Pemred Tabloid Modus Jubir Parlok, Eks GAM Aceh; Beritanya Membawa Agenda Partai?

3 min read

BANDA ACEH, WWW.JBM.CO.ID | Menanggapi laporan pencemaran nama baik yang diajukan H Makmur Budiman kepada M Saleh selaku Pimpinan Redaksi (Pempret) tabloid Modus Aceh, Tgk Ahmad Coeh selaku Eks Petinggi GAM Aceh Timur juga ikut mendukung langkah hukum pengusaha ternama Aceh H Makmur Budiman karena namanya ikut tercemarkan dengan hoax dikembangkan dalam tabloid Modus Aceh. Menurut Ahmad Coh, tampaknya belum ada pihak yang berani melaporkan jubir Partai Lokal Aceh sebagai pimpred Tabloid Mudus Aceh karena diduga ada back up kekuatan politik, bahkan yang pasti bakal kebal hukum dan sulit terjerat hukum, terang Tgk Ahmad, Minggu (19/4/2020).

Di beberapa berita yang dimuat Modus Aceh, terlihat jelas beritanya banyak menyerang personal elit yang dekat dengan lingkaran kekuasaan dan beritanya tidak objektif kerena konflik interest. Jadi wajar jika ada asumsi publik, berita modus Aceh membawa misi politik yang di kemas partai dan patut kita curigai, ungkap Tgk Ahmad mantan petinggi GAM Aceh Timur ini yang dekat Irwandi Yusuf.

Baca Juga :  KPU Provinsi Lampung Lakukan Konsolidasi Pemetaan TPS

Di tambahkan Tgk Ahmad, “sepengetahuan saya bahkan ada aturan di organisasi profesi wartawan yang ketat sekali yang mengharamkan wartawan merangkap pengurus partai politik. Tapi saya dengar yang bersangkutan malah sudah di pecat dari organisasi PWI Aceh dan ini kan dilematis. Kita malah prediksi profesi wartawan masuk partai menjadi ancaman serius pers yang bakal mengganggu independensinya dalam bekerja,” Terang Tgk Ahmad.

“Sebagai mantan ketua relawan tim sukses pemenangan INOVA Kabupaten Aceh Timur, kita mendukung penuh adanya kebebasan pers di Aceh, dan pemerintah lewat plt Gubenur secara terbuka meminta media mengritik kebijakan yang dinilai salah. Hanya saja kita mencurigai ada oknum wartawan yang masuk jadi jubir partai politik Lokal menyasar elit tertentu dan mengembangkan hoax dan fitnah yang merusak pemeritah, dan Ini tindakan provokatif luar biasa perlu di ungkap kepolisian”, terang Tgk Ahmad.
Selain itu, sebagai eks kombatan GAM kita mengutuk keras pemberitaan modus Aceh yang merusak citra polri dengan menyeret foto Makmur Budiman bersama Pejabat Polda Aceh di sebuah ruang makan dengan judul berita “eh, foto Makmur Budiman bersama Kapolda Aceh kembali muncul di medsos”. Tgk Ahmad menilai berita itu tendensius dan sangat profokatif kerena pimpret modus memiliki muatan tidak baik menyeret hoax ke instistusi penegak hukum dengan opini. Padahal kasus yang ditangani belum tentu ada temuan fakta hukum nantinya. Seharusnya media jagan melebeli vonis hukum mendahului kerja insitusi kepolisian. Kerena hukum itu ditegakan tidak didasarkan opini publik. jadi, biarkan jajaran kepolisian bekerja secara cepat dan professional. Tidak boleh media dan pers dijadikan sarana untuk menghakimi dan men fitnah serta kembangkan hoax. Telah banyak kita melihat berita hoax yang menyasar pejabat daerah dan akhirnya diproses hukum dan buktinya lemah dan tidak terbukti, cetus Tgk Ahmad.

Baca Juga :  AMPG Lampung Kawal Musda X Golkar Tanggamus

Oleh karenanya, Tgk Ahmad mendesak pihak kepolisian bekerja secara independent dan professional agar tidak diintervensi oleh kekuatan manapun. Kita minta proses hukum ditegakkan secara adil dan bertanggung jawab.

Sebagai eks kombatan GAM di Aceh kita siap membank up kerja POLDA Aceh dalam situasi, kondisi dan resiko apapun untuk adanya penegakan hukum tanpa ada pihak yang merasa kebal hukum di Aceh, tutup Tgk Ahmad Coh, Mantan Ketua Relawan INOVA Aceh Timur. /Red-jbm

Editor ; SA

Baca Juga :  Wabah DBD Telan Korban Jiwa, Puskesmas Banjar Agung Lampung Selatan Bersama GARDU TEC Fogging Lingkungan Rumah Warga Desa Margodadi Jati Agung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *