VIRUS CORONA: KONDISI KESEHATAN PASIEN CORONA 03 LABIL, BULELENG MINTA “FATWA”KE WHO

3 min read
Spread the love

SINGARAJA-JBM.CO.ID – Kondisi kesehatan pasien corona di Buleleng, Bali, dengan kode pasien No 03, benar-benar membuat tim medis dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19) Buleleng binggung.

Ini lantaran sudah belasan kali dilakukan tes swab tetapi hasilnya tidak konsisten alias labil. Hasil tes swab terkandang negatif, kemudian dites lagi hasilnya malah positif dan seterus seperti itu. Sementara kondisi fisik secara media yang bersangkutan dalam kondisi baik.

Kondisi ini membuat GTPP COVID-19 Buleleng harus meminta “fatwa” ke WHO. Menurut pengakuan Sekretaris GTPP COVID-19 Buleleng, Drs Gede Suyasa, M.Pd, pihak sudah melapor kondisi pasien corona No 03 ke petugas WHO yang ada di Jakarta dan Kementerian Kesehan RI di Jakarta.

“Kemarin sudah ada komunikasi Kadis Kesehatan dan tim kesehatan kita dengan petugas WHO di Jakarta. Jadi, sudah disampaikan apa yang menyebabkan ini terjadi. Semuanya sudah disampaikan. Kita tidak bisa menentukan apa penyebabnya. Karena yang kita pakai acuan adalah hasil lab. Ini sedang dikaji dan sudah dilaporkan ke WHO dan Kementerian Kesehatan lewat telpon,” ungkap Suyasa dalam jumpa pers video conference (Vidcon) Minggu (19/4/2020) sore.

Baca Juga :  VIRUS CORONA, DONALD TRUMP: “KAWAN SAYA JOKOWI MINTA VENTILATOR, AKAN KAMI KASIH!”

Dengan sudah disampaikan ke WHO dan Kementerian Kesehatan RI, Suyasa berharap ada penanganan khusus terhadap pasien corona No 03 ini. “Mudah-mudahan ada satu penanganan khusus ya terkait pasien ini, karena mengingat sudah lebih dari 30 hari dan mengalami hasil lab yang berubah-ubah,” harap Suyasa.

Pada kesempatan itu, Suyasa bersama GTPP COVID-19 Kabupaten Buleleng mengimbau para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sudah dikarantina di Buleleng untuk bisa bekerjasama dengan pemerintah. Kerjasama ini diperlukan untuk lancarnya proses karantina dan cepatnya penanganan Covid-19 di Kabupaten Buleleng.

Suyasa menjelaskan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST selaku Ketua GTPP Covid-19 Buleleng terus mengimbau kepada para PMI yang dikarantina untuk bekerjasama secara baik dengan pemerintah. Karantina dilakukan untuk memenuhi protokol kesehatan. Kerjasama yang baik juga diperlukan untuk keselamatan PMI sendiri, keluarga, dan seluruh masyarakat Buleleng. “Ini yang diharapkan pak bupati. Mudah-mudahan kita bisa melaksanakan kerjasama yang baik untuk menghadapi Covid-19 di Buleleng,” tandasnya.

Hari ini, sebut Suyasa, pertemuan dilakukan oleh Ketua GTPP Covid-19 Buleleng dengan Satgas yang ada di desa. Pertemuan ini tetap menjalankan protokol kesehatan COVID-19. Dalam pertemuan itu, Satgas di desa diminta untuk membantu, mengawasi dan membuat pola yang tepat terhadap para PMI yang datang. Jumlah PMI yang akan datang bisa mencapai ribuan orang. Kapasitas hotel di Buleleng tidak bisa menampung sehingga harus dipikirkan tempat dan pola yang layak. Jika semua dikarantina di hotel dengan jumlah besar, dikhawatirkan tidak bisa mengontrolnya dengan baik.

Baca Juga :  Lancar dan Sukses Baksos Kesehatan Gratis Andi Surya Di Metro

“Karena penanganan terhadap PMI ini berbeda dan harus sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19. Kita tidak bisa sembarangan menyentuhnya. Kecuali menggunakan APD lengkap. Oleh karena itu, imbauan terus disebarkan oleh pak Bupati kepada para PMI agar bisa bekerjasama,” ujar Suyasa.

Adapun data perkembangan penanganan COVID-19 di Kabupaten Buleleng menunjukkan bahwa secara kumulatif pasien terkonfirmasi positif sebanyak enam orang. Pasien positif yang sembuh sebanyak tiga orang dan sedang dirawat di Buleleng sebanyak tiga orang. Selain itu, terdapat tujuh pasien positif yang sedang dirawat di luar Kabupaten Buleleng.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sudah negatif sebanyak enam orang, dan ada penambahan PDP sebanyak 1 orang. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 84 orang. ODP yang masih dipantau sejumlah 3 orang, ODP yang telah selesai masa pantau sebanyak 81 orang dan saat ini tidak ada OPD yang melakukan karantina mandiri.

Baca Juga :  Presiden Apresiasi Kiprah K.H. Asep Saifuddin Chalim dalam Pengembangan Umat dan Bangsa

Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 218 orang. OTG antara lain selesai masa pantau 163 orang, OTG karantina mandiri 48 orang, OTG Karantina SPN empat orang serta OTG karantina RS Pratama Giri Emas tiga orang.
Pemantauan juga terus dilakukan terhadap pelaku perjalanan wilayah terjangkit dan wilayah transmisi lokal (Tanpa Gejala). Jumlahnya secara kumulatif saat ini adalah 2.246 orang dimana 1.257 orang telah selesai masa pantau 14 hari. Sisa yang masih dipantau oleh Puskesmas sampai saat ini berjumlah 989 orang dengan rincian pekerja kapal pesiar 514 orang, TKI lainnya 22 orang, WNA dua orang, pulang dari luar negeri dua orang, dan orang yang datang dari daerah transmisi lokal Indonesia 449 orang.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *