Rekam Jejak Pengalaman Ke organisasian : Pendiri GMNI cabang Enrekang, dukung Chrisman Damanik, Menganti Posisi Stafsus Presiden

2 min read
Spread the love

ENREKANG, WWW.JBM.CO.ID | Pengunduran diri dua Staf Khusus Presiden, Adamas Belva Devara dan Andi Taufan, ditengarai karena polemik akibat dugaan konflik kepentingan adalah alarm untuk memperbaiki syarat pengisian jabatan staf khusus Presiden ke depan.

Belva Devara yang merupakan CEO Ruang Guru dan Andi Taufan yang merupakan CEO PT Amartha Mikro Fintek berpotensi memanfaatkan posisinya sebagai Stafsus Presiden untuk mengambil keuntungan dari program pemerintah untuk perusahaan yang saat ini mereka kelola.

Pendiri Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Enrekang mengatakan, pengunduran diri Belva dan Taufan harus dijadikan bahan evaluasi agar kedepannya tidak diisi orang yang sarat akan konflik kepentingan.

Baca Juga :  Management HO Grab Bandar Lampung, Mewarning Zone Area Terindikasi Covid-19 Bagi Driver

Menurutnya pengunduran diri dua Staf Khusus Presiden tersebut adalah bentuk tanggung jawab mereka agar situasi saat ini tidak menjadi polemik berkepanjangan. Kedepannya kita harapkan agar posisi yang ditinggalkan oleh Mas Belva dan Mas Andi dapat digantikan oleh orang yang tepat dan bebas dari konflik kepentingan” ungkapnya.

“hal tersebut sebagai masukan agar dapat menjadi bahan pertimbangan Presiden. Kami yakin Bapak Presiden akan memilih orang yang tepat untuk mengisi jabatan Staf Khusus yang baru saja ditinggalkan”, tambahnya, Kamis (30/4/2020).

Baca Juga :  Gerakan Indonesia Maju Meminta Mabes Polri dan Polda Aceh Tangkap Penyebar Pesan Suara dan Video Ajakan Membakar Posko Tes Kesehatan COVID-19

Ibrahim menilai, sosok yang seharusnya didorong untuk mengisi posisi Staf Khusus Presiden yang kosong tersebut adalah orang yang tidak hanya cakap dalam mengemban tugas sebagai staf khusus, namun perlu memahami persoalan empiris bangsa dan dekat dengan rakyat.

“Lebih tepat nya orang yang menggantikan posisi yang di tinggalkan Stafsus ke presiden itu dari sebuah aktivis kemahasiswaan yang dekat dengan rakyat yang tertindas akan ketimpangan persoalan ekonomi yang ada di pelosok”, jelas Ibrahim.

Baca Juga :  Kakanwil Jabar Liberti Sitinjak Memimpin Pelantikan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor

Lebih jauh dijelaskan  bahwa Chrisman Damanik adalah merupakan mantan Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) periode 2015-2017 dan sekarang ini Ia menjabat sebagai salah satu Ketua di DPP Persatuan Gerakan Kebangsaan (PGK) oleh karena itu kami menilai bahwa Chrisman Damanik adalah merupakan sosok yang sangat tepat untuk menggantikan posisi Belva Devara sebagai Staff Khusus Milenial Presiden RI pada saat ini. /Red-jbm

Editor ; SA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *