VIRUS CORONA: DI BULELENG, PASIEN CORONA NO.03 AKHIRNYA DINYATAKAN SEMBUH

3 min read
Spread the love

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Masyarakat Buleleng boleh bernafas lega karena pasien corona dengan kode No 03 yang selama ini kondisi kesehatannya membinggungkan akhirnya dinyatakan sembuh dari cengkraman virus produk Cina itu.

“Pasien PDP terkonfirmasi positif No 03 akhirnya dinyatakn sembuh setelah hasil test swab negative secara tiga kali beruturut-turut,” ungkap Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Buleleng yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd saat memberikan keterangan pers melalui video conference dari ruang kerjanya, Kamis (23/4/2020).

“Berbeda dengan PDP terkonfirmasi positif lainnya, pasien kode 03 yang memang memiliki keunikan. Sembuhnya mencapai 37 hari,” papar Suyasa yang juga Ketua Umum Askab PSSI Buleleng itu.

Menjawab pertanyaan wartawan Jarrakpos Group, Suyasa menjelaskan bahwa masyarakat Bulelneg patutu bersyukur karena penyebaran virus corona (COVID-19) mulai melamban. Ini bisa dilihat dari tingkat masa kesembuhan mayoritas pasien COVID-19 di Buleleng tergolong cepat. Cepatnya kesembuhan ini dibuktikan dengan adanya pasien sembuh yang hanya dengan hitungan hari.

Baca Juga :  Pro-Kontra Pilkada Serentak 9 Desember 2020

Sekkab Suyasa menjelaskan, jika melihat dari sisi jumlah pasien memang terjadi peningkatan. Ada pasien positif yang bertambah namun ada juga yang sudah sembuh. Jika melihat kecepatan kesembuhan pasien di Kabupaten Buleleng, tergolong baik. Ada pasien yang terkonfirmasi positif, tingkat kecepatan kesembuhannya lebih singkat.

Seperti Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan kode 06, 07, dan 08 yang terkonfirmasi positif sembuh dalam rentang waktu 7-8 hari. “Berbeda dengan PDP terkonfirmasi positif dengan kode 03 yang memang memiliki keunikan. Sembuhnya mencapai 37 hari,” jelasnya.

Begitu pula dengan yang sembuh beberapa hari terakhir. Tingkat kecepatan kesembuhannya bahkan lebih singkat. Kisarannya empat sampai lima hari. Hari pertama di rapid test hasilnya positif, satu hari kemudian di tes swab hasilnya positif, kemudian dua kali swab dalam dua hari hasilnya berturut-turut negatif. Sehingga hitungannya hanya empat hari saja. Setelah itu, pasien bisa dipulangkan. “Masa perawatannya menjadi lebih singkat daripada yang di awal. Tingkat kesembuhan juga tinggi. Dari 11 pasien positif yang dirawat di Buleleng, enam sudah sembuh dan lima masih dirawat,” ujar Gede Suyasa.

Baca Juga :  BUPATI AGUS PERINTAHKAN DISTAN LAKUKAN PENINGKATAN KUALITAS BUAH SEGAR

Untuk perkembangan penanganan COVID-19 di Buleleng saat ini, terdapat pasien terkonfirmasi positif di Buleleng secara kumulatif berjumlah sebelas orang, dengan rincian sudah dinyatakan sembuh enam orang dan pasien yang di rawat di Buleleng hanya lima orang. Pasien terkonfirmasi positif yang dirawat diluar Buleleng berjumlah delapan orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) satu orang. Sedangkan secara kumulatif PDP di Buleleng berjumlah 18 orang dengan hasil dinyatakan negatif enam orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 87 orang yang terdiri dari ODP yang masih dipantau lima orang, ODP yang sudah selesai masa pantau berjumlah 82 orang.

Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 325 orang dan sudah selesai masa pantau 164 orang, karantina mandiri 155 orang, karantina di SPN Singaraja empat orang dan karantina di RS Pratama Giri Emas 2 orang.

Baca Juga :  Presiden Joko Widodo ; Selamat Memperingati Hari Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW

Pemantauan juga terus dilakukan kepada pelaku perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi loka (tanpa gejala) 2.521 orang dengan rincian 1.461 diantaranya sudah selesai masa pantau selama 14 hari dan yang sisa yang masih dipantau sebanyak 1.060 orang, terdiri dari pekerja kapal pesiar 583 orang, TKI lainnya terdapat 30 orang, WNA tetap empat orang, pulang dari luar negeri tiga orang, serta orang yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia berjumlah 440 orang.

Saat ini Pemkab Buleleng telah menyiapkan 39 hotel dengan 484 kamar yang tersebar diseluruh Kecamatan di Kabupaten Buleleng sebagai tempat karantina Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *