VIRUS CORONA: LUAR BIASA, WARGA DESA BANGBANG-BANGLI SIAPKAN AIR DAN SABUN DI SETIAP DEPAN RUMAH

2 min read
Spread the love

BANGLI-JBM.CO.ID – Di samping upaya niskala dengan menggunakan sarana banten (sesajen) berbagai upaya sekala (nyata) juga dilakukan masyarakat Bali demi menangkal penyebaran virus corona (COVID-19) yang hingga saat ini masih merebak di hampir semua kawasan di dunia.

Salah satunya yang bisa dikatakan unik dan efektif dalam melawan COVID-19 ini yaitu dengan menaruh bak air dan sabun di masing- masing depan pekarangan rumah warga.

Hal inilah yang tengah dipraktekkan oleh warga Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali.

Baca Juga :  Berkas Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Enrekang Tengah Dilengkapi Reskrim Polres Enrekang

Ternyata kebiasaan baru masyarakat itu didokumentasikan oleh Kadek Dian Ayu, siswa SMK 1 Bangli saat kebetulan melintas di desa tersebut. “Sepanjang jalan di Desa Bangbang saya lihat di tiap depan pekarangan rumahnya ditaruh air lengkap dengan sabun untuk cuci tangan,” cerita Dian.

Saat ditanya temannya, Adi Pradana yang kebetulan merupakan warga setempat menjelaskan bahwa memang warga Desa Bangbang sangat anthusias bergotong-royong memerangi virus corona. Dan berkat anjuran kelian desa setempat yang berorientasi pada protokoler pencegahan penularan pandemi COVID-19 terwujudlah seperti ini. “Adi Pradana juga cerita bahwa setiap orang yang datang dan hendak memasuki pekarangan warga diwajibkan mencuci tangan dengan fasilitas yang sudah disediakan dan gratis,” tambah Dian.

Baca Juga :  TIM YUSTISI BULELENG GELAR KONSOLIDASI DI LAPANGAN POLRES BULELENG

Dian juga berharap agar masyarakat Bangli khususnya bisa diminimalisir tertular pandemi ini dan meminta juga kepada media dan masyarakat pengguna medsos tidak buru- buru menulis berita yang belum jelas kebenarannya ataupun belum keluar hasil tes yang valid.

Seperti kemarin ramai berita di medsos bahkan televisi yang menggemparkan bahwa di Bangli, tepatnya di Banjar Serokadan Desa Abuan, Kecamatan Susut ratusan penduduk positif COVID-19. Padahal hasil tesnya baru hasil reaktif dari rapid test. Dan hasil tes berikutnya hampir semua negatif. “Kalau ngawor gitu bikin berita kan bikin resah masyarakat, ya gak?” ujar anak gadis yang barusan menuntaskan job trainingnya di hotel di kawasan Legian ini dengan nada bertanya.

Baca Juga :  Susuri Desa Onto, Kecamatan Bontomate’ne Tim JPS Temukan Jejak Sumur Tua dan Sebaran BCB

Penulis: Beratayasa
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *