, dengan kronologis sebagai berikut : Tn. AS, Usia 36 thn Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan
– Tanggal 21-03-2020, hari Sabtu Tn. AS datang dari Gowa Sulawesi setelah mengikuti acara tabligh akbar jamaah tabligh. Tn.Ags bersama Tn.Hngki melapor ke Puskesmas Baradatu dengan hasil pemeriksaan sehat (tidak ada keluhan) dan dianjurkan untuk karantina mandiri di rumah selama 14 hari”,tegas Anang.

– Tanggal 25/03/2020, hari Rabu Tn. AS kembali datang ke Puskesmas karena mengeluh batuk, pilek, kemudian dirujuk ke RSUD Zapa. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan Tn. AS diperbolehkan pulang dan dianjurkan untuk isolasi mandiri di rumah.
– Tanggal 07/04/2020, Tn.AS melakukan kontrol ulang ke RSUD Zapa dan dinyatakan sehat (tidak ada keluhan lagi).
– Tanggal 14/04/2020, hari selasa Tn. AS dilakukan rapid test yang pertama oleh Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan dengan hasil non-reaktif. Setelah dilakukan Rapid Test pertama dan akan dilanjutkan dengan Rapid Test kedua 7 hari berikutnya Tn. AS dianjurkan kembali melakukan isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari ke depan”, katanya.
– Tanggal 20/04/2020Tn. AS dilakukan rapid test yang ke 2 di Puskesmas Baradatu oleh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan dengan hasil non-reaktif.
– Tanggal 27/04/2020, Pada hari Senin sore dilakukan rapid test kembali bersama dengan orang-orang yang kontak erat dengan Tn. PS terkonfirmasi positif Covid-19, dengan hasil reaktif.

Baca Juga :  Merasa Terancam Liat Oknum WK Keluarkan Pistol, Seorang Wartawan Lapor Polisi

– Tanggal 28/04/2020 Pada hari Selasa pagi dilakukan pengambilan PCR Swab/sputum pertama di RSUD Zainal Abidin Pagar Alam (ZAPA) dan sampel dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Lampung kemudian dikirim ke BBLK Palembang untuk dilakukan pemeriksaan sampel.

– Tanggal 29/04/2020 Pada hari Rabu pagi dilakukan pengambilan PCR Swab/sputum kedua di RSUD ZAPA dan sampel dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Lampung kemudian dikirim ke BBLK Palembang untuk dilakukan pemeriksaan sampel. Sambil menunggu hasil pemeriksaan PCR Swab/sputum Tn. AS dianjurkan tetap isolasi mandiri di rumah dengan menerapkan PHBS dan physical distancing.

Baca Juga :  DPP Nasdem Instruksikan Dukung Pasangan Aji-Gagarin Di Pilbup Pacitan

– Tanggal 06 Mei 2020 Pada hari Rabu mendapatkan informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung pemeriksaan sampel Swab/Sputum Tn. AS dengan hasil konfirmasi positif covid 19.
– Tatalaksana selanjutnya adalah karantina mandiri dengan menerapkan PHBS dan physical distancing; Pada kelompok ini juga akan dikonfirmasi dengan pemeriksaan RT PCR sebanyak 2 kali selama 2 hari berturut-turut, di Laboratorium pemeriksa. Apabila OTG yang terkonfirmasi positif menunjukkan gejala demam (≥38oC) atau batuk/pilek/nyeri tenggorokan selama masa karantina maka:
a. Jika gejala ringan, dapat dilakukan isolasi diri di rumah
b. Jika gejala sedang, dilakukan isolasi di RS darurat
c. Jika gejala berat, dilakukan isolasi di RS rujukan
– Selanjutnya akan terus dilakukan pemantauan kesehatannya termasuk kebutuhan harian makan minumnya akan gugus tugas urus sehingga yang bersangkutan benar-benar bisa terkontrol kondisi kesehatannya.

Baca Juga :  SAMBUT NEW NORMAL, MAKLUMAT LARANGAN KERUMUNAN DICABUT KAPOLRI

– Kita semua berdoa semoga semuanya akan sehat-sehat saja, terimakasih”.
tutup Anang R selaku Kepala DinasDinas Kesehatan dan Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Way Kanan.

Sementara tokoh masarakat Baradatu  meminta serius untuk menangani hal ini, “harusnya keluarga yang terkena COVID-19, ini juga harus di isolasi, bisa di bayangkan si OTG ini udah berapa kontak dengan masyarakat, coba terlebih si OTG ini pedagang, belum lagi dia kontak dengan keluarganya, keluarganya kontak lagi dengan orang lain, bisa dibayangain enggak, sementara ODP waykanan hanya 23 orang masuk enggak?”, kata Elias yusman. /Red-jbm/Ryuz

Editor ; SA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *