VIRUS CORONA, WABUP SUTJIDRA: “SATGAS RELAWAN COVID-19 DI DESA SANGAT SIAP”

2 min read
Spread the love

LOVINA-JBM.CO.ID – Wakil Bupati Buleleng, dr I Nyoman Sutjidra, Sp OG, melakukan pemantauan beberapa Posko Penanganan COVID-19 di beberapa desa di wilayah Buleleng, Bali.

Pemanatauan meliputi Desa Baktiseraga, Pemaron, Tukadmungga, Anturan dan Desa Kalibukbuk di kawasan wisata Lovina, Rabu (22/4/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Sutjidra juga membagikan masker dan vitamin kepada satgas COVID-19 yang diterima langsung oleh perbekel setempat.

Baca Juga :  Politikus PDI-P Tersangka Suap Komisioner KPU, Polri Siap Bantu KPK

Wabup Sutjidra mengungkapkan, melalui pemantauan langsung ke posko-posko penanganan Covid-19 disetiap desa maka kesiapan satgas COVID-19 di desa tersebut bisa dipastikan sudah sesuai dengan protokol pengamanan COVID-19. Utamanya dalam memberikan pelayanan kepada para PMI dari desa tersebut.

“Bahkan ada yang sudah sangat siap sekali dengan relawannya, lengkap dengan standar protokol pengamanan COVID-19” ujarnya.

Selain menyerahkan masker kepada Satgas COVID-19, Wabup yang juga dokter spesialis kandungan itu juga memberikan masker kepada masyarakat yang kedapatan tidak menggunakan masker. Serta memberikan pemahaman tentang wajib masker sesuai anjuran pemerintah pusat.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: DESA DI BULELENG DIINSTRUKSIKAN SIAPKAN TEMPAT ISOLASI BAGI PMI

Lanjut dia, terkait dengan beberapa PMI asal buleleng yang statusnya positif COVID-19 merupakan PMI yang kedatangannya sebelum tanggal 1 April 2020, menurutnya PMI kedatangan sebelum tanggal tersebut hanya membawa kartu kuning/kartu keterangan sehat dari tempat mereka bekerja di luar negeri. Sedangkan untuk PMI kedatangan setelah 1 April semua sudah dilakukan rapid test.

“Kita belum tahu apa sudah di rapid test apa belum, tetapi bisa saja PMI tersebut tejangkit diperjalanan dari negara tempatnya bekerja menuju Indonesia” jelas Sutjdra.

Baca Juga :  Badan Inteligen Negara (BIN) Gelar Rapid Test kedua kalinya di Kawasan MRT Blok M

Dia menyarankan kepada seluruh perbekel dan kelian desa pakraman di Buleleng agar mendata kembali dan melaporkan warganya yang notabene pulang sebelum tanggal 1 April sehingga pemkab buleleng bisa melakukan rapid test.

Penulis: Junior
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *