Wabah COVID-19, Elemen Nilai Penyaluran Bantuan Sosial di Lampung Timur Syarat di Korupsi

2 min read
Spread the love

LAMPUNG TIMUR, WWW.JBM.CO.ID | Juru Bicara Pemerintah untuk penangan covid-19 menegaskan masyarakat adalah ujung tombak untuk memutus penularan penyakit virus corana (covid-19) di tanah air, Salah satu langkahnya adalah warga harus tetap tinggal di Rumah dan mengikuti imbauan Pemerintah.

Khususnya di Kabupaten Lampung Timur, Pemerintah Daerah Lampung Timur telah menyalurkan bantuan kepada warga keluarga pra sejahtera senilai 150.000/KK dengan rincian sebagai berikut: 10 kg beras, 8 butir telur, 4 bungkus mie instan, 450 ml minyak goreng, sebagai kegiatan penanganan covid 19. Bantuan sosial mencapai 82. 023 KK, warga yang menerima ini adalah warga yang belum pernah mendapatkan bantuan baik itu dari PKH maupun dari BPNT/Program Sembako.

Baca Juga :  Mantap!, Kejagung Jebloskan Dirut PT Asuransi Jiwasraya Ke Penjara

Sesuai instruksi ketentuan peraturan yang berlaku yaitu Tindak Pidana Korupsi yang tertuang dalam pasal 41 ayat (1) Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Undang Undang ini telah mengamanahkan secara tegas kepada masyarakat agar kiranya berperan serta membantu upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Elemen masyarakat Koordinator Komite Aksi Kawal Program Presiden, Heri Usman selaku Koordinator mengatakan kepada kantor berita JBM.CO.ID, Rabu (29/4/2020), bahwa, “barang pangan yang diterima warga tidak sesuai dengan nilai yang keluarkan pemerintah yaitu sebesar Rp. 150.000,-, adapun rincian harga hasil investigasi kami di lapangan sebagai berikut:

Baca Juga :  VIRUS CORONA: UNTUK KASIH SEMBAKO, KETUA FRAKSI DEMOKRAT BALI CARI KAUM MARJINAL DENGAN BERJALAN 1 KM

a. Beras 10 Kg, 1 kg @ Rp. 10.000,- x 10 Rp. 100.000,-
b. Telur 8 butir/ ½ kg, 1 kg @ Rp. 22.000 Rp. 12.000,-
c. Supermi 4 bukur, 1 buah @ Rp. 2.500 Rp. 10.000,-
d. Sarden Rp. 4.000,-
e. Minyak goreng 450 ml (ada yang 5000/bungkus) Rp. 11.000,-
TOTAL RP. 137.000,-

Jadi Nilai Bantuan Sosial Rp. 150.000 – Rp. 137.000,- = Rp. 13.000 (selisih)
Bila dikalikan jumlah keluarga penerima bantuan: Rp. 82.023 kk (penerima bantuan) x 13.000 (selisih) = Rp. 1.066.299.000,- (selisih persatu kali bantuan/bulan)

Lebih lanjut masih menurut Usman,  program kegiatan dalam penangganan covid-19 di Lampung Timur yang mencapai kurang lebih 28,8 Milyar, ada dugaan penyimpangan anggaran dengan melihat hasil selisih tersebut.

Baca Juga :  Di rencanakan Jadi Karentina Covid-19 Bumi Perkemahan Sungai Gelam Jambi

Oleh karena itu, Komite Aksi Kawal Program Presiden, meminta pada aparat hukum dan Bupati untuk:
1. Mengusut tuntas dugaan penyimpangan anggaran.
2. Berharap kepada Bupati untuk menggunakan Produksen Lokal dan Peternak Ayam Lokal dalam program bantuan sosial ini, agar barang pangan yang didapat lebih banyak dan menghidupkan ekonomi kampung
3. Menstop suplier yang hanya mengeruk keuntungan besar belaka. /Red-jbm

Editor ; SA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *